Real life story Home Blog|Location|Tag  |Guestbook
Menjadi Ayam Atau Elang
| 2007/06/03 16:37

Seorang petani menemukan telur elang dan menempatkannya bersama telur ayam yang sedang dierami induknya. Setelah menetas, elang itu hidup dan berperilaku persis seperti anak ayam, karena mengira dirinya memang anak ayam.

Pada suatu hari, ia melihat seekor elang yang dengan gagah terbang mengarungi angkasa. "Wow, luar biasa! Siapakah itu?", katanya penuh kekaguman. "Itulah elang, raja segala burung!" sahut ayam di sekitarnya. "Kalau saja kita bisa terbang ya? Luar biasa!" Para ayam menjawab, "Ah, jangan mimpi! Dia makhluk angkasa, sedang kita hanya makhluk bumi. Kita hanya ayam!" Demikianlah, elang itu makan, minum, menjalani hidup dan akhirnya mati sebagai seekor ayam.


Langkah pertama untuk memulai perubahan adalah menyadari bahwa perubahan itu ada di tangan kita sendiri. Nasib sepenuhnya ada di tangan kita.
Dalam agama dikatakan, "Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum kalau kaum itu tidak merubahnya sendiri
." Maka untuk bisa berubah kita harus bergantung pada diri kita sendiri. Perubahan nasib tidak akan datang dari pergantian pemerintahan. Mau Soeharto, Habibie, Gus Dur atau Megawati, sama saja. Perubahan itu harus kita lakukan sendiri.

Benar bahwa kita tak dapat memilih lingkungan kita, tapi kita selalu bisa memilih respon, kita selalu mampu memilih tindakan kita. Memang ada hal-hal di dunia ini yang berada di luar kekuasaan kita. Kita tak bisa menentukan siapa orang tua kita, jenis kelamin kita, tempat kita dilahirkan, cara kita dibesarkan, bakat yang kita miliki dan sebagainya. Kebanyakan kitapun tak mempunyai kekuasaan untuk menentukan percaturan politik di negeri ini. Tapi kita senantiasa bisa menentukan perilaku kita, kita bisa mengontrol apa yang akan kita lakukan!

Kita tak dapat mengontrol pencemaran udara, tapi kita bisa memulai kebiasaan hidup sehat di lingkungan kita sendiri; kita tak dapat mengontrol keamanan di Jakarta, tapi bisa menjaga keselamatan kita dengan tak terlalu sering keluar malam. Kita tak bisa mengontrol para pelaku pemerkosaan, tapi bisa mengontrol diri sendiri untuk tak berpakaian yang merangsang. Kita tak bisa mengontrol kemacetan lalu lintas, tapi bisa ke kantor lebih pagi untuk menghindarinya. Kita tak dapat mengontrol krisis dan nilai dolar (bagaimana mungkin, pemerintahpun sulit melakukannya!), tapi kita bisa mengontrol gaya hidup kita sendiri.

Kesadaran bahwa nasib ada di tangan kita sendiri akan memberikan dampak yang signifikan dalam hidup kita. Kita punya kemampuan menentukan apa yang akan kita perbuat. Kita punya kemampuan penuh untuk menentukan skenario hidup kita. Akan jadi apakah kita 10, 20, atau 30 tahun lagi. Benar, akan ada pengaruh dari luar. Tapi Anda hanya dipengaruhi dan bukan ditentukan!

Sikap inilah yang disebut sebagai bertanggung jawab, responsibility, yang berasal dari kata response + ability, yaitu kemampuan untuk melakukan respon terhadap situasi apapun. Respon adalah hasil keputusan kita sendiri, bukan ditentukan oleh situasi yang kita hadapi.

Kesadaran semacam itu akan membuka mata kita bahwa kita bisa menjadi apapun yang kita mau. Gunakan daya imajinasi Anda dan bayangkan diri Anda 10 tahun lagi. Ingin jadi apakah Anda? Dalami diri Anda dan kenalilah bakat-bakat dan potensi Anda yang terdalam. Bakat-bakat ini boleh jadi telah terkubur oleh situasi dan kondisi, padahal kalau dimunculkan Anda akan mengalami perubahan hidup yang dahsyat.
Di dunia ini tak ada yang tak mungkin. Kitalah yang sering "menggembok" diri kita dengan berbagai label yang diciptakan lingkungan maupun diri kita sendiri.

Dengan melakukan hal tersebut Anda akan menemukan sesuatu yang menggairahkan. Dan siapa tahu, Andapun bisa terbang setinggi elang di angkasa!


