|
|
|
Posisi Ibu Di geser Kartun
Cermin Tergores |
2006/10/11 06:04
|
|
|
Posisi Ibu Digeser Kartun
Ini baru berita yang kudu alias wajib diperhatiin buat para ibu, atau yang mo jadi ibu. Katanya --kata salah satu survey di Italy --, peran ibu bisa aja digeser ama kartun.
Bellieni dan koleganya di Italy menemukan bahwa ternyata kartun lebih berpengaruh terhadap anak dibanding ibunya sendiri. Studi kecil terhadap 69 anak yang berusia 7-12 tahun menunjukkan kartun membantu lebih baik dibanding ibu pada anak yang sedang menjalani prosedur medis --prosedur tes darah. Anak ternyata lebih nyaman menjalani prosedur medis apabila ditemani kartun dibanding ditemani ibunya.
Yah percaya gak percaya sih sama hasil survey di atas. Tapi kayaknya klo situasi hidup "modern" yang mengharuskan sang ayah dan ibu sibuk bekerja, sedangkan sang anak hanya ditemani pembantu atau televisi, mungkin kepercayaan kita akan makin mendekati 100%.
Coba klo kita liat, mana anak nurut ibu atau bapaknya, wong ketemu aja jarang! Mungkin larangan pembantu justru akan lebih ditaati sang anak. It's real man! Ayo siapa yang protes?
Jadi siap-siap aja buat para ibu atau calon ibu yang punya kesibukan seabrek sampe2 anaknya dilupain, tuk menerima kenyataan anaknya lebih nurut tokoh kartun kesayangannya atau ibu angkatnya --alias pembantu, daripada dirinya. sendiri Sekali lagi selamat yah bu!!!
Salam,
snhadi |
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/snhadi/trackback/58143 |
|
|
|
|
|
SMS TOGEL...
Cermin Tergores |
2006/04/25 05:27
|
|
|
SMS TOGEL...
Maaf yah temen-temen...
Si tukang bubur kampung boleh.com mo nanya nih! Menurut kalian klo undian lewat sms itu termasuk judi gak sih? Soalnya sekarang kan makin banyak tuh, acara-acara TV yang ujung2nya ngajak pemirsanya tuk ikut gabung dengan cara kirim sms. Ntar abis itu bakal diundi dan dapat hadiah deh...
Bagi aku pribadi, klo pihak yang nyelenggarain itu ngadain undiannya cuma2 alias gretong, yah gak apa2. Tapi klo yang udah iming-iming hadiah ke pemirsanya, dengan syarat harus kirim sms dulu, yah itu bagi aku sama aja membuat orang terbuai impian...
Mimpi smsnya bakal kena undi dan dapet duit banyak dalam sekejap...
Trus apa bedanya ama judi TOGEL? Bukannya sama2 mempertaruhkan uang? --meski yg via televisi sih bentuknya pulsa sms. Bukannya seringkali dari kita kirim sms lantaran ada mimpi bakal bisa menang?--sama kayak TOGEL, cuman klo TOGEL gak manfaatin teknologi mutakhir.
