|
|
|
Aku akan Menunggu
love... |
2010/03/21 08:10
|
|
|
Aku meraba sebuah ruang kosong
Hampa...
Aku mati rasa,..
Menyisakan begitu banyak gundah dalam setiap jengkal rasa yang ada di hatiku
Lihat,
aku juga telah berusaha membunuhmu dari hatiku
Tapi selalu kudengar gema namamu berulang kali
Setiap hari,..
Selama jam dinding masih terus membisikkan waktu
Air mataku merebak,..
Jika teringat sepotong rindu yang harusnya sudah terlupa
Kamu,..
Yang meresap sempurna dalam hati dan memoriku.
Aku pernah melangkah,..
Dengan kaki terseok
Memandu tubuhku untuk berpaling darimu
Tapi kakiku dibebat dengan sangat kuat oleh sebait kenangan bersamamu.
Maka aku jatuh,..
Terduduk,..
Terdiam
Dan meratap dalam sebuah harap..
Takkan kuputar waktu
Atau dengan mesin waktu kembali ke masa lalu.
Biarlah sedianya berjalan seperti ini.
Tetap di tempatnya semula.
Hanya saja, jika kubilang aku akan menunggu, apakah nanti kau masih akan kembali? |
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/shaen_tix/trackback/59 |
|
|
|
|
|
Perpisahan
love... |
2010/03/13 07:42
|
|
|
Kita asing... Memapah luka yang tak kunjung kering Mencoba berdiri sendiri...Berteriak tentang ketakpedulian satu sama lain...
Memilih menghindar
Lalu berjalan dengan rute yang berbeda... Tetesan air mata...Ditahan atau diusap berkali-kali... Kemunafikan... Melisankan rasa tak butuh, padahal sakau berkali-kali... Sedikit kebohongan... Dengan senyuman untuk pemanis
Mengaku kuat, Tapi berulang kali jatuh terduduk... Mengharap pelangi, Namun tahu, hujan masih akan turun entah sampai kapan...
Jiwa yang lelah... Dipaksakan untuk sembuh bukan pada waktunya.. Mencari pengalihan. Tapi tahu, itu semu dan tak nyata.
Hilang. Dalam gelap semakin tak tahu arah.
Kembali ! Jangan pergi!
Kata yang seharusnya tak pernah terucap : PERPISAHAN
|
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/shaen_tix/trackback/55 |
|
|
|
|
|
Cinta
love... |
2007/08/02 12:01
|
|
|
Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang saling mencintai, menyebutnya takdir.
Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kita kesusahan untuk menguji.
Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.
Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya.
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.
Mengapa menunggu?
Karena walaupun kita ingin mengambil satu keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.
Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan iri dengan apa yang ada. Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat.
Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.
Bunga tidak mekar dalam waktu semalam, kota Roma tidak dibangun dalam sehari.
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan.
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.
Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, dan penantian kita tidaklah sia-sia.
Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal, iman, keberanian, dan pengharapan penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.
Pada akhirnya, Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting. |
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/shaen_tix/trackback/23 |
|
|
|
|
|
| Nih blog shaen buat,biar uneg2 yg ada di otak shaen ini...bisa shaen tuangkan disini...and shaen anjurkan untuk mengutamakan kebebasan berpikir... |
<<
2012/05
>>
| S |
M |
T |
W |
T |
F |
S |
|
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
| 6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
12 |
| 13 |
14 |
15 |
16 |
17 |
18 |
19 |
| 20 |
21 |
22 |
23 |
24 |
25 |
26 |
| 27 |
28 |
29 |
30 |
31 |
|
|
|
|
|
|