Trackback : | Comment
Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/putraipo/trackback/4

Name :
Password :
Homepage :
 
Content :
 



Berutang
| 2007/06/03 16:35

''Hati-hati dengan utang, sesungguhnya berutang itu suatu kesedihan pada malam hari dan kerendahan diri (kehinaan) di siang hari.'' (HR Ahmad). Orang yang dibebani utang akan merasa hilang kebebasan yang dimilikinya. Dia akan selalu dibelenggu sebuah tuntutan untuk melunasi utang tersebut, pendapatan hasil kerja akan termakan olehnya, sehingga kita tidak lagi bebas membelanjakannya.

Rasulullah SAW bersabda, ''Janganlah kalian membuat takut jiwa selepas ketenangannya.'' Sahabat bertanya, ''Apa itu wahai Rasulullah?'' Beliau menjawab, ''Utang."

Utang ini pula yang telah membelenggu negeri ini, sehingga kita tidak memiliki kebebasan bertindak. Kebijakan-kebijakan pemerintah seringkali mendapat intervensi dari asing yang tiada lain adalah para pendonor kita. Karena itu, Rasulullah menganjurkan kepada umatnya untuk selalu berdoa meminta perlindungan Allah dari bahaya utang.

Namun dalam segi lain, Islam menganjurkan orang kaya untuk ringan tangan dalam memberikan utang kepada saudaranya yang sangat membutuhkan. Bahkan, Rasulullah mengungkapkan memberikan utang memiliki pahala lebih baik daripada bersedekah. Sebuah hadis Hasan menjelaskan, ''Utang itu pahalanya dua kali lipat daripada pahala sedekah.''

Dalam kisah perjalanan Rasulullah bersama malaikat Jibril pada malam Isra Mi'raj, tertulis di salah satu pintu surga kata-kata, ''Sedekah bersamaan 10 kali ganda dan utang bersamaan 18 kali ganda.''

Lalu baginda Nabi bertanya kepada Jibril, mengapa demikian? Jawab Jibril, ''Sedekah diberikan kepada seseorang, semua atau sebahagiannya. Sementara utang, orang tidak akan meminta berutang kalau tidak karena sebab yang mendesak.'' Hal ini sejalan dengan kehendak Allah seperti yang tercatat di dalam surah al-Maidah ayat 2, ''Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.''

Rasulullah SAW senantiasa mengingatkan kita akan bahaya berutang, karena ia akan mengikat kebebasan para pelakunya. Di samping itu, mereka yang meninggal dengan meninggalkan utang, arwahnya akan terkatung-katung di antara langit dan bumi hingga lunas utangnya.

Di sisi lain, kita dituntut selalu membantu saudara kita yang sangat memerlukan, baik bantuan secara materi maupun moril. wallahu a'lam.

(Nasher Akbar )


Trackback : | Comment
Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/putraipo/trackback/3

Name :
Password :
Homepage :
 
Content :
 



Deadlinenya anak SMA
| 2007/05/30 21:05

Ass. wr. wb.
Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan buat gue! wanna know???
Hari ini gw bela - belain bangun jam 3 pagi buat ngerjain tugas geografi gw yang tertunda, yaitu membuat soal sebanyak 60 nomer... (WAAAH), karena gw cuappe banget dan kurang tidur, alhasil baru kelar 30 nomer. karena jam 5 udah subuh, gw kudu siap - siap buat pergi ke sekolah... Alhamdulillah karena gw ga tidur lagi abis subuh, pergi ke sekolah pun gak buru - buru.... tapi rupanya supir gw punya pendapat lain! sopir gw malah ngebut sekitar jam 6:15 pagi buat nganter gue ke sekolah... well sekolah gue tuh tutup gerbang jam 6:45. karena ngebut, selama di mobil gw stres karena gw mengharapkan pagi yang santai berhubung masih ngantukkk berat.... dari rumah ke sekolah cuma 6 menit bowz! rekor yang luar biasa karena gw harus melewati jalanan yang punya lampu merah lebih dari 3! sampenya di sekolah gw baru tau kalo tugas geo nya ternyata ditulis di kertas polio, dengan sangat berat mata gw pergi ke koperasi buat beli kertas, tapi koperasinya tutup!

Pelajaran pertama, biologi pun dimulai.... hari ini ada pembagian hasil remedial biologi minggu lalu, dan keselnya, sebagian besar temen gw tuntas sementara gw ngga! dengan nilai yang rendah, gw minta supaya bisa ulangan lagi, tapi kata gurunya... terima aja apa adanya! wahhhhh.... kesel sih, tapi itu keputusan gurunya ya gw ngga bisa ngelawan dong... pas pelajaran kedua, yaitu pelajaran geografi, gurunya gak ada! rupanya lagi sakit.... tugas bikin soal disuruh serahin ke guru piket deh.... temen gw menyarankan buat beli kertas polio lagi, akhirnya gw kebawah lagi... pas gw cek koperasinya, tukangnya gak ada! karena kesel, gw ke kelas lagi deh tanpa hasil.... pelajaran ketiga, kimia dimulai..... gurunya rada kesel sama gw karena gw gak ikut remedial keduanya (remedial pertama ngga lolos), setelah pelajaran selesai gw disuruh sama gurunya kerjain 10 soal dari buku cetak kimia! dan dikumpulin sorenya pas gw pulang sekolah.... wew tambah lagi kerja gue.... geografi aja belom kelar!