Dengan banyaknya undian sms macam ini, apa gak malah buat bangsa ini males? Buat bangsa ini jadi terbuai mimpi tuk kaya dalam waktu sekejap? Gimana pendapat temen-temen? |
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/snhadi/trackback/50498 |
Tracked from indonesiatribune.com 2011/06/20 01:31 x
제목 : Again Indonesia Women Beheaded in Saudi Arabia
An Indonesian woman has been beheaded by the sword on Saturday (06/18/2011). She was convicted of murdering a Saudi Arabian woman, said Interior Ministry in Saudi Arabia. Raiaiti woman named Beth Sabotti Sarona, by copying the letters from the Arabic, ... |
Tracked from bankabiliton.com 2011/06/20 01:33 x
제목 : Ruyati, TKW Indonesia Dipancung di Arab
BANKABILITON.COM — Lagi Perempuan Indonesia Dipancung di arab saudi Seorang perempuan Indonesia telah dipancung dengan pedang, Sabtu (18/6/2011). Perempuan itu dihukum karena membunuh seorang perempuan Arab Saudi, kata Kementerian dalam Negeri Ar... |
Tracked from indonesiatribune.com 2011/06/20 19:15 x
제목 : Ibu Muda Nekat Gantung Diri Karena Dituduh Selingkuh
INDONESIA-TRIBUNE.COM — Karena dituduh selingkuh, Ernawati (25), warga Dusun Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, nekat gantung diri di dalam rumahnya, Selasa (14/6/2011) dini hari. Kuat dugaan, aksi nekat ibu muda ini dilakukan akibat ta... |
Tracked from indonesiatribune.com 2011/06/24 04:27 x
제목 : Student Arrested pair of ML in the cafe
GRESIK, INDONESIA-TRIBUNE – Students are now increasingly insane, as this desperate couple having sex (ML) at room cafe. Both the cafe and immediately spotted the guards herded into the police. The case began when Ibn Rusdil Ibad (18) Village res... |
|
|
|
|
|
Playboy; Masih Malu-Malu..
Cermin Tergores |
2006/04/09 15:39
|
|
|
Playboy Indonesia; Masih Malu-Malu...
Udah baca Playboy Indonesia edisi pertama yg terbit tanggal 7 April kemarin blom? Klo aku sih terus terang blom. Tapi emang kayaknya edisi perdana ini laris manis kayak kacang goreng yah, jadi agak susah ditemuin di pasaran.
Yah kayak masalah-masalah lain yang terjadi di negeri ini, semakin banyak kontroversi, semakin banyak pula orang yang penasaran. Akhirnya semakin banyak yang nyari. Hal itu lumrah dan wajar. So cuman dalam waktu beberapa hari aja PLAYBOY INDONESIA udah susah ditemui.
Tapi katanya banyak yang kecewa dengan edisi perdana PLAYBOY INDONESIA ini. Isinya ternyata gak sesuai dengan versi aslinya, yang tentu penuh dengan gambar-gambar dan artikel syuuuur! Kalo bagi aku pribadi sih, kayaknya hal ini cuman sementara. Beberapa bulan ke depan --klo belom di bredel looh!--, kayaknya PLAYBOY INDONESIA akan kembali ke wujud aslinya, yah seperti versi aslinya di AS sono! Jadi cuman kamuflase aja biar gak dibredel ama aparat.
Bahkan beberapa orang menganalogikannya dengan franchise lainnya kayak KFC atau McDonald. Kata mereka, ada tidak KFC atau McDonald yang jual gado-gado? atau jual BATAGOR? Tentu gak kan. Jadi mana mungkin isinya akan bertahan malu-malu seperti ini?! Pasti sebentar lagi juga udah berubah DRASTIS.
Kalo kita baca media di luar negeri khususnya di negara-negara TIMUR TENGAH sana, negara kita kini dipandang agak sinis gara-gara PLAYBOY INDONESIA ini. Bahkan beberapa media menulis dengan judul, NEGARA MUSLIM TERBESAR DI DUNIA TERBITKAN PLAYBOY VERSI INDONESIA! Sumpah! Malu banget!
Seharusnya kita sadar, kebebasan bukan berarti menyingkirkan asas manfaat. Apa sih untungnya dengan terbitnya PLAYBOY INDONESIA ini selain masalah DUIT? Apa penerbit ini gak mikir dampak jangka panjangnya? Apalagi katanya majalah ini dijual bebas, bahkan di eceran depan MADRASAH sekalipun! Wah klo ini sih UDAH gak BENER!
Yah tapi sebagai orang yg gak punya kekuatan apa-apa, aku sih cuman berharap, JANGANLAH KESENANGAN SEMATA --DUIT--AKHIRNYA KITA NGELUPAIN DAMPAK BURUK BAGI MASYARAKAT LUAS. Semoga... 
|
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/snhadi/trackback/49358 |
|
|
|
|
|
Jadi PANAS nih!!!
