|
|
|
Posting terpanjang_
|
2007/04/30 16:01
|
|
|
Posting Ini Dia
adalah yg terpanjang
sepanjang sejarah per_BLOG_an ku
Hehe
|
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/q2_nih/trackback/15 |
|
|
|
|
|
ini dia
|
2007/04/30 15:54
|
|
|
yg baca posting an sebelum ini pasti binun
artikel yg mana?
kesimpulan apa?
Cakue deh_
hohoho
Ini nih artikel nya_
Subhanallah_ keren!
---------------
Episode akhir hidup Raden Adjeng Kartini adalah akhir hidup yang penuh hidayah. Secara tersirat beliau mengajak wanita Indonesia (khususnya wanita Jawa pada waktu itu) untuk belajar Al-Qur’an, baik cara membacanya, menghapalkannya, mengerti isinya, dan mengamalkannya.
***
"Kyai, perkenankanlah saya menanyakan, bagaimana hukumnya apabila seorang yang berilmu, namun menyembunyikan ilmunya?"
Pertanyaan ini diajukan Kartini kepada Kyai Haji Muhammad Sholeh bin Umar, atau lebih dikenal dengan Kyai Sholeh Darat, ketika berkunjung ke rumah pamannya Pangeran Ario Hadiningrat, Bupati Demak. Waktu itu sedang berlangsung pengajian bulanan khusus untuk anggota keluarga dan Kartini ikut mendengarkan bersama para raden ayu lainnya dari balik tabir. Karena tertarik pada materi pengajian tentang tafsir Al-Fatihah, setelah selesai Kartini mendesak pamannya agar bersedia menemaninya untuk menemui Kyai tersebut.
Tertegun mendengar pertanyaan Kartini, Kyai balik bertanya,
"Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?"
"Kyai, selama hidupku baru kali inilah aku sempat mengerti makna dan arti surat pertama (Al-Fatihah), dan induk Al-Quran yang isinya begitu indah menggetarkan sanubariku. Maka bukan buatan rasa syukur hati aku kepada Allah, namun aku heran tak habis-habisnya, mengapa selama ini para ulama kita melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al-Quran dalam bahasa Jawa. Bukankah Al-Quran itu justru kitab pimpinan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?"
Ibu Kartini muda yang di kala itu belajar Islam dari seorang guru mengaji, memang telah lama merasa tidak puas dengan cara mengajar guru itu karena bersifat dogmatis dan indoktrinatif. Walaupun kakeknya Kyai Haji Madirono dan neneknya Nyai Haji Aminah dari garis ibunya, M. A. Ngasirah adalah pasangan guru agama, Kartini merasa belum bisa mencintai agamanya. Betapa tidak? Beliau hanya diajar bagaimana membaca dan menghapal Al-Qur’an dan cara melakukan shalat, tapi tidak diajarkan terjemahan, apalagi tafsirnya. Pada waktu itu penjajah Belanda memang memperbolehkan orang mempelajari Al-Qur’an asal jangan diterjemahkan.
Tergugah dengan kritik itu, Kyai Sholeh Darat kemudian menterjemahkan Al-Qur’an dalam bahasa Jawa dan menuliskannya dalam sebuah buku berjudul Faidhir Rahman Fit Tafsiril Quran jilid pertama yang terdiri dari 13 juz, mulai dari surat Al-Fatihah hingga surat Ibrahim. Buku itu dihadiahkan kepada Ibu Kartini saat beliau menikah dengan R. M Joyodiningrat, Bupati Rembang pada tanggal 12 November 1903.
Kyai Sholeh Darat keburu meninggal pada tanggal 18 Desember 1903 pada saat baru menterjemahkan satu jilid tersebut. Namun dari informasi Ilahi yang tampaknya terbatas itu pun sudah cukup membuka pikiran Ibu Kartini mengenai Islam dan ajaran-ajarannya.
Salah satu hal yang memberikan kesan mendalam pada beliau adalah ketika membaca tafsir Surat Al-Baqarah. Dari situlah tercetus kata-kata beliau dalam bahasa Belanda, Door Duisternis Tot Licht. Ungkapan itu sebenarnya terjemahan bahasa Belanda dari petikan firman Allah Subhanahu wa Ta`ala yaitu Minadz Dzulumaati IlanNuur yang terdapat dalam Surat Al-Baqarah ayat 257. Oleh Armijn Pane, ungkapan itu diterjemahkan dalam bahasa Melayu atau Indonesia sebagai Habis Gelap Terbitlah Terang. Padahal jika berangkat dari petikan firman Allah Subhanahu wa Ta`ala tersebut lebih tepat dimaknai sebagai Dari Kegelapan Menuju Cahaya, yang dapat ditafsirkan sebagai ”dari pemikiran yang tak terarah menuju pemikiran yang dilandasi hidayah Iman dan Islam”.
