hsl contek 2
Menu sehat puasa
Usahakan teratur waktu sahur dan buka puasa. Buka puasa dan sahur dengan menu seimbang. Maksudnya, makanan yang terdiri atas karbohidrat 50-60 persen, protein 10-20 persen, lemak 20-25 persen, cukup vitamin dan mineral dari sayur dan buah. Selain itu, cukup serat dari sayuran untuk memperlancar buang air besar.
Cukup cairan, dengan minum kurang lebih 7-8 gelas sehari. Terdiri atas tiga gelas waktu sahur dan lima gelas dari buka sampai sebelum tidur. Pembagian makan adalah 50 persen untuk berbuka, 10 persen setelah Shalat Tarawih, 40 persen pada waktu sahur.
Usahakan buka puasa dengan makanan pembuka berupa minuman atau makanan manis, seperti kolak pisang, kurma atau teh manis. Makanan manis mengandung karbohidrat sederhana yang akan mudah diserap dan segera menaikkan kadar gula darah. Setelah Shalat Magrib, makan makanan pelengkap yang terdiri atas nasi atau pengganti nasi, ayam/ikan/daging, tahu/tempe, sayuran dan buah.
Setelah Tarawih, dapat memakan camilan berupa roti atau buah. Makan sahur harus dipentingkan, karena sahur yang baik membuat puasa tidak terasa berat.
Sajian sahur sama seperti waktu buka, namun porsinya lebih kecil. Dianjurkan makan dengan kadar protein tinggi, agar meninggalkan lambung lebih lama. Selain itu pencernaan dan penyerapan juga lebih lama dibanding makanan yang kadar karbohidratnya tinggi, sehingga tidak cepat terasa lapar.
Ketika sahur dapat ditambahkan segelas susu, terutama untuk anak dan remaja. Pada orang dewasa dapat minum susu tanpa lemak. Suplemen multivitamin dan mineral boleh dikonsumsi pada waktu sahur, agar meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh.
Apabila tidak bisa makan sahur dalam bentuk nasi, nasi boleh diganti dengan roti dan isinya atau bubur havermouth, ditambah satu gelas susu. Bila tidak bisa makan nasi atau roti, bisa minum segelas susu yang berkalori disertai buah. |