Cermin Tergores |
2006/02/17 06:53
|
|
|
Jadi PANAS Nih!!! 
Setelah baca beberapa komentar di blognya Rollz tentang RUU antipornografi dan Pornoaksi, aku jadi pengen nulis juga. Aku jadi kebawa panas nih, apalagi ada yang dalam komentarnya men-generalisir bahwa golongan yang setuju RUU ini adalah golongan MUNAFIK!!! Apalagi pake dijadiin singakatan lagi, Muka Nabi Pikiran Kotor (MUNAFIK).
Aku pikir, pro dan kontra itu wajar aja. Tapi jangan sampe buat kita jadi punya pikiran negatif ke orang lain. Seharusnya kita berterima kasih ke mereka-mereka yang peduli nasib moral bangsa ini ke depannya. Jangan justru malah menganggap mereka MUNAFIK! Kita sendiri, apa yang udah kita lakuin untuk mencegah kebobrokan moral bangsa ini?? Apa cukup dengan saling menyalahkan?? Aku pikir NGGAK BANGET!!
Darimana kita bisa menilai orang itu munafik atau tidak? Apalagi kalau kita belum pernah berinteraksi dengan orangnya secara langsung. Saya pikir pendapat semacam ini gak bijak, justru cenderung provokatif.
Menurutku, maksud dari dibuatnya UU ini baik, jadi jangan sampe kita menganggap buruk dulu. Toh, klo UU ini jadi disahkan, apa ruginya sih buat kita? Justru kita bakal banyak mengambil manfaatnya. Saya bisa jamin itu, karena sesuatu yang dimulai dengan maksud baik akan mencapai hasil yang baik pula.
Jadi sekali lagi, PRO dan KONTRA itu biasa. Yang tidak biasa adalah kita saling menghujat, menyalahkan di antara kita, seolah-olah kita paling benar saja.
|
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/snhadi/trackback/47277 |
|
|
|
|
|
Anakku Malang...
Cermin Tergores |
2005/12/20 00:16
|
|
|
Anakku Malang....
Plak…Plak…Plak…!
“Dasar anak bandel…!â€
Berapa sering, dalam kehidupan kita, baik di lingkungan keluarga kita sendiri atau lingkungan sekitar, kita melihat adegan seperti di atas? Mungkin sudah tak terhitung, karena banyaknya!
Yah, kekerasan terhadap anak seringkali kita jumpai, dan seringkali kita tak bisa berbuat apa-apa. Kalau kekerasan itu terjadi di lingkungan keluarga kita sendiri, mungkin kita masih bisa turut campur. Tetapi kalau kekerasan itu terjadi di keluarga orang lain, maka tentu akan banyak pertimbangan bagi kita kalau mau turut campur. Di satu sisi, kita khawatir akan timbul konflik baru dengan orang tua si anak jika kita dianggap mencampuri urusan keluarga orang lain. Tapi di sisi lain, kita khawatir akan terjadi masalah besar yang akan menimpa jiwa si anak di kemudian hari jika kita tidak turun tangan.
Anak, dari pandangan agama adalah titipan Tuhan yang harus dijaga baik-baik. Sebagai orang tua kita tidak bisa mendikte anak untuk menjadi seperti yang kita inginkan, apalagi dengan cara kekerasan. Karena menurut penelitian, pendidikan yang diberikan kepada anak dengan cara penuh kasih sayang tujuh kali (7x) lebih efektif diserap si anak dibanding dengan cara kekerasan.
Selain kurang bisa masuknya apa yang kita ajarkan kepada anak, kekerasan juga akan menyebabkan trauma yang cukup serius kepada si anak, dan ini akan mengganggu kesehatan jiwanya. Anak akan cenderung memiliki sikap keras dan ini akan terbawa sampai dia dewasa. Dan apabila kemudian hari dia memiliki keturunan, maka lingkaran setan ini akan kembali berulang.