Petikan firman Allah Subhanahu wa Ta`ala dalam Surat Al-Baqarah ayat 257 tersebut sebenarnya untuk menggambarkan kondisi kejiwaan seseorang yang mendapat hidayah Iman dan Islam, di mana dia mendapatkan informasi yang sangat terang dan masuk dalam kalbunya mengenai kebenaran yang hakiki dari Tuhannya. Kondisi seperti itulah yang dialami oleh Ibu Kartini menjelang akhir hidupnya.
***
Oleh sebab itu penulis membagi perjalanan hidup Ibu Kartini yang mengalami pencerahan dalam dua fase, yaitu fase pra dan selama-pasca mendapat hidayah. Momen perubahannya adalah pada saat beliau menghadiri pengajian tafsir Al-Qur’an yang diberikan oleh Kyai Sholeh Darat tersebut.
Dalam fase pertama, yaitu fase pra-hidayah, Ibu Kartini mendapat pencerahan tentang perlunya mendobrak adat-adat lokal, baik perilaku yang mengistimewakan keturunan ningrat daripada keturunan rakyat biasa maupun yang mengekang hak-hak wanita pada umumnya.
Menurut beliau, setiap manusia adalah sederajat dan mereka berhak mendapat perlakuan yang sama. Sedangkan khusus untuk wanita, mereka memiliki hak misalnya untuk memperoleh pendidikan sekolah, hak untuk melakukan aktivitas keluar rumah, hak untuk memilih calon suami. Namun di lain pihak Ibu Kartini juga berusaha untuk menghindar dari pengaruh budaya Barat walaupun juga mengakui bahwa perlu belajar dari Barat karena lebih maju dalam bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan. Dalam fase ini Ibu Kartini juga mengajukan kritik dan saran kepada Pemerintahan Hindia Belanda.
Dalam fase kedua, yaitu selama dan pasca mendapatkan hidayah, beliau mendapat pencerahan tentang agama yang dianutnya, yaitu Islam. Bahwa Islam, jika ajaran-ajarannya diikuti dengan benar sesuai dengan Al-Qur’an, ternyata membawa kehidupan yang lebih baik dan memiliki citra baik di mata umat agama lain. Ibu Kartini menulis dalam surat-suratnya, bahwa beliau mengajak segenap perempuan bumiputra untuk kembali ke jalan Islam. Tidak hanya itu, Kartini bertekad berjuang untuk mendapatkan rahmat Allah, agar mampu meyakinkan umat lain memandang agama Islam sebagai agama yang patut dihormati.
“Moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat umat agama lain memandang agama Islam patut disukai“ [Surat Kartini kepada Ny. Van Kol, 21 Juli 1902].
Klimaksnya, nur hidayah itu membuatnya bisa merumuskan arti pentingnya pendidikan untuk wanita, bukan untuk menyaingi kaum laki-laki seperti yang diyakini oleh kebanyakan pejuang feminisme dan emansipasi, namun untuk lebih cakap menjalankan kewajibannya sebagai ibu.
Ibu Kartini menulis: "Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama. “ [Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902].
Pikiran beliau ini mengalami perubahan bila dibandingkan dengan pada waktu fase sebelum hidayah, yang lebih mengedepankan keinginan akan bebas, merdeka, dan berdiri sendiri. Ibu Kartini menulis: “Jika saja masih anak-anak ketika kata-kata "Emansipasi" belum ada bunyinya, belum berarti lagi bagi pendengaran saya, karangan dan kitab-kitab tentang kebangunan kaum putri masih jauh dari angan-angan saja, tetapi dikala itu telah hidup di dalam hati sanubarai saya satu keinginan yang kian lama kian kuat, ialah keinginan akan bebas, merdeka, berdiri sendiri. “ [Surat Kartini kepada Nona Zeehandelaar, 25 Mei 1899].
Tidak hanya itu, nur hidayah itu juga bisa menyebabkan perubahan sikap beliau terhadap Barat yang tadinya dianggap sebagai masyarakat yang paling baik dan dapat dijadikan contoh.
Ibu Kartini menulis, "Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban?" [Surat Kartini kepada Ny. Abendanon, 27 Oktober 1902].
