Nama saya vdee, kebetulan siang ini sedang iseng dan tiba-tiba terlintas dalam fikiran saya untuk mencoba mempertanyakan beberapa fenomena tentang kebiasaan buang air kecil pada laki-laki, yang beberapa waktu ini sedikit banyak mengganggu fikiran saya. Dengan penuh kejujuran saya katakan bahwa sebenarnya saya sendiri agak sedikit malas untuk mempertanyakan beberapa hal yang saya pertanyakan kemudian, tapi berhubung fenomena ini begitu sering saya dapati, dan hampir selalu bersinggungan dengan kehidupan saya sehari-hari, maka dengan amat sangat saya meminta kesadaran Anda untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan saya di bawah ini. Mohon maaf apabila Anda pernah membaca daftar pertanyaan serupa, entah kapan, entah dimana, dan entah siapa yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Namun saya berani menjamin bahwa orang tersebut, mungkin sama gilanya dengan saya, meskipun amat sangat saya yakini bahwa dia tidak akan pernah lebih cantik daripada saya. Terima kasih atas kesediaan Anda meluangkan waktu anda yang demikian berharga untuk merespon pertanyaan-pertanyaan saya.
P E R T A N Y A A N
- Kenapa seorang laki-laki lebih suka untuk kencing berdiri daripada jongkok? Apa karena semua laki-laki ingin menjadi seorang ”guru” bagi orang lain (dalam hal ini merasa lebih mengetahui banyak hal dibanding yang lainnya)? Bahkan dalam peribahasa pun disebutkan ”guru kencing berdiri, murid kencing berlari.” Yang artinya lagi bahwa seorang laki-laki yang sudah pintar kencing sambil berdiri sudah mumpuni untuk dianggap sebagai guru?
- Kenapa seorang laki-laki seringkali lupa untuk menyiram closet setiap kali dia habis buang air kecil? Apakah bagi seorang laki-laki menghabiskan tenaga untuk menyiram closet sama dengan menghamburkan tenaga yang dia fikir lebih bermanfaat untuk dipakai memikirkan dunia? Ataukah laki-laki, meskipun tergolong sebagai manusia tapi memiliki kesamaan dengan ”laki-laki” jenis lainnya (baca: kucingjantan, anjingjantan, dll) yang senang menandai daerah kekuasannya dengan air kencing dia? Kalo iya.. oke..oke... saya kasih kekuasaan penuh bagi anda (wahai kaum laki-laki) untuk berkuasa atas daerah tersebut, dengan syarat silahkan untuk mendiami daerah kekuasaan anda sepanjang waktu, 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Deal?
- Kenapa seorang laki-laki tidak pernah merasa malu, untuk melakukan aktivitas buang air kecil ini, di pinggir jalan, depan pagar rumah orang, bahkan di belakang mobil mereka pada saat mereka kebelet pengen buang air kecil pada saat nyetir mobilnya, atau bahkan di samping dinding sebuah wc umum yang jelas-jelas fungsinya lebih mendukung? Apakah hal ini terkait dengan pernyataan penandaan daerah kekuasaan seperti tersebut diatas? Karena seperti sudah dimaklumi bersama, bahwa penting untuk seorang laki-laki melakukan ekspansi terhadap kekuasaan mereka. Dengan menandai jalan2 yang pernah mereka lewati, setidaknya mereka yakin bahwa sayap-sayap kekuasaan mereka telah melebar dan mencapai tempat2 yang baru.
Catatan:
- Pertanyaan tidak ditujukan bagi anda yang mempunyai keinginan besar untuk menyerang balik saya dengan pertanyaan-pertanyaan saya tersebut di atas, yang saya lengkapi dengan beberapa hipotesa (yang saya tau sebagian, atau bahkan seluruhnya (?) out of topic)
- Bagi anda (perempuan) yang kebetulan tersesat ke blog ini, silahkan untuk memberikan komentar berdasarkan pengalaman-pengalaman anda sendiri. Namun besar harapan saya, pengalaman-pengalaman anda lebih mendukung saya ketimbang para laki-laki itu.
*iseng doang.... no offense yahhhh....??? |