Perempuan kedua....
Dia datang saat aku rindu temen berbagi, sahabat bercerita. Orangnya baik, manis, lembut, dan penurut...
Aku kenal dia karena emang dia adik kelasku di kampus. Beda kita 4 taun. Meski aku gak kenal saat di kampus dulu, aku akhirnya kenal lewat bantuan temen sekantorku yang kebetulan satu angkatan dengan dia waktu di kampus.
Ini perempuan super unik! Tutur bahasanya halus dan tertata rapi banget...adat istiadat jawa kental melekat. Sampe kadang2 aku sendiri pas ngobrol sama dia bingung (secara aku kan orangnya suka asal, ngomong juga suka gak jelas arahnya).
Oh ya lupa, namanya Rahmi. Aku beruntung pernah deket dan kenal sama dia. Selain anaknya unik dalam hal tampilan luar, tampilan dalamnya lebih unik. Orangnya polos, selalu positif thinking ke orang, gak neko2, dan berbakti banget ke orang tuanya. Dia juga buat aku rajin bangun malem, lebih teratur, dan makin semangat kerja! Yah dia satu2nya wanita terajin yg pernah aku kenal! (bayangin dia tidur jam 11 malem, bangun jam 2 pagi. Abis sholat malem, dia langsung nulis2 dan gak tidur lagi sampe waktunya ke kampus).
Aku deket sama dia karena hobi kita emang sama, nulis! Selain lagi riset tugas akhir, kerjaannya di luar kampus, sering nulis2 artikel di majalah, masak, dll. Aku inget banget dia punya cita2 selepas kuliah dia mau buka restoran, dan dia yang akan majang menunya sendiri.
Uniknya, klo dia curhat ke kakaknya via sms, tanpa sengaja dia juga kirim ke aku dg isi yang sama. Termasuk saat dia curhat tentang aku. Yah aku gak tau ternyata dia jujur mengakui aku adalah laki2 terbaik yang pernah dia kenal!
Sayangnya kita harus jauh, saat orang tuanya memilih orang lain sebagai calon pendamping hidupnya kelak dengan alasan mereka sudah kenal dekat, dan tau seluk beluk keluarganya. Jujur aku sedih, dia juga sama. Tp karena dia anak yang paling penurut yang aku kenal, dia gak bisa menolaknya.
Tp sayang, rupanya allah juga punya jalan lain. Sebelum dia sempet mengikatkan diri dengan pria pilihan ortunya, dia sakit...yah sakit itu membuat dia pergi selamanya...dari sisiku juga dari sisi orang2 yang dia cintai.
Selamat jalan adikku...Allah ternyata lebih menyayangimu.
Perempuan ketiga....(Bersambung)
|
|