|
|
|
Pemilu Legislatif 2009: Pemilu Paling Brengsek !
Kris J. Mendrofa`s diary/My Opinion |
2009/04/20 12:07
|
|
|
Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa Pemilu Legislatif 2009 merupakan pemilu yang paling brengsek. Kebrengsekan itu bermula dari daftar pemilih tetap (DPT) yang brengsek. Kemudian bertambah brengsek menjadi superbrengsek karena tidak jelas siapa yang bertanggung jawab atas DPT yang brengsekitu. Siapakah yang bersalah? Pemerintah tidak mau disalahkan sendiri.Pemerintah juga menunjuk Komisi Pemilihan Umum, partai politik, bahkanrakyat yang memiliki hak pilih ikut bersalah. (Kutipan dari Editorial Media Indonesia yang berjudul “Melempar Tanggung Jawab“, edisi Jum`at 17 April 2009). Membaca editorial Media Indonesia edisi Jum`at ini, pastilah pembacaakan segera memberi respon yang berbeda-beda khususnya mengenai kata brengsekitu, sengaja saya menebalkan hurufnya karena saya akan membahas kataitu memang dan betapa buruknya hasil perhitungan pusat tabulasinasional yang akan ditutup hari ini. Yang menarik, dalam edisi editorial itu, kata brengsek diulang-ulangsampai 9 kali, untuk jelasnya silahkan baca editorail Media Indonesiaedisi Jum`at atau bisa dibaca di versi onlinenya, kata brengsek mendominasi editorial itu: brengsek, brengsek, brengsek, brengsek, brengsek, brengsek, brengsek, brengsek, brengsek. Saya sendiri yang termasuk dalam barisan super cuek dalam halmaki-memaki (maksudnya, saya tidak suka/senang memaki, tapi tidakanti/benci orang yang memaki juga, itu hak mereka) merasa kata-kata itutidak wajar dan membuat kuping saya agak panas mendengarnya. Setelah menghela nafas sejenak, dan melihat realita yang ada sayamemutuskan memang benar kata itu cocok diberikan pada hasil pemilu 2009ini. Lebih-lebih setelah kita saksikan bersama, hari ini tanggal 20April 2009 pusat tabulasi nasional akan ditutup sesuai ketentuansebelumnya, kecuali ada perpanjangan waktu. Setelah berhari-hari menunggu dan akan ditutup hari ini, apa hasilnya? brengsek!baru terhitung 12.938.889 dari total 171,2 juta orang pemilih. JumlahTPS yang masuk baru 66.947 dari total 59 ribu TPS (data diambil dariTNP KPU: 20-04-2009 11:30:16). Logikanya atau perhitungannya begini: - Anggap saja perhitungan dimulai dari tanggal 10 April 2009 lalu
- Hari ini tanggal 20 April
- Berarti ada 10 hari, 10: 12.938.889 = 1.293.888,9( keterangan: 10= jumlah hari, 12.938.889= total yang sudah dihitung,1.293.888,9= rata-rata perhitungan tiap hari, kayak versi quick countaja he he he)
- Jadi, rata-rata hanya dapat 1.293.888,9 / hari
- 1.293.888,9 : 100.071.200 = 77,35 (*)
* keterangan: 1.293.888,9= jumlah hitungan harian, 100.071.200= total jumlah pemilih, 77,35= total hari. Jadi, perhitungan tabulasi nasional akan selesai dalam 77 hari,lebih 2 bulan! ini perhitungan kasar sih, bisa cepat (saya berharap)tetapi bisa juga lebih dari perhitungan diatas, wong server KPU leletbanget. Jadi siapa yang paling bertanggungjawab atas kebrengsekan ini semua? biarlah Undang-undang yang menjawabnya. Pasal 32 Undang-undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang pemilulegislatif: mengatakan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah yangmenyediakan data kependudukan. Data kependudukan itu diserahkan kepadaKPU 12 bulan sebelum tanggal pemungutan suara Undang-undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara PemilihanUmum, pasal 39 ayat (1) huruf b: dalam hal penyelenggaraan seluruhtahapan pemilu dan tugas lainnya KPU memberi laporan kepada DPR danpresiden Jadi kalau berdasarkan Undang-undang, pemerintah dan KPU yang palingbertanggungjawab. Sayang, seribu sayang pemerintah dan KPU sepertinyamenyalahkan masyarakat, laporan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yangberniat memperkarakan KPU langsung ditolak oleh kepolisian karenaalasan belum cukup bukti, padahal menurut peraturan perundangan yangada Banwaslu tidak diperkenankan mengakses bukti yang diminta pihakkepolisian itu, repot deh…….. Baiklah kita harus menatap masa depan bangsa ini, ke depan pendataanpenduduk harus dibenahi dan tidak boleh ada kesalahan lagi, kesalahanyang mengakibatkan hilangnya hak seorang warga negara yang diakibatkanpendataan petugas terkait harus diganjar dengan hukumanseberat-beratnya bahkan hukuman pidana karena kesempatan untukmenyalurkan hak suara/memilih merupakan hak setiap warga negara.Singkatnya semua warga negara harus terdaftar sebagai calon pemilih.Terlepas apakah warga negara yang terdaftar tidak menggunakan hakpilihnya ataupun menggunakan hak pilihnya, itu merupakan urusan yangbersangkutan (kutipan dari tulisan saya sebelumnya, 9 April 2009) Semoga pemilu 2009 ini tidak brengsek-brengsek amat dan terus dibenahi, semoga! |
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/krismen/trackback/102 |
|
|
|
|
|
Yes You Can!
