Program “ITB Untuk Semua” adalah suatu skema penerimaan mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung yang secara khusus menyediakan bangku kuliah bagi para lulusan sekolah menengah umum dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi (penghasilan kedua orang tua di bawah atau sama dengan Upah Minimum Regional setempat). Uang pendidikan, ongkos tempat tinggal, dan biaya hidup selama menempuh kuliah di Bandung akan didanai beasiswa “ITB Untuk Semua” (alokasi dana 100 jt per anak utk lima tahun). Dana akan diperoleh dari alumni ITB, baik perseorangan atau berkelompok (alumni yg sudah bersedia menjadi orang tua asuh adalah Ir. Benny Subianto, Ir. Martiono Hadianto, Ir. Betty Alisjahbana, Ir. Karen Agustiawan, dll). Sekitar 100 bangku kuliah disediakan secara khusus bagi para lulusan SMU angkatan 2009 dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi.
Para calon penerima beasiswa akan mengikuti Penelusuran Minat, Bakat, dan Potensi ITB (PMBP) jalur beasiswa penuh. Sebelum kuliah, para calon yang diterima akan mengikuti masa persiapan untuk membantu penyesuaian diri dengan suasana kuliah serta kehidupan di Bandung. Selama kuliah, para mahasiswa program “ITB Untuk Semua” akan mendapat pembimbing khusus untuk membantu menyelesaikan kendala studi dan mengatasi persoalan personal yang mungkin muncul selama menempuh kuliah di ITB. Para mahasiswa juga akan diberi kesempatan mengikuti ceramah-ceramah inspirasional, studi banding ke lokasi-lokasi penerapan teknologi tepat guna, dsb. Para lulusan program “ITB Untuk Semua” diharapkan kelak akan menjadi agen perubahan di daerah asal mereka.
Persyaratan
Para calon penerima beasiswa “ITB Untuk Semua” harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
Calon lulusan sekolah menengah umum pada tahun ajaran 2009 (bidang studi IPA untuk fakultas Sains dan Teknik).
Berasal dari keluarga yang tak mampu secara ekonomi (penghasilan kedua orangtua di bawah Upah Minimum Regional setempat)
Memiliki prestasi akademik yang sangat baik.
Aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah (lebih diutamakan yang memiliki bakat memimpin)
Mendapat rekomendasi dari kepala sekolah
Bersedia mengikuti ujian penerimaan yang dilakukan ITB
Bidang Studi yang Dapat Dipilih
Fakultas/Sekolah yang dipilih oleh calon penerima beasiswa adalah sbb:
Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD),
Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL),
Fakultas Teknologi Industri (FTI),
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA),
Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD),
Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM),
Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI),
Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK),
Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB),
Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH),
Sekolah Farmasi (SF),
Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM).
Cara Mendaftar
Kirimkan berkas formulir pendaftaran (pada halaman terakhir leaflet ini, boleh di-fotocopy) dengan dilengkapi dokumen sbb:
Fotocopy halaman depan rapor SMU dan halaman-halaman nilai (dari semester I hingga V) yang telah dilegalisir pihak sekolah
Surat keterangan berasal dari keluarga yang secara ekonomi tak mampu dengan ditandatangani Ketua RT/RW (Yang dimaksud keluarga yang secara ekonomi tak mampu adalah penghasilan kedua orangtua per bulannya di bawah atau sama dengan Upah Minimum Regional setempat. Kami akan> melakukan survey lapangan secara random untuk mengetahui kondisi keluarga calon mahasiswa)
Surat dukungan/referensi dari kepala sekolah
Tulisan 1 halaman kertas A4 (boleh diketik atau tulis tangan) yang menjelaskan mengapa pendaftar ingin mengikuti program ”ITB Untuk Semua”
Tulisan 1 halaman kertas A4 (boleh diketik atau tulis tangan) yang menggambarkan kondisi keluarga pendaftar [Misalnya, menceritakan pekerjaan orang tua, kegiatan pendaftar di luar sekolah, kondisi masing-masing anggota keluarga, dsb]
Berkas pendaftaran lengkap dimasukkan amplop coklat berukuran besar dan dikirim ke:
Panitia Penerimaan Beasiswa ”ITB Untuk Semua”
Direktorat Pendidikan ITB
u.p. Kasubdit Penjaringan Mahasiswa/Ketua Lembaga TPB
Gd. CCAR ITB Lt.4
Jl. Tamansari 64 Bandung
Berkas paling lambat dikirimkan pada20 April 2009 (cap pos)
Ujian Penerimaan
Panitia seleksi tahap awal program ”ITB Untuk Semua” akan melakukan penilaian berdasarkan berkas yang masuk. Penilaian meliputi:
Kemampuan akademik
Motivasi (dilihat dari tulisan mengapa pendaftar ingin mengikuti program ”ITB Untuk Semua”)
Kondisi keluarga (dilihat dari tulisan kondisi keluarga pendaftar)
Pengujian kebenaran data yang diberikan kepada pihak sekolah
Dari hasil penilaian tersebut, panitia tahap awal akan memanggil (melalui surat) calon-calon potensial untuk mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) jalur PMBP terpusat dan wawancara di kampus ITB di Bandung. Seluruh biaya transportasi dan akomodasi selama ujian akan disediakan oleh ITB. Ujian ini akan berlangsung pada 29 Mei- 31 Mei 2009.
