Ngono ya ngono tapi ojo ngono ... :: 2008/04/18 13:56
Sumpah aku bukan orang Jawa (Tengah, maksudnya ...)
Tapi istilah ini bener-bener menyulitkan aku yang score thoroughness-nya above average ...
Aku bener-bener ga mudeng dengan makna kalimat yang disampaikan dengan gaya komunikasi 'ngono ya ngono tapi ojo ngono' ... aduuh ...! jadi maksudnya apa seeeh ...?
Karena ga mudeng, jadi sering salah paham ... paraaahh ...
Ceritanya aku ma rekan janjian di kantorku after office hours, tapi dia usul ganti di tempat B yang ga jauh dengan kantorku. Aku sih ok-ok aja ... tapi aku bilang di sms 'bawaan aku banyak, jadi aku kesitu bawa mobil [sebenernya tempatnya bisa dijangkau by walk], dan sekarang aku mo tidur dulu [I usually take a nap for 15 minutes around 16.00]'. Ternyata dia nangkepnya aku keberatan ... Akhirnya dia telpon mo jemput aku, then go to B .. ya gapapalah pikirku ... Lalu yang terjadi kemudian, inilah masalahnya ... aku ga tau dengan alasan apa, dia menawarkan apakah mo ke tempat lain ... dan aku jawab beberapa tempat, C dan D yang terus dia keluhkan kurang ini kurang itu ... tapi dia tetap melaju ke tempat C. Karena keluhannya tentang tempat C terus berlanjut, aku jadi jengkel ... Usut punya usut, rupanya dia nawarin ke tempat lain sebenernya basa-basi [btw dia menolak mengatakan basa-basi], bahasanya, secara normatif, karena kamu keberatan saya harus menawarkan tempat lain ... [dan yang ini tidak dia katakan, tapi terdengar jelas sekali kemudian] secara normatif, seharusnya kamu tidak menawarkan tempat lain, tapi mengatakan yuk tetep aja ke B --kan kamu sebenernya ga keberatan]. Halah, mana aku tau 'secara normatif' bukankah dia juga yang bilang aku teh ga normatif? Aku mah nyerah deh kalo musti 'menangkap' hal-hal yang 'secara normatif dia harus mengatakan apa yang tidak dia maksudkan' ... pliss deh ...
Karena aku jengkel, dan dia jadi marah [wong dia merasa dia lagi mempraktekan civilized communication style] aku sih maklum aja ... Tapi aku jadi sedih kenapa aku ga bisa menangkap hal-hal seperti itu? Eh, tapi aku kayaknya aku juga bisa marah neh, kok bisa-bisanya dia [yang cukup tau aku kayak gimana] mengharapkan aku untuk bisa menangkap hal-hal seperti itu?
So next time we meet, could we just have a plain conversation, pleasseee ?