Kris J. Mendrofa`s diary/My Opinion |
2009/01/23 12:41
|
|
|
Nih posting baru, baru posting nih...... Tanpa terasa sudah tanggal 24 Januari 2009 yang berarti tinggal beberapa hari lagi bulan Januari ini akan berakhir, padahal perasaan baru kemarin merayakan tahun baru.
Semoga tahun 2009 ini lebih baik dari tahun 2008 kemarin: keamanan dunia stabil, perekonomian stabil, politik dalam negeri stabil, mendapatkan pemimpin baru yang mampu mengangkat negeri ini dari keterpurukan.
Ngomong-ngomong tentang pemimpin, ada baiknya saya membahas sedikit fenomena Barack Obama yang baru saja dilantik menjadi presiden ke-44 negara adidaya Amerika Serikat, sekarang ini siapa yang tidak kenal Obama? siapa yang tidak ngefans dengan Obama? (ada yang tidak kenal dan ngefans dengan Obama juga sih) sepertinya dunia sedang "dimabuk cinta" dengan presiden baru itu mulai dari gosip ibu-ibu, warung kopi, cafe, bar, kantor pemerintahan, pusat hibuaran bahkan para politisi dunia tanpa terkecuali politisi di negeri ini ikut mengomentari suksesi kepemimpinan Barack Obama.
Bahkan anak SD pun (di Indonesia) ikut-ikutan merayakan kemenangan Barack Obama bahkan beberapa jam waktu mereka tersita untuk merayakan kemenangan ini yang berarti proses belajar mengajar di kelas terganggu, apakah pihak sekolahnya yang berinisiatif "merayakan" atau memang anak didiknya yang dengan sukarela, entahlah. Fenomena ini sungguh luar biasa dan juga sekaligus mencemaskan.
Akhirnya pelantikan Barack Obama benar-benar terjadi walaupun dalam keadaan sederhana, jutaan warga berkumpul di sekitar lokasi pelantikan, jutaan warga Amerika lainnya menyaksikan proses pelantikan lewat berbagai media lektronik: televisi, radio, internet dan sebagainya dan bahkan tidak luput juga penduduk dunia ikut menyaksikan proses pelantikan ini. Singkatnya jutaan dan mungkin ratusan juta mata tertuju pada satu sosok yaitu pelantikan presiden baru barack Obama.
Selamat bekerja presiden Barack Obama, Yes We You Can !! (bersambung yach...)
|
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/krismen/trackback/96 |
|
|
|
|
|
Republik Kupret
Kris J. Mendrofa`s diary/My Opinion |
2008/11/10 13:31
|
|
|
Sebenarnya saya bingung mau kasih apa judul postingan ini, daripada tanpa judul mending kasih judulnya "Republik Kupret" saja deh. Lalu apa yang saya mau tulis dalam postingan ini? sebenarnya sederhana: hal-hal yang lucu, konyol, menyebalkan yang kita lihat atau minimal yang saya lihat akhir-akhir ini.
Siang kemarin misalnya saya sedikit kesal lalu ketawa lalu bingung lalu gak habis pikir lalu beri kesimpulan: biarin aja lah... emang gue pikirin! Anda yang baca saja sedikit kesal kan? wong kata lalunya banyak amat, la lu la lu la lu, lu..... lagi cuape deh......
Ceritanya begini ketika sedang di perempatan lampu merah, saya mau menyeberang karena sudah lampu hijau dan kendaraan dari kedua arah yang berlawanan juga tentunya sudah boleh jalan tetapi apa yang terjadi? tiba-tiba ada suara sirene mengaung-ngaung dengan iringan puluhan motor dan sedikitnya 3 mobil "patroli" dan tentunya lampu merahpun pasti diterobos dengan modal sirene tadi bahkan mereka terlihat arogan ketika pengendara lain tidak mau memberi jalan .