Panitia akan mengumumkan penerima beasiswa (hanya calon potensial, yang diterima yang akan dikirimi surat) pada pertengahan bulan Juni 2009. Penerima beasiswa akan berkumpul kembali di Bandung pada akhir bulan Juni 2009 untuk mengikuti program penyesuaian diri.
Pada bulan Agustus 2009, penerima beasiswa ”ITB Untuk Semua” mulai mengikuti perkuliahan di ITB.
sekolah...kuliah...kerja....
ayo kita bandingkan, adakah peubahan tampang kita...??
-selamat untuk yang udah melalui fase ke-empat...dan...ke-lima....( selamat ya Pepy, Liza...,Arisman juga....Novi udah pa belum...Ari katanya bulan January...jadi kan..?)
-yang akan nempuh fase ke-empat...( ada chaca..dan...katanya yopi mau juga..ayo pi..., nunung jadikan sama Mr. APIT...Varioman...?? tapi umumnya kita di sini neh..iiiihh....jadi malu..)
-yang masih di fase ke-dua ( Ayo Daymon...semangat...Itha juga...tapi Itha lebih jago, Apoteker ya tha.., sementara Daymon dari lebaran 2007 kemaren masih Mem-Print skripsi nya...Fani sudah kompre kan Fan ?)
-yang lagi sakit, cepat sembuh ya Meg...kami semua mendoakanmu...sabar ya...
-yang udah jadi jutawan..(duhh...yopi lagi...hidup Dr. Hape..!! )
-yang baru jadi PNS..(Riza jangan korupsi ya za..)
-yang udah jadi abdi masyarakat...( Dr. Sari...Sayangi Negeri Pelalawan kita... Titin dimana Tin ? Ada Drg. Citra...duuuh...jadi kangen....)
-yang ngaggur...maaf...ga mo nyebutin...:-)
-yang betah kerja di kota baru-nya....Vivi, Mira, Shulhan, Ryan, Doles juga kan...
-dan yang sampai sekarang ga ada kabar berita (ngilang..ga tau kordinat dimana mereka berada..)
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
“Janganlahkamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). jika kamu menderitakesakitan, Maka Sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan (pula),sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allahapa yang tidak mereka harapkan. dan adalah Allah Maha mengetahui lagiMaha Bijaksana”. (AN-Nisa:104)
YahyaAbdul Lathif Ayyasy, dilahirkan pada tanggal 6 Maret 1966 di desa Rafat, baratlaut kota Nablus, Tepi Barat Sungai Jordan. Menyelesaikan pendidikan dasarhingga menengah atas di kampung halamannya. Beliau termasuk siswa yang memilikiprestasi menonjol sehingga berhak melanjutkan studinya di Universitas BeirZeit. Lulus dari Fakultas Teknik jurusan Teknik Elektro di Universitas BeirZeit pada tahun 1988.
Menikahdengan salah seorang kerabatnya dan dikaruniai dua orang anak, Baro' dan AbdulLathif. Aktif dalam barisan Brigade Izzuddin al Qassam sejak awal syap militerHamas ini didirikan, tahun1992. Selanjutnya aktivitas beliau terkonsentrasipada pembuatan dinamit dari bahan baku yang banyak tersedia di tanah Palestina.Di kemudian hari, beliau pengembangkan metode seranganserangan isytisyhadiyyah(mati syahid) setelah pembantaian yang terjadi di Mesjid Al-Ibrahimi, Hebron,Februari 1994. Beliau dianggap bertanggung jawab atas rentetan seranganisytisyhadiyyah sehingga beliau menjadi target utama militer Imperialis ZionisIsrael.
