|
|
|
a junction of my life...
|
2007/08/31 12:34
|
|
|
sebegitu sulitnyakah mengatakan apa yang jadi kemauanku?
seolah semuanya jadi beban berat yang semakin hari semakin bertambah bobotnya?
aku g bisa bergerak mundur ataupun maju...
seolah semuanya dah sampe di lidah,
tapi tiba2 pita suaraku rusak dan aku ga bisa ngomong apapun..
apa iya orang akan lebih memperhatikan 'kesalahannya' yang lahir lebih lambat dibanding aku
ketimbang apa artinya dia buat aku?
aku tau.. mungkin semua orang g nganggap dia istimewa
tapi menemukan dia dalam hidup aku seolah menemukan seseoarang yanng udah aku kenal seumur hidup aku
dia akan jadi pilihan yang salah
andai aku inginkan seseoarang yang sangat mapan, kaya tujuh turunan, dan memiliki segalanya
tapi kalo aku menginginkan seserang yang tulus dan selalu ada disana setiap saat aku butuh tempat berpegang bahkan bersandar, dialah orangnya..
kalo aku inginkan seseorang yang begitu setia pada harapan dan tujuan hidupnya,
dialah orangnya..
seseorang yang g pernah nyerah ataupun ngeluh sesulit apapun jalan yang musti dilewatin
karena aku butuh orang yang kuat dengan tekadnya, karena kadang aku labil dan rapuh.
bisa jadi aku orang yang kasar dan keras kepala
tapi kadang aku hanya jadi orang yang tersesat bahkan untuk mencari satu jawaban untuk satu pertanyaan
dia mungkin bukan kamus atau ensiklopedia berjalan, yang secara persis memberikan jawaban yang benar yang aku inginkan
tapi dia akan jadi pendengar yang baik, temen diskusi yang menyenangkan atau setidaknya ngasih kita alternatif solusi yang tepat
hidup yang dia jalani keras, lebih banyak nuntut dia untuk mandiri
maksa dia untuk berkali2 ditampar dengan kesulitan dan pahitnya kenyataan
toh semuanya bikin dia bertahan dan belajar banyak
mungkin semua bilang, dia bukan orang yang tepat
tapi dia menginginkan aku untuk keseluruhan hidupnya
AKU, yang artinya keseluruhan hidup aku
dengan segala cela, dosa, aib dan kesalahan
tanpa sedikitpun berniat untuk menjadikan aku seseorang yang lain
dia bukan jadi bagian dari keputus asaanku untuk membuat satu pilihan dari hidup
tapi memilih dia karena dia percaya aku akan jadi yang terbaik
karena aku percaya dengan sesuatu yang tersembunyi dalam dada aku
karena aku percaya kita akan berusaha demikian kerasnya untuk membuat segalanya "sesempurna" mungkin
akan lebih mudah membiarkan orang membenarkan praduganya bahwa kita ga akan bisa bertahan dan berlari kencang melewati semua rintangan
dan bahwa aku akan merasakan sakit yang jauh lebih banyak dibanding membiarkan dia berlalu dari penglihatanku...
akan jauh lebih sulit buat mereka bersyukur bahwa aku membuat satu keputusan yang tepat
dan menambahkan sebait do'a pada saat kita telah berdiri tegak
dan tetap berdiri untuk waktu yang kita sendiri ga tau sampai kapan
tapi aku, dan juga dia g akan nyerah...
karena kita masih punya tenaga juga harapan untuk bikin segalanya jadi mungkin
i hope so.... |
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/vdeez/trackback/19 |
|
|
|
|
|
<<
2009/01
>>
| S |
M |
T |
W |
T |
F |
S |
|
|
|
|
1 |
2 |
3 |
| 4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
| 11 |
12 |
13 |
14 |
15 |
16 |
17 |
| 18 |
19 |
20 |
21 |
22 |
23 |
24 |
| 25 |
26 |
27 |
28 |
29 |
30 |
31 |
|
|
|
|