Ternyata iring-iringan yang barusan lewat tadi, bukan patroli pengawal pejabat negara atau mobil patroli dari kepolisian atau mobil yang diperbolehkan/dilegalkan memakai sirene. Ternyata "patroli" tadi adalah milik masyarakat sipil yang tergabung dalam sebuah salah satu organisasi. Sebagai gambaran, mobil yang disulap menjadi "mobil patroli" itu terkesan seperti mobil salah satu pasukan elit dengan tulisan komando disertai nama organisasi mereka, padahal sesuai ketentuan mobil masyarakat/organisasi sipil tidak boleh memakai sirene.
Lalu ada lagi yang membuat saya sedikit kesal lalu ketawa lalu bingung lalu gak habis pikir lalu beri kesimpulan: biarin aja lah... emang gue pikirin!
Ya, sikap terlalu perasa dan betapa tersinggungnya elit politik kita kalau sedikit saja "kepentingan/nama baik" mereka sedikit disentil padahal sudah jelas nama tokoh yang bersangkutan tidak disebut secara langsung tetapi tetap saja memprotes dan bahkan menyewa pengacara tidak tanggung-tanggung puluhan orang entah berapa biaya yang dikeluarkan untuk menyewa pengacara-pengacara itu, padahal kalau seandainya masalah itu diselesaikan secara kekeluargaan atau bahkan dianggap angin lalu saja dan dianggap wajar dalam kehidupan berdemokrasi yang kita anut, waktu mauoun dana yang dikeluarkan itu bisa dipakai untuk amal misalnya atau disumbangkan ke masyarakat miskin atau kegiatan yang ada "manfaatnya". wah saya jadi takut juga nih, jangan-jangan saya disomasi juga karena menulis artikel ini, maaf deh kalau tersinggung bung/pak, ini suara hati saya.
Ada satu hal lagi dari puluhan hal yang membuat edikit kesal lalu ketawa lalu bingung lalu gak habis pikir lalu beri kesimpulan: biarin aja lah... emang gue pikirin!
Kali ini mengenai pemilu 2009, KPU mengharuskan media massa untuk memberikan porsi yang adil dan merata dalam pemberitaan mereka. Baik, porsi yang adil dan merata itu bagus dan memang perlu dikembangkan. Tetapi kalau KPU mengancam menindak mereka dengan menarik SIUP (surat izin usaha penerbitan) media massa yang dianggap melanggar ketentuan? Nah ini yang konyol dan terkesan mengada-ada atau kalau saya bilang (maaf) bodoh karena sudah jelas-jelas SIUP tidak berlaku lagi, nah mau cabut SIUP apa mereka? wong SIUP gak pernah ada, edan!
Lalu saya sedikit berpikir bahkan paranoid, kalau media massa saja mau dicabut surat izinnya walaupun sebenarnya tidak ada yang perlu dicabut karena gak ada yang pantas dicabut, kalau blogger melanggar "ketentuan" lalu yang dicabut apanya? untung kerisauan ini tidak lama mengalir dalam benak saya, karena dalam satu kesempatan Menkoninfo M. Nuh sudah berjanji bahwa tidak ada penangkapan terhadap blogger kalau tindakan mereka sesuai ketemtuan, saya baru deh lega. gw jadi mikir yang aneh-aneh nih, kupret...!!
|
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/krismen/trackback/93 |
|
|
|
|
|
Tim Uber Indonesia, Terima Kasih
Kris J. Mendrofa`s diary/My Opinion |
2008/05/18 01:26
|
|
|
Mungkin salah satu hiburan menarik masyarakat Indonesia minggu ini adalah penampilan putra-putri Indonesia yang berlaga dalam Thomas dan Uber Cup 2008. Masyarakat seakan melupakan sedikit krisis yang sedang melanda negeri ini di tengah harga BBM yang naik, kita berharap kali ini tim Thomas dan Uber memberikan hadiah sebagai perlipulara disaat pemerintah memberikan hadiah “istimewa” buat masyarakat dengan menaikkan harga BBM. Tetapi apa daya tim Uber kita yang sebenarnya telah melampaui target yang diberikan oleh PBSI yakni hanya menuju babak semifinal ternyata mampu menembus final yang walau akhirnya harus mengakui kehebatan tim Uber China. Sementara tm Thomas kita yang ditargetkan menjadi juara justru kandas di tangan Korea 3-0 dalam semifinal.