Dan yang lebih penting lagi, beliau menjadi sadar terhadap upaya kristenisasi secara terselubung yang dilakukan oleh teman-temannya. Ibu Kartini menulis, "Bagaimana pendapatmu tentang Zending, jika bermaksud berbuat baik kepada rakyat Jawa semata-mata atas dasar cinta kasih, bukan dalam rangka kristenisasi?... Bagi orang Islam, melepaskan keyakinan sendiri untuk memeluk agama lain, merupakan dosa yang sebesar-besarnya. Pendek kata, boleh melakukan Zending, tetapi jangan mengkristenkan orang. Mungkinkah itu dilakukan?" [Surat Kartini kepada E. E. Abendanon, 31 Januari 1903].
***
Allah Subhanahu wa Ta`ala Maha Berkehendak dengan menggariskan hidup Ibu Kartini yang terbilang cukup pendek, 25 tahun, yaitu empat hari setelah melahirkan putranya, R. M. Soesalit. Dia juga mentakdirkan hidup Kyai Sholeh Darat tidak cukup panjang untuk menuntaskan buku tafsir Al-Qur’an dalam bahasa Jawanya, sehingga informasi mengenai Al-Qur’an yang diterima oleh Ibu Kartini masih terbatas. “Manusia itu berusaha, Allah-lah yang menentukan. “ [Surat Kartini kepada Ny. Ovink Soer, Oktober 1900].
Namun sebenarnya itu sudah cukup untuk memberikan gambaran bagaimana sebenarnya visi Ibu Kartini sebagai sosok muslimah, terutama pada masa-masa akhir hidupnya, yaitu fase selama dan pasca hidayah. Itu pun juga cukup bagi kita untuk bisa memahami mengapa beliau pada akhirnya merasa ikhlas menjadi isteri keempat Bupati Rembang, yang kemudian justru mendukung semua cita-cita perjuangannya dalam pendidikan terhadap kaum wanita, yaitu dengan mendirikan sekolah wanita di Kabupaten Rembang.
Kartini menulis mengenai suaminya, “Akan lebih banyak lagi yang saya kerjakan untuk bangsa ini bila saya ada di samping seseorang laki-laki yang cakap, yang saya hormati, yang mencintai rakyat rendah sebagai saya juga. Lebih banyak, kata saya, daripada yang dapat kami usahakan sebagai perempuan yang berdiri sendiri. ” [Habis Gelap Terbitlah Terang, hlm. 187].
Dan itu juga cukup untuk dapat kita bayangkan, bahwa (semoga) Ibu Kartini wafat dalam keadaan husnul khotimah, setelah sebelumnya diombang-ambingkan oleh berbagai pemikiran teman-temannya, dan walaupun banyak orang mengulas kumpulan tulisannya dari berbagai sudut pandang dan agama…
Namun yang juga sangat penting buat kita muslimah generasi penerusnya adalah pesan-pesan beliau secara tersirat agar kembali kepada fitrahnya dan selalu berpegang pada Al-Qur’an (dan Hadits). Al-Qur’an harus selalu dibaca, dipelajari, dihapalkan, dimengerti maknanya, dan diamalkan, agar benar-benar meninggalkan kegelapan menuju cahaya. Ajakan beliau ini lebih mendasar dan tentu lebih bermanfaat daripada mengedepankan isu-isu tentang feminisme dan kesetaraan gender, misalnya yang pada dasarnya merupakan konsep Barat. Lagipula, sikap yang mempercayai bahwa sesuatu yang berasal dari Barat itu paling baik, justru digugat oleh Ibu Kartini sendiri.
Allah Yang Maha Bijaksana menurunkan Al-Qur’an, di mana salah satu kehendak-Nya adalah justru untuk mengangkat harkat dan martabat wanita. Pada dasarnya, gerakan emansipasi perempuan dalam sejarah peradaban manusia sebenarnya dipelopori oleh risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shalallaahu Alaihi wa Sallam tersebut.
Hingga di sini, marilah kita merenung kembali, apakah kita semua telah mengikuti pesan dan teladan Ibu Kartini tersebut?
Wallahu a’lam bish-showab.
Frankfurt am Main, 21 April 2007
Vita Sarasi
---------------------
dari www.Eramuslim.com
Silakan menyimpulkan ^_^x
|
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/q2_nih/trackback/14 |
|
|
|
|
|
menjawab sebuah tanya
|
2007/04/30 15:33
|
|
|
Hari ini
buka FS, sebuah komen
Mb sepakat dg emansipasi dan kesetaraan gender ga?