Menurut penelitian, 60% pelaku tindak kekerasan terhadap anak adalah sang ibu sendiri. Sungguh ironi memang, ibu yang melahirkan, menyusui, membesarkan justru merupakan musuh bagi perkembangan jiwa anak sendiri.
Apakah kita tidak bisa mendidik mereka dengan kasih sayang? Apakah kita mau nafsu amarah yang kita rasakan sesaat akan membekas dalam jiwa si anak sampai kapanpun? Mari kita mulai peduli dengan mereka! Kita harus bersyukur bahwa sekarang ini sudah lahir Undang-undang perlindungan anak yang akan mengganjar pelakunya dengan hukuman pidana 3,5 tahun apabila terbukti melakukan kekerasan terhadap anak. Dan hukumannya akan semakin berat jika yang melakukan adalah ibunya sendiri.
Maka dari itu, mulai saat ini mari kita peduli akan nasib generasi penerus kita. Jangan sampai kekerasan yang kita lakukan membuat mereka menjadi generasi yang “pincang†di masa depan!!!
|
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/snhadi/trackback/44122 |
|
|
|
|
|
Sadisnya Gadis Kecilku...
Cermin Tergores |
2005/12/03 01:07
|
|
|
Beberapa hari yang lalu, di perjalanan pulang (dalam kapal ferry) menuju Batam dari mengunjungi pameran di Singapura, saya sempat melihat acara tv Indonesia.
Waktu itu kebetulan sedang acara sinetron. Namun saya cukup kaget juga, ketika ternyata dalam sinetron tersebut banyak terdapat adegan yang tidak layak di siarkan.
Salah satu contoh, ada adegan anak perempuan kecil yang sedang mengancam dan menunjukkan sikap tak layak kepada anak perempuan kecil lain yang sedang menangis. Bahkan di adegan terakhir, si gadis kecil yang marah menyiramkan air ke kepala anak kecil yang sedang menangis sambil tersenyum penuh keculasan.
Apakah adegan ini ril terjadi di masyarakat kita? saya pikir tidak! Tetapi bisa menjadi nyata dalam kehidupan, jika saja pada saat sinetron itu diputar, ada anak lain (mungkin adik2 kita, keponakan2 kita, dll) di rumah yang sedang menonton.
Lalu apa jadinya kalau mereka kemudian terinspirasi melakukan hal sama? -kita tahu anak2 mudah sekali meniru apa saja yang mereka lihat! Apakah jadinya mereka nanti kalau sudah besar, jika sewaktu kecil saja akhlaknya sudah buruk?
Apakah para pemilik production house (PH) atau televisi tidak melihat dampak negatif adegan ini ke depannya? Apakah demi bisnis dan uang, mereka rela mengorbankan masa depan generasi muda bangsa? Apakah Anda rela, anak, keponakan, atau adik Anda menjadi anak berakhlak buruk? Tentu tidak bukan? Makanya mari kita mulai selektif memilihkan acara untuk ditonton anak, keponakan, atau adik-adik kita!
|
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/snhadi/trackback/43324 |
|
|
|
|
|
Curhat Si Miskin di Hari Lebaran
Cermin Tergores |
2005/10/28 15:07
|
|
|
Curhat Si Miskin di Hari Lebaran
Ya Allah, terima kasih Kau telah berikan aku kesehatan tuk Jalani Ibadah di Bulan Suci-Mu. Terima kasih kau Beri aku Iman sehingga aku bisa khusyu' menyembah-Mu.
Tuhan, terima kasih Kau jadikan aku Muslim sehingga aku bisa merasakan nikmatnya persaudaraan yang kental saat hari fitri tiba.
