Ngaben Keluarga Puri Agung Ubud :: 2009/01/05 00:45
Denpasar - Upacara Ngaben atau pembakaran jenazah keluarga Puri Agung Ubud bakal digelar,
Selasa (15/7/2008). Ngaben terbesar sejak tahun 2004 ini bakal disaksikan oleh
sekitar 350 ribu orang.
Jenazah keluarga Puri Agung Ubud yang dikremasi, adalah Tjokorda Gde Agung
Suyasa yang meninggal 28 Maret 2008, Tjokorda Gede Raka, dan abu dari mendiang
Desak Raka.
Jenazahutamayangdikremasi adalah Tjokorda Suyasa. Ia merupakan kepalakeluargakerajaanUbud yang juga pemimpin masyarakat di Ubud sejaktahun 1976.
Jenazahmerekaakan diletakkan di atas menara (bade)9 atap setinggi 28,5 meter.Bademerupakan simbol tiga tingkatankehidupan. Bade ini memiliki berat11ton. Bade ini akan diusung oleh 8ribu orang secara estafet. Sebanyak250orang akan mengusung secarabergantian setiap 150 meter dari PuriUbud kePura Dalem yang jaditempat kremasi. Selain bade, juga diusungnaga danlembu ukuran besar.
Jurubicara keluarga Puri Agung UbudTjokordaRaka Kerthyasa mengatakanNgaben ini adalah ritual untukmengembalikanjasad pada elemen asalmuasal pencitaan mahluk hidup danmelepaskannyadari ikatan duniawi.
Ngabenini menghabiskan biayayang sangatbesar. Hanya saja, Raka tidak bisamenyebutkan jumlah danayangdihabiskan. "Materi dari Ngaben ini darihasil gotong royongyangdisumbangkan oleh masyarakat, kerabat, dandonatur. Saya tidakbisamenghitungnya karena ini masalah rasa," kataRaka.