Jadi inget artikel yg kemaren sempat kubaca di eramuslim
so,,
kesimpulannya?
|
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/q2_nih/trackback/12 |
|
|
|
|
|
Aku bahagia
|
2007/04/28 16:24
|
|
|
aku bahagia
atas hidupku
semua kelebihanku
semua kekuranganku
semua tawaku
semua tangisku
semua kegagalanku
semua keberhasilanku
semua kesalahanku
semua hal
keindahan hidup adalah
mensyukuri yang kita miliki
hehe
semangadz!
|
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/q2_nih/trackback/10 |
|
|
|
|
|
bukan tentang menjadi kaya (harta)
|
2007/04/28 16:05
|
|
|
baca komen seseorang di blog ini
pas saya tulis
hidup a/ rangkaian keindahan
"yap
apalagi kalo tahu rahasia menjadi kaya"
kaya secara apa nih?
afwan
maaph
yang terlintas di benak saya
hhh.. kok kaya sih?
emang dg kaya bisa bikin hidup indah?
langsung otak ini men_defense hehe
kaya ga menjamin hidup bakal jadi indah
tapi belakangan saya mikir
lho kaya apa dulu
kaya bisa macem-macem
kaya ilmu
kaya hati
kaya amal
dan
kaya-kaya yang lain
ga harus kaya harta
oke
buat yg kasi komen ini, afwan (arab=maaph) tadi sempat muncul prasangka
Jadi inget buku nya Aa' Gym yg saya beli fi BookFair dan sampe sekarang blom selesai dibaca itu, hehe
Saya Tidak Ingin Kaya Tapi Harus Kaya
smangadz!
|
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/q2_nih/trackback/9 |
|
|
|
|
|
Hidup a/ rangkaian keindahan
|
2007/04/24 11:56
|
|
|
Hidup a/ rangkaian keindahan
|
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/q2_nih/trackback/8 |
|
|
|
|
|
nostal..gila
|
2007/03/30 11:02
|
|
|
Kenangan masa lalu sangat emosional
sangat subjektif
karena bagian masa lalu yang tertinggal di memori kita adalah bagian yang PALING, menurut kita
paling MENYENANGKAN
paling MENYEBALKAN
paling MENYEDIHKAN
dan paling paling lainnya
Suatu malam,
- message alert -
Pesan dari w**i
mbak boleh nggak kita melupakan orang yang udah nggak ada ?
//sms dikirim
//sms diterima
berkali-kali
Ternyata adekku <bukan sodara kandung> yang kirim sms itu lagi kangen ayahnya yang udah meninggal ..
aku hanya bilang
Allah tahu yang terbaik untuk kita, pun kepergian orang tersayang kita Orang yang meninggal, mereka hidup dalam ingatan kita
<walaupun sebenarnya hanya badan yang mati, ruh tidak lenyap>
Aku juga mengalami hal yang sama, tapi aku nggak pernah merasa perlu untuk menghilangkan ayah ku dari ingatan ku ..
______________
Aku kuat
aku <harus!> kuat
Tak harus menghapus masa lalu dari ingatan
aku hanya perlu mengontrol diriku untuk tidak terlalu emosional
saat kenangan itu mencoba menyeruak ke permukaan
________________
|
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/q2_nih/trackback/7 |
|
|
|
|
|
Jontor . .
|
2007/03/28 11:32
|
|
|
Ujung bibir kiri ku jontor ..
jadinya pipi kiri agak terlihat chubby
Ga tau knapa,
Digigt serangga kali y
Semalem sbelum tidur akhirnya aq olesin pake minyak tawon
maksudnya kalo ketelen ga bahaya>
Paginya,
pas bangun tidur aq ngerasa udah mendingan
udah ga berat lagi
Tapi temen sekamarku dg kejamnya bilang
"Bibirmu jadi asimetris gitu, mau diem mau ngomong, tetep aja kliatan"
Hwaaa ...
Pas di kelas
ternyata ga da yang sadar kalo bibirku JONTOR sebelah.
Hehe
Baru kerasa nikmat nya punya bibir yang mbener
Hehe
Alhamdulillah ^^x
|
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/q2_nih/trackback/6 |
|
|
|
|
|
what a city
|
2007/02/06 21:06
|
|
|
jumat 2 Februari 2007
Ada apa y hari ini?
my birthday,,
hehe_
Pulang kuliah
jam11 siang
As usual
Menuju SMA Yadika,,
mendulang pahala
menjalankan profesi nomor satu sbelum profesi2 yg lain
Naek angkot C05 dari ceger
siapin uang seribuan
brmm..mmm
tiba-tiba
Apa tuh jalan di depan kok rame2 ..?
banyak tukang ojek yang
bisa dibilang agak menghalangi jalan
Plus mereka2 itu setengah memaksa sopir angkot
untuk nurunin kami
Tapi pak sopir angkot itu blg
"Mereka [aq n temenku] nggak maau turun kok"
sambil terus mengemudikan angkotnya itu
Aq masih belum ngeh apa yg terjadi
sampai
aq ngeliat genangan air luas di jalan yg harusnya kami lalui
kok banyak banget y??