Pas istirahat, yang lain pada main, nyantai, tapi gw! ngerjain tugas geografi dan gw harus tulis ulang di kertas ukuran B5, ya gw nekat aja sih..... tugas itu belom selesai karena keburu masuk untuk pelajaran ekonomi... pas pelajaran ekonomi gw bener - bener ga ada beban dengan tugas kimia n geografi, karena fokus di ekonominya... tapi gw berpikir... abis ini gimana???? yaudah lah hadepin aja... pas istirahat kedua, abiz solat zuhur gw terpaksa balik ke kelas menyelesaikan tugas yang tertunda... tapi pas tugas geografi gw mau kelar, guru selanjutnya udah masuk kelas! untung sekarang jamnya HL (pelajaran B.Inggris tapi fokus ke grammar n speaking) gw cepet2 kelarin tugas geografi gue gw buat dikumpul ke temen gue, karena tinggal gw doang yang belum! Akhirnya selesai jugaaa... yesss!

Kesenangan gue cuma sementara, karena pas bel pulang tugas kimia gue belum kelar! terpaksa cari contekan dulu sana sini karena otak gue udah mumet banget.... abis dapet contekan dari temen gue Widi, gue pergi ke mesjid buat ngerjain tu tugas. setelah sekitar setengah jam tugasnya kelar juga! tapi adzan ashar berkumandang, jadi solat dulu doong... after solat, gw cari guru kimianya yang biasa nongkrong di tempat piket, tapi rupanya gak ada! tanya sana sini, dan rupanya guru kimia gw udah pulang!!!! aaaaarghhhh!!!!! nilai belum tuntas, jadi susah gw ngejarnya!!!! dengan muka lesu gw pulang ke rumah... buka boleh.com malemnya, and daftar.... proses yang agak lama bikin pantat gw tepos, karena internet rumah gw pake dial-up, jadi lemooooot banget....

yah itulah kira - kira salah satu kisah gue hari ini, hari ini gw kayak orang kantoran yang lagi kejar deadline.... mungkin itu kali yak deadlinenya anak sma... :-) sekarang gue mo log out dulu, soalnya udah malem nih! yang udah baca, jangan lupa isi comment yaa... hehehe, im looking forward for your opinion, OK! sekian dari gw, Wassalam


Trackback : | Comment(1)
Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/putraipo/trackback/2
Nyut2 2007/05/31 07:44 L R X
Untuuuuuuuuung udah kelar

Name :
Password :
Homepage :
 
Content :
 



First post first
| 2007/05/30 20:06
Wow, akhirnya bisa juga posting pertama abiz prosedur yg panjang abizz.... hore..... two thumbs up for boleh.com!

Trackback : | Comment
Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/putraipo/trackback/1

Name :
Password :
Homepage :
 
Content :
 



[PREV] [1] [NEXT]
My Blog   |   Admin   |   Write
BLOG main image
Apa aja yang menyangkut kehidupan gue... segala unek - unek, kisah perjalanan hidup, isi hati, sampe pendapat yg subyektif, gak profesional, yang gak semua orang belum tentu setuju
Name :

Message :

Terbangun *ga penting by underiez 2011 - 8 weeks ago
GA penting! by reneepsiko 2011 - 10 weeks ago
AMBIL SISI POSITIVX by nophee_dhe 2011 - 16 weeks ago
If .... by nophee_dhe 2011 - 16 weeks ago
aku vs facebook by yisha 2011 - 19 weeks ago
All (4)
My Daily Life (1)
Kejadian Aneh (0)
Pengetahuan (0)
Sesuatu yang bermakna (2)
Game Stuff (0)
Just what i think of (0)
Menjadi Ayam Atau Elang
Berutang
Deadlinenya anak SMA (1)
First post first
Untuuuuuuuuung udah kelar
2007 - Nyut2
Guest441142 03:39 - Today
Guest666525 2007 - 244 weeks ago
Total : 586
Today : 1
Yesterday : 0
 
 
 
My Blog : Tag : Location : Tag : Guestbook : Admin
Putra’s Blog is powered by blogboleh.com
 X