Real life story Home Blog|Location|Tag  |Guestbook
Berutang
| 2007/06/03 16:35

''Hati-hati dengan utang, sesungguhnya berutang itu suatu kesedihan pada malam hari dan kerendahan diri (kehinaan) di siang hari.'' (HR Ahmad). Orang yang dibebani utang akan merasa hilang kebebasan yang dimilikinya. Dia akan selalu dibelenggu sebuah tuntutan untuk melunasi utang tersebut, pendapatan hasil kerja akan termakan olehnya, sehingga kita tidak lagi bebas membelanjakannya.

Rasulullah SAW bersabda, ''Janganlah kalian membuat takut jiwa selepas ketenangannya.'' Sahabat bertanya, ''Apa itu wahai Rasulullah?'' Beliau menjawab, ''Utang."

Utang ini pula yang telah membelenggu negeri ini, sehingga kita tidak memiliki kebebasan bertindak. Kebijakan-kebijakan pemerintah seringkali mendapat intervensi dari asing yang tiada lain adalah para pendonor kita. Karena itu, Rasulullah menganjurkan kepada umatnya untuk selalu berdoa meminta perlindungan Allah dari bahaya utang.

Namun dalam segi lain, Islam menganjurkan orang kaya untuk ringan tangan dalam memberikan utang kepada saudaranya yang sangat membutuhkan. Bahkan, Rasulullah mengungkapkan memberikan utang memiliki pahala lebih baik daripada bersedekah. Sebuah hadis Hasan menjelaskan, ''Utang itu pahalanya dua kali lipat daripada pahala sedekah.''

Dalam kisah perjalanan Rasulullah bersama malaikat Jibril pada malam Isra Mi'raj, tertulis di salah satu pintu surga kata-kata, ''Sedekah bersamaan 10 kali ganda dan utang bersamaan 18 kali ganda.''

Lalu baginda Nabi bertanya kepada Jibril, mengapa demikian? Jawab Jibril, ''Sedekah diberikan kepada seseorang, semua atau sebahagiannya. Sementara utang, orang tidak akan meminta berutang kalau tidak karena sebab yang mendesak.'' Hal ini sejalan dengan kehendak Allah seperti yang tercatat di dalam surah al-Maidah ayat 2, ''Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.''

Rasulullah SAW senantiasa mengingatkan kita akan bahaya berutang, karena ia akan mengikat kebebasan para pelakunya. Di samping itu, mereka yang meninggal dengan meninggalkan utang, arwahnya akan terkatung-katung di antara langit dan bumi hingga lunas utangnya.

Di sisi lain, kita dituntut selalu membantu saudara kita yang sangat memerlukan, baik bantuan secara materi maupun moril. wallahu a'lam.

(Nasher Akbar )


Trackback : | Comment
Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/putraipo/trackback/3

Name :
Password :
Homepage :
 
Content :
 



[PREV] [1][2][3][4] [NEXT]
My Blog   |   Admin   |   Write
BLOG main image
Apa aja yang menyangkut kehidupan gue... segala unek - unek, kisah perjalanan hidup, isi hati, sampe pendapat yg subyektif, gak profesional, yang gak semua orang belum tentu setuju
Name :

Message :

test....ist by n21ns 04/23
How Are You Todays? by bocahitamputih 04/09
Leter by shin_rha 03/26
Terbangun *ga penting by underiez 2011
GA penting! by reneepsiko 2011
All (4)
My Daily Life (1)
Kejadian Aneh (0)
Pengetahuan (0)
Sesuatu yang bermakna (2)
Game Stuff (0)
Just what i think of (0)
Menjadi Ayam Atau Elang
Berutang
Deadlinenya anak SMA (1)
First post first
Untuuuuuuuuung udah kelar
2007 - Nyut2
putraipo 2007
Total : 711
Today : 6
Yesterday : 0
 
 
 
My Blog : Tag : Location : Tag : Guestbook : Admin
Putra’s Blog is powered by blogboleh.com
 X