Subhanallah BANJIR!
Live!
bukan rekaman video
bukan juga mimpi
Live dengan mata kepalaku sendiri
Jakarta kota luar biasa
Hal2 yg nggak mungkin kuliat di daerah asalku
bisa aq liat di sini!
"Neng turun, cuman bisa nyampe sini doang"
Aq tersadar,
memang nggak bisa!
turunlah kami,
agak2 linglung
apa yg harus aq lakuin?
Daerag yg banjir selutut itu rame dg warga
Anak2 kecil terliat senang main air
Sementara tukang ojek yg tadi
ditambah beberapa tukang ojek lain
Masih aja keukeuh menawari kami untuk naik ojek menembus banjir
--Pak,, pak,, dengan air yg cukup tinggi ini
sepertinya kami nggak yakin kalo harus naik ojek deh--
yup. cukup dalam hati aja.
Diantara kerumunan orang itu
aq liat beberapa mahasiswa
siapa bilang mahasiswa STAN apatis ..
Hmm_
Finally kami balik naik angkot ke kampus lagi |
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/q2_nih/trackback/5 |
|
|
|
|
|
Disana boikut itu, eh dimari boikot ini _
|
2007/02/01 15:13
|
|
|
Hari kamis pagi,,
sms mendarat di ponsel ku.
Jarkom kelas.
Salam sejahtera.
Kata asep [asep=ketua kelas]
Kawan" diundang k gedung G,
ada talk show bout PUBLIC ACCOUNTING N AUDITING.
Jam09.00 am
Hitung" ibadah + ilmu!
Kawan"
pasti andi yg tulis ni sms,,
khas banget cara dia nyapa temen" dg kawan"
jam9!
padahal sms ini baru nyampe jam09.39!
untunglah aq udah stand by di kampus dari jam9
so bisa langsung melaju ke gedung B
[belakangan da ralat, bukan gedung G tapi gedung B]
Di gedung B.
langsung disambut dg penjaga registrasi yg bagi' tabloid KONTAN.
Lumayan gratis.
Di dalam gedung,
mengedarkan pandangan,
mencari kawan" 3E
D barisan depan nampak Andi + Bima
yup! langsung menuju bangku kosong terdekat.
Wuih g da yg kukenal,
Gapapa
Pembicara ada dua orang
dari PWC
PriceWaterhouseCoopers
KAP berTaraf interz dari Aussie
pembicara pertama mengusung Current Issue ttg akuntansi
Tahu lah aq kalo PSAK itu udah mpe 59 [basi bgt aq]
ISAK ada 7
trus indonesia punya 1 panduan implementasi PSAK
2 buletin teknis
6 pedoman akuntansi Indonesia & 1 panduan pelaporan
Hehe
parah banget si aq ini
---
Then
lanjut pembicara kedua
Entah nama beliau siapa
yang jelas beliau alumni STAN
Hebat,,
eksodus_an dari STAN jadi direktur di sebuah KAP interz
sejauh ini aq masih respek
sampai akhirnya
keluar statement dari bapak itu
"saya haus nih jadi minum MQ padahal saya lagi boikot MQ"
[saat itu panitia kasih minum pembicara pake MQ botol 600 ml]
terus bapak itu bilang lagi,
"di sini ditulis MULAILAH DARI DIRI SENDIRI, emang saya mau disuruh poligami"
Deg
Miris,
miris banget denger kata" beliau
Sementara di belahan waktu lain
umat muslim sedang menyerukan BOIKOT produk yahudi
ternyata
beliau yang nyata" seorang muslim
malahan memboikot produk milih sesama muslim
menusuk saudara sendiri
. . Sesungguhnya sesama umat muslim adalah bersaudara . .
---
Setelah statement itu
ILFIL
aq bener" ilfil dengerin ceramah beliau
Bapak itu mulai mengkritik Depkeu, BPKP, akuntan publik
jengah
---
Tapi overall
PWC keren.
---
btw di tengah" sesi tanya jawab aq terpaksa harus pergi
cz kuliah auditing
penasaran dg salah satu pertanyaan anak DIII khusus
"Gmana kans lulusan STAN untuk masuk PWC??"
---
berminat eksodus?
entah ^^
|
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/q2_nih/trackback/4 |
|
|
|
|
| Kenali seseorang dari pikirannya
..
Yang terlihat oleh mata
..
Yang tertangkap oleh indra
..
Boleh jadi bukan yang sebenarnya ..
Read my minds ^__^x |
| |