|
|
|
Pengangguran & Kemiskinan: Turun atau Turun-menurun?
Hot Issues/Politik |
2009/03/26 15:20
|
|
|
Dalam salah satu orasi capres dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) beberapa saat lalu mengatakan bahwa klaim pemerintah yang mengatakan bahwa bahan bakar minyak (BBM), pengangguran dan kemiskinan turun memang benar, ya benar turun. Pengangguran, kemiskinan turun dari kakek lalu turun ke anak lalu turun ke cucu. Pengangguran dan kemiskinan warga memang turun, turun-menurun!
Saya sebagai warga negara sangat mengapresiasi sikap Prabowo yang kritis dan memasyarakat ini, pernyataannya sangat relevan dan juga realistis dibanding klaim-klaim maupun janji-janji capres lain. Misalnya Ibu Megawati dari PDI-Perjuangan bilang dalam 100 hari sembako akan diturunkan, memangnya beliau bisa memenuhi janji itu bila beliau kelak terpilih lagi jadi presiden? saya tidak yakin bahkan pesimis janji itu bisa diwujudkan.
Sejarah membuktikan atau minimal dari sudut pandangan saya, ibu Megawati ketika menjabat sebagai presiden republik ini tidak terlalu bagus-bagus amat, zaman pemerintahannya justru banyak BUMN dijual bahkan diobral dengan alasan privatisasi. Nah sekarang dengan gampang mengatakan akan bisa mensejahterakan rakyat.
Lalu pemerintahan SBY mengklaim bahwa telah berhasil menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), kata-kata berhasil ini yang terus terang saya tidak suka mendengar dan menurut saya menyesatkan. Memangnya harga BBM turun karena perjuangan pemerintah yang pro rakyat? tidak! BBM turun karena harga minyak dunia memang lagi turun makanya mau tidak mau harga BBM didalam negeri juga harus disesuaikan.
Masih sangat jelas diingatan kita ketika pemerintahan SBY menaikkan harga BBM beberapa waktu lalu yang ditentang keras oleh mahasiswa dan masyarakat dimana demo itu berakhir anarkhis. Lalu aparat menangkap orang yang diklaim sