 lama banget tidak ngeblog... aku berada di jakarta sekarang...sudah 3 hari aku disini... tapi masih juga ketakutan dan berasa ada gempa hehehehe.... sampai tidur di lantai atas saja aku tidak berani... melihat tangga rumah bulek-ku sempit dan tidak memudahkan aku untuk berlari jika terjadi gempa... aku tidak tahu apa yang terjadi di alam pikirku... cuma itu yg aku rasakan... kemaren waktu melihat plapon gipsum lorong kantor Yayo yang retak aku sempat minta diantar pulang.... tapi aku tidak bilang... nanti dikira berlebihan...
mungkin waktu di jogja... aku sering diajak kenalan sama Gempa.... walaupun rumahku tidak apa apa dan genteng2 pun masih utut... cuma retak kecil2, aku masih belum berani tidur di rumah.... bisa juga karena semalaman setelah gempa aku ketakutan banget... bayangin aja... gmana rasanya dikocok2 dan berusaha keluar rumah dengan pasrah... karena waktu itu rumahku masih terkunci semua... setelah aku keluar...kejadian mengagetkan beruntun terjadi bak penampungan air di sumur samping rumahku jatuh... pecah... dan menimbulkan bunyi yang amat sangat menyentakan... aku hanya terpaku dan membiarkan air itu melewati kaki ku... kupeluk eyangku rapat2... lalu kudengar bunyi "gretak gretak!!!" kubalikan badanku... kandang sapi ku ambruk rata dengan tanah... lalu terdengar bunyi berdegum dan brak!!! beberapa kali... terdengar suara jeritan keni tetanggaku memanggil nama simbahnya yang ternyata terluka parah tertimpa bangunan rumah...
waktu iu aku hanya ada satu dalam pikiranku... yaitu budhe ku... 2 hari sebelum gempa budhe ku baru pulang dari RS karena stroke... akhirnya setelah keadaaan tenang aku meminta adheku menjenguk budhe... beberapa saat kemudian aku menyusul... rumah budhe sudah rata dengan tanah... mobil dan penggilingan padi nya hancur... dalam perjalanan... aku berurai air mata... melihat keadaan jalan... lalu lalang... orang diangkut berlumuran darah... suara tangis dimana mana... ku temukan seorang kakek dengan kepala terluka berjalan sendirian... tanpa pikir panjang kubawa kakek itu ke puskesmas... sungguh mengenaskan... di puskesmas tenaga medis cuma ada 3 orang juru medis yang jaga.. 1 dokter... dan 2 perawat... sedang di pelataran puskesmas yang hampir roboh itu... bergeletakan orang yang membutuhkan pertolongan... sedang aku tidak bisa berbuat apa apa selain membantu membersihkan luka luka mereka... betadin habis... semua persediaan P3K sudah habis...dan aku tidak bisa menjahit luka... aku sempat berteriak ketika seorang mbak2 minta aku menjahitkan kepala ibu nya yang tersayat cukup panjang dan berlumuran darah... aku takut dan memutuskan untuk pulang.... lalu akhirnya kularikan budhe ku ke dokter...
setelah pulang... desa ku di gegerkan dengan adanya gempa susulan... dan isyu Tsunami... membuat kami semua kalang kabut... lari tanpa berpikir apa pun... dan ternyata itu hanya rumor belaka.... setelah mereka semua kembali ke rumah... kami mendapati harta benda nya sudah raib di curi orang...
malam hari di tenda... aku tidak bisa tidur... entah ini hanya perasaan ku atau memang benar benar terjadi... gempa susulan terjadi setiap beberapa menit... sampai pagi... minggu pagi aku menyempatkan diri menjenguk teman2 ku di daerah selatan, tepatnya di daerah pleret, di sana tidak ada rumah yang berdiri... tetapi alhamdulilah temanku selamat dan rumahnya tidak apa apa... aku lega... semua teman2 ku selamat...
tetapi... ada banyak hikmah dari semua itu... sekarang... aku lebih merasakan kedekatan dengan tetangga tetangga ku... kita tidur bareng2... makan bareng2... mereka yang dulunya musuhan jadi akur... walaupun lagi kesusahan ada senengnya juga... enaknya...semua barang jadi milik bersama hehehe...
lucu juga kalau dipikir.... yang dulunya aku selalu ngomel2 sama keponakan2 ku kalau lagi maen atau duduk sembarangan di jalan, aku selalu bilang "aduuuh.... jangan gelosotan di situ... kotor!!!" ... dan sekarang aku dengan suka rela tidur disana... karena posko rt ada di jalan kampung depan rumahku... beberapa hari merasakan hidup tanpa listrik, tivi, susah cari bensin.... nge chas hape dan mandi... aku harus ke rumah ku yg di gejayan... banyak lah cerita yang tidak bisa di ceritatakan....
waktu aku pergi kemaren... semua sudah membenahi rumah masing2 dengan bergotong royong... puing2 rumah sudah di singkirkan... orang2 sudah bekerja seperti sedia kala... walaupun tidak punya rumah... walaupun bingung harus bagaimana dan bekerja apa?? walaupun sekolah dan kantor2 rusak... walaupun masih ada gempa... tapi tidak selamanya kita harus berdiam diri bukan??? diam... menunggu bantuan tanpa berbuat apa pun... aku yakin... kita tidak akan mampu bangkit dengan menunggu... kita harus bangkit lagi...
dan aku bangga menjadi warga bantul... sebuah kebanggaan ketika kita masih peduli pada sesama... hal yang mengharukan aku temui waktu menjadi relawan... dan menghantar logistik ke titik2 yang belum terjamah... waktu kita turun, mendata dan menurunkan barang... memang keadaaan di tempat itu tidak terlalu parah walaupun ada juga terdapat posko posko... seorang bapak dan ibu berkata di posko itu berkata...
"mas/mbak... disini hari ini sudah ada yang kirim logistik dan persediaan kami itu bisa buat 3 hari... jadi kalau mau nurunin barang mending ke desa sebelah saja... disana belum ada bantuan yang masuk" aku terperangah... dan terharu di buatnya... ternyata masih ada welas asih dan mau berbagi dijaman seperti ini.... dari situ aku percaya.... Bantul bisa bangkit... Jogja akan normal kembali...
Aku percaya Allah tidak akan memberikan cobaan ketika kita tidak mampu menerima nya... Gempa Jogja terjadi bukan karena Allah tidak sayang... bukan karena Nyi Roro Kidul marah... Bukan karena semua orang memaksa Mbah Maridjan turun gunung.... Bukan karena Sri Sultan yang moderat dianggap tidak mampu nguri- uri budaya jawa... bukan juga karena penolakan eksepsi lia eden... tetapi... Allah memilih Jogja karena jogja mampu menghadapi itu semua... dan aku harus percaya itu...
Doakan kami yah... untuk tetap tabah... dan semangat kami tidak luntur oleh apa pun... |