Ya, tim Uber kita kalah terhormat, tim Thomas kita? menurut saya kalah “tragis” Sebenarnya saya sudah pesimis tim Thomas Indonesia akan menang di laga semifinal melawan Korea kemarin mengingat pada babak penyisihan grup yang melawan Thailand hari minggu kemarin (11/05) harus ngos-ngosan sebelum menang 3-2.
Terlepas dari kegagalan tim Thomas dan Uber Indonesia, saya pribadi salut dengan perjuangan mereka yang pantang menyerah dan mampu memberikan hiburan tersendiri bagi masyarakat Indonesia, semoga kelak prestasi Indonesia dalam bulu tangkis kembali jaya lagi. Buat tim Uber Indonesia yang bertanding dengan gigih dan semangat malam ini, terima kasih….! Bravo bulu tangkis Indonesia! |
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/krismen/trackback/90 |
|
|
|
|
|
My Really Simple Syndication
Kris J. Mendrofa`s diary/My Opinion |
2008/03/06 10:52
|
|
|
RSS (Really Simple Syndication) merupakan suatu format web feed yang ditulis dalam format XML (eXtensible Markup Language) dan digunakan untuk berbagi atau menginformasikan suatu konten digital yang sering di-update seperti blog, news feed atau podcast.
Banyak istilah yang berkembang seputar RSS seperti web feed, aggregator, podcast, Atom, web syndication, dan masih banyak yang lainnya. Namun pada intinya terdapat dua kata kunci yang erat kaitannya dengan RSS, yaitu:
- Konten (content, news, video, audio, dan lain-lain)
- Perubahan (update, changelog, history, dan lain-lain)
Walaupun sudah lama mendengar tentang RSS, saya sendiri selama ini tidak pernah memanfaatkannya karena informasi yang saya dapat masih minim dan tidak tahu caranya untuk berlangganan RSS dari blog/website lain yang sering saya kunjungi.
Minggu yang lalu, saya akhirnya tertarik juga untuk mencoba meng-agregasi situs-situs maupun blog yang sering saya kunjungi. Saya melayangkan e-mail ke Pak Yustinus Waruwu untuk memberitahukan bagaimana cara memulainya, lalu Pak Yustinus mengirimkan plugin ke saya. Nama pluginnya feedwordpress lalu dengan cepat saya membaca sedikit tutorial yang disertai dalam foldernya, meng-uploadnya di website yang telah saya disediakan khusus untuk meng-agragasi situs/blog luar dengan alamat url baru yaitu http://www.krismendrofa.com/rss dan.... akhirnya berhasil.
Manfaat yang didapat dengan meng-agregasi blog-blog tetangga maupun situs-situs yang sering saya kunjungi ini adalah:
- Cukup mengunjungi http://www.krismendrofa.com/rss maka semua postingan terbaru dari blog/situs langganan (yang telah diagregasi) dapat diketahui
- Cepat mengetahui postingan terbaru dari situs/blog lain, kalau tertarik untuk membaca dan mengomentarinya maka tinggal mengunjunginya.
Namun ada sedikit "kelemahan" RSS Reader feedwordpress ini yaitu waktu untuk meng-up date / memperbaharui postingan terakhir dari situs/blog langganan tidak berlangsung secara real time, maksudnya ketika pemilik blog/situs mengirimkan artikel mereka maka tidak secara otomatis RSS Reader kita membacanya dan langsung menampilkannya di http://www.krismendrofa.com/rss, tetapi setiap artikel dari blog/situs luar akan dibaca secara terjadwal.
Misalnya untuk blog www.krismendrofa.com, RSS Reader saya meng-up date artikel terbaru dari blog tersebut (bila ada artikel terbaru) jam 10:03:0, maka jadwal up date berikutnya jam 11:01:02 dan seterusnya, begitu pula dengan situs/blog lain yang yang saya agregasi.
Jadi silahkan kunjungi RSS Reader saya untuk membaca postingan-postingan terbaru dari situs maupun blog lain yang telah saya agregasi.
|
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/krismen/trackback/87 |
|
|
|
|
|
 |
Kris J. Mendrofa`s diary (47) |
|
|
|
<<
2012/02
>>
| S |
M |
T |
W |
T |
F |
S |
|
|
|
1 |
2 |
3 |
4 |
| 5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
| 12 |
13 |
14 |
15 |
16 |
17 |
18 |
| 19 |
20 |
21 |
22 |
23 |
24 |
25 |
| 26 |
27 |
28 |
29 |
|
|
|
|
|
|
|