Selamatiga tahun berturut-turut beliau terus diburu dan dikejar-kejar. Akhirnya pihakzionis Israel baru bisa membunuhnya setelah mengerahkan ratusan agen (antek)dan intelijennya. Beliau gugur terbunuh di Bait Lahia, utara Jalur Gaza padatanggal 5 Januari 1996 akibat ledakan bom yang ditaruh di dalam hand phone yangkadang-kadang beliau pergunakan. Sekitar setengah juta warga Palestina di Gazamengantarkan kepergian beliau untuk selamanya. Sebagai aksi belasan atargugurnya Yahya Ayyasy, mujahidin Brigade Izzuddin al Qassam melancarkanserentetan serangan isytisyhadyyah, yang mengakibatkan tewasnya 70 orang Yahudidan ratusan orang lainnya luka-luka.
Beliau adalah Ahmad Ismail Yasin, dilahirkan pada tahun 1938 di desa el Jaura pinggiran el Mijdal, selatan Jalur Gaza. Mengungsi bersama keluarganya ke Jalur Gaza setelah perang Palestina (nakbah) tahun 1948. Mengalami kelumpuhan total sejak muda akibat kecelakaan dalam sebuah aktifitas oleh raga.
Bekerja sebagai guru Bahasa Arab dan Tarbiyah Islamiyah, kemudian bertugas sebagai khatib dan guru di masjid-masjid Gaza. Dalam masa penjajahan, dia menjadi khatib paling populer di kalangan masyarakat Jalur Gaza karena kekuatan argumennya dan keberaniannya dalam al haq (kebenaran).Menjadi ketua perhimpunan Islam di Jalur Gaza Pada tahun 1983, Syaikh Ahmad Yasin ditangkap rezim Imperialis Israel atas tuduhan memiliki senjata, membentuk pasukan militer dan menyerukan pelenyapan eksistensi negara Yahudi. Karenanya, beliau dihadapkan ke mahkamah militer Israel dan divonis 13 tahun penjara.
Pada tahun 1985, beliau dibebaskan dalam rangka pertukaran tahanan antara pihak rezim Imperialis Israel dengan PFLL (Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina) - Pimpinan Umum, setelah mendekam 11 bulan dalam penjara rezim Imperialis Israel. Bersama para kativis perlawanan islam (islamiyun) Palestina, beliau mendirikan organisasi perlawanan, Gerakan Perlawanan Islam ”Hamas” - Palestina, di Jalur Gaza pada tahun 1987.
Pada akhir bulan Agustus 1988, militer Imperialis Israel menyerbu rumah kediaman beliau di Gaza. Mereka melakukan pengeledahan dan mengancam membuangnya di atas kursi roda yang beliau duduki sehari-hari ke Libanon. Pada malam hari tanggal 17 Mei 1989, rezim Imperialis Israel kembali menangkap Syaikh Ahmad Yasin berserta ratusan aktivis Gerakan Hamas, dalam rangka upaya menghentikan perlawanan bersenjata yang terjadi ketika itu dengan mengambil bentuk serangan dengan menggunakan as silah al abyadh (senjata putih), yakni selain senjata api terhadap serdadu-serdadu Israel, warga Yahudi serta penculikan terhadap agen-agen Israel. Pada tanggal 16 Oktober 1991, mahkamah militer Imperialis Israel mengeluarkan keputusan dengan memvonis Syaikh Ahmad Yasin berupa penjara seumur hidup ditambah 15 tahun, setelah disodorkan daftar tuduhan sebanyak sembilan item. Di antaranya seruan (provokasi) penculikan dan pembunuhan terhadap serdaduserdadu Imperialis Israel, pendirian Gerakan Hamas beserta sayap militer dan dinas keamanannya.
