hijau bumiku - bumiku hijau Home Blog|Location|Tag  |Guestbook
Pohon yang Kehilangan Rohnya
Uncategorized | 2008/11/15 09:04

Ini cerita tentang salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan. Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang menarik yakni meneriaki pohon. Untuk apa ? Kebisaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak.

Inilah yang mereka lalukan, jadi tujuannya supaya pohon itu mati. Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu. Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari. Dan, apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya juga mulai akan rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan dengan demikian, mudahlah ditumbangkan.

Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya.

Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati. Nah, sekarang, apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk primitif di kepulauan Solomon ini ?

O, sangat berharga sekali!

** Yang jelas, ingatlah baik-baik bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup tertentu maka berarti Anda sedang mematikan rohnya.

** Pernahkah Anda berteriak pada anak Anda, ?Ayo cepat ! Dasar leletan? Bego banget sih. Berisik ! Bising !? Apaan sih!? Sebel banget sih !?

** Atau, pernahkah Anda berteriak kepada orang tua Anda karena merasa mereka membuat Anda jengkel ?

** Atau, mungkin Anda pun berteriak balik kepada pasangan hidup Anda karena Anda merasa sakit hati?

** Atau seorang atasan berteriak pada bawahannya saat merasa kesel, ?e tahu ngak ? Karyawan kayak kamu tuk kalo pergi aku kagak bakal nyesel. Ada banyak yang bisa gantiin kamu? Sial ! Kerja gini nggak becus ?

Ingatlah! Setiap kali Anda berteriak pada seseorang karena merasa jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita cintai. Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita. Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita perlahan-lahan, pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan hubungan kita.

Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah untuk mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan. Coba kita perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Teriakan, hanya kita berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, bukan ? Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter. Mudah menjelaskannya. Pada realitanya, meskipun secara fisik mereka dekat tapi sebenarnya hati mereka begituuuu jauhnya. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak !

Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha melukai serta mematikan roh pada orang yang dimarahi kerena perasaan-perasaan dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas.

Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin roh pada orang yang kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati, janganlah menggunakan teriakan-teriakan. Tapi, sebaliknya apabila Anda ingin segera membunuh roh pada orang lain ataupun roh pada hubungan Anda, selalulah berteriak. Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang Anda akan terima. Anda akan semakin dijauhi. Ataupun Anda akan mendapatkan teriakan balik, sebagai balasannya.

Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai, tanpa harus berteriak-teriak untuk mencapai tujuan kita. :-)

Karena dengan kita berbicara baik-baik tanpa teriakan dan emosi, hasil yang diharapkan juga akan lebih baik..

Jangan karena kita teriak dan memaki utk emosi sesaat , akhirnya kita akan kehilangan selamanya!


Trackback : | Comment
Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/sebelasagustus/trackback/67

Name :
Password :
Homepage :
 
Content :
 



[PREV] [1] ..[6][7][8][9][10][11][12][13][14].. [52] [NEXT]
My Blog   |   Admin   |   Write
BLOG main image
We work for a future where our children, and our children’s children - will be able to enjoy the great diversity and wealth of choice that our planet offers us today
Name :

Message :

MENGERTI ARTI HIDUP??? by buddy666 04:17
HAMAS - PEMBASMI ZIONISME by sebelasagustus 01/09
Intifadah...potret mujahid P.. by sebelasagustus 01/09
soby_ndeso by soby_ndeso 01/09
soby_ndeso by soby_ndeso 01/09
All (52)
our earth (1)
inspiring (8)
intermezzo.. (10)
protocol kyoto waktu global warming save earth sakit hati inspiring their love for earth
HAMAS - PEMBASMI ZIONISME
Intifadah...potret mujahid P..
Dari Frederic Kanoute untuk ..
TOMODACHI....bukan GANK BIAS..
DO'A untuk PALESTINE (2)
mantan kok setia sih mas... ..
01/09 - ulkamri koto
ya...mari kita senantiasa be..
01/09 - ulkamri koto
gokil bgt sich yg bikin ne p..
01/09 - dede
innalillahiii.. kasian sodar..
01/08 - sacharissa
kt harus smkn pdli dg lngkng..
2008 - az
sebelasagustus 2008
wisosa9 2008
requezt 2008
nopathz 2008
ineb_best 2008
Total : 2749
Today : 6
Yesterday : 53
 
 
 
My Blog : Tag : Location : Tag : Guestbook : Admin
ulkamri koto’s Blog is powered by blogboleh.com
 X