Tuhan, terima kasih Kau berikan aku banyak sahabat yang peduli padaku, sehingga aku bisa ikut berbahagia dengan zakat yang mereka berikan ketika menjelang hari yang Fitri.
Tetapi kenapa ya Tuhan banyak dari mereka yang memberikan zakat pada saat malam Idul Fitri? Padahal Engkau tahu, semua toko sudah tutup, semua pedagang sudah libur, terus dimana aku harus belanja tuk beli lauk pauk agar aku bisa nikmati esok harinya di hari Idul Fitri? Kemana aku harus aku belanjakan uang Zakat mereka?Engkau tahu setiap hari aku merasakan kekurangan, apakah di hari yang Fitri aku juga akan "kekurangan" walau banyak uang atau beras zakat berada di atas tempat tidurku?
Tuhan, Andai saja mereka semua memberikan zakatnya beberapa hari sebelum lebaran, maka pasti akan jauh bahagia. Tapi Tuhan, aku tetap bersyukur pada-MU
Tuhan, maafkan aku jika sudah banyak mengeluh meskipun Engkau telah berikan banyak Rizki padaku melalui Zakat para dermawan itu...
|
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/snhadi/trackback/41912 |
|
|
|
|
|
Mental"ku"kini, Entah Nanti...
Cermin Tergores |
2005/10/27 12:37
|
|
|
Mental"ku" Kini, Entah Nanti...
Daripada bengong or ngiri liat temen yang lagi tidur lagi setelah sahur, mending aku buka2 blog and posting. Lumayan tuk manfaatin waktu...
Aku teringat obrolan dengan temen kemarin malem. Dia bilang, kenapa ya kita lebih mudah menghargai bangsa lain dibanding bangsa kita sendiri. Kira2 apa maksudnya ya?
Ceritanya begini, kemarin dia bareng koleganya dari Singapura datang ke pemerintah kota di daerah X. Dia agak kaget ketika sambutannya begitu hangat ketika yang datang itu orang luar negeri, apalagi waktu obrolan temenku sama koleganya berlangsung pake bahasa Inggris. Kayaknya urusan jadi mudah banget dan gak perlu lama-lama nyelesain urusan.
Padahal kalo kita sendiri yang datang tanpa temen orang asing (mau bule mau asia yg penting luar negeri), urusannya bakal gak semudah itu. Paling yang ada kita "dilempar sana dilempar sini". Urusan nggak bisa kelar-kelar.
Mungkin karena dulu kita bekas bangsa jajahan kali ya, jadi hormat pada bangsa asing lebih diutamakan daripada bangsa sendiri? Aku gak ngerti kenapa bisa begini, kalo niatnya menghormati tamu seharusnya semua orang yang berkunjung ke kita dilayani dengan baik, tanpa harus memandang asal si tamu itu.
Contoh lain masih banyak, misalnya klo kita ditanya, kenapa kamu nikah sama BULE? Sebagian orang akan jawab, TUK PERBAIKI KETURUNAN! (Ada yang ngomongnya sambil ketawa, adapula yang sambil serius). Apa maksudnya tuh? Apa selama ini bangsa ini keturunannya JELEK-JELEK?
Aku hanya bisa tersenyum mendengar cerita itu, tapi sekaligus sedih di lubuk hatiku yang paling dalam... Apakah nanti juga akan masih seperti ini, aku tak pernah tahu... |
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/snhadi/trackback/41837 |
|
|
|
|
|
| Berharap menjadi baik setiap waktu... |
|
 |
Inspirasi Persahabatan (23) |
|
 |
Kursi Patah Kekuasaan (6) |
|
|
|
<<
2012/05
>>
| S |
M |
T |
W |
T |
F |
S |
|
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
| 6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
12 |
| 13 |
14 |
15 |
16 |
17 |
18 |
19 |
| 20 |
21 |
22 |
23 |
24 |
25 |
26 |
| 27 |
28 |
29 |
30 |
31 |
|
|
|
|
|
|