Di samping menderita kelumpuhan total, Syaikh Ahmad Yasin juga menderita beberapa penyakit lain. Di antaranya, kebutaan di mata kirinya dan lemah pandangan di mata kanannya akibat penyiksaan yang beliau alami saat menjalani penyidikan, menderita radang telinga cukup kronis, alergi paru-paru, beberapa penyakit dan peradangan dalam dan usus. Kondisi penahanan yang buruk yang dialami Syaikh Ahmad Yasin menyebabkan merosotnya kondisi kesehatannya, sehinggga harus dipindahkan ke rumah sakit beberapa kali. Kondisi kesehatan Syaikh Ahmad Yasin terus menurun akibat penahanan dan tidak adanya pelayanan kesehatan yang memadai.
Pada tanggal 13 Desember 1992, sekelompok sukarelawan berani mati (fida’i) dari Brigade Izzuddin al Qassam menculik seorang serdadu militer Imperialis Israel. Brigade Izzuddin al Qassam menuntut pelepasan serdadu Israel tersebut dengan kompensasi pembebasan Syaikh Ahmad Yasin dan beberapa tawanan di penjara rezim Imperialis Israel, di antara mereka ada sedang menderita sakit, orang lanjut usia serta beberapa tawanan Arab yang ditangkap militer Imperialis Israel di Lebanon. Namun pihak Imperialis Israel menolak tuntutan tersebut, bahkan balik melancarkan serangan ke lokasi penahanan serdadu Israel tersebut, sehingga menyebabkan kematiannya serta kematian komandan kesatuan penyerangan pasukan Imperialis Israel dalam penyerangan tersebut, sebelum syahidnya para pahlawan sukarelawan berani mati di dalam rumah yang berlokasi di desa Beir Nebala, dekat Jerusalem. Rabu pagi, tanggal 1 Oktober 1997, Syaikh Ahmad Yasin dibebaskan berkat perjanjian yang berlangsung antara Jordania dan rezim Imperialis Israel, dengan kompensasi penyerahan dua agen (antek) Zionis yang tertangkap di Jordan setelah mereka gagal dalam upaya pembunuhan terhadap al-Akh Khalid Misy'al, Kepala Biro Politik Hamas di Amman.
Senin, 22 Maret 2004, pesawat-pesawat tempur milik Israel, membidik seorang tua yang didorong di atas kursi roda, usai menunaikan Shalat Subuh di sebuah masjid di Desa el-Sobra, Gaza. Dengan melepaskan tiga rudal dari pesawat heli itu, pemimpin dan pendiri Gerakan Perlawanan Islam Hamas, Syeikh Ahmad Yasin (1936-2004), ditembak secara biadab oleh pasukan Zionis Israel. Ikut menjadi korban meninggal dunia lainnya adalah Mukmin Al-Yazori (28 tahun), Amer Ahmad Abdul 'Al (25 tahun), Rateb Abdurrahman Al-'Alon (52 tahun), Khumaes Sami Mushtahi (32 tahun), Rabe Abdul Hayyi Abdul Al (15 tahun) dan empat lainnya yang belum diketahui identitasnya. Sementara ada 16 lainnya terluka, diantarannya dua anak Syeikh Yasin, Abdul Hamed dan Abdul Ghani serta seorang pemuda lagi dari keluarga Zaqut.
Hamas adalah singkatan dari: ”Harakah al-Muqawamah al-Islamiyah” (Gerakan Perlawanan Islam). Hamas merupakan gerakan perlawanan rakyat nasional yang bergerak demi menciptakan situasi yang kondusif untuk merealisasikan kemerdekaan rakyat Palestina, membebaskan mereka dari penganiayaan, membebaskan bumi mereka dari penjajah Israel serta untuk menghadang proyek Zionisme yang didukung oleh kekuatan Imperialisme Modern.
Tokoh-Tokoh Hamas :
Syaikh al Mujahid Ahmad Yasin, Pendiri dan Tokoh Spiritual Hamas
DR. Abdul Aziz Ar-Ranteesi, Juru Bicara Hamas di Gaza
Ir. Ibrahim Ghousyah, Juru Bicara Hamas
As-Syahid Imad Aqil, Komandan Brigade Izzuddin al Qassam di Gaza
Ir. Imad el-Alami, Anggota Biro Politik Hamas
Jamal Manshur, Pemimpin Hamas di Tepi Barat Sungai Jordan
Khalid Misha'al, Kepala Biro Politik HAMAS
Syaikh Khalid Muhammad Amin el Haj, juru bicara resmi Gerakan perlawanan Islam Hamas di distrik Jenin.
We work for a future where our children, and our children’s children - will be able to enjoy the great diversity and wealth of choice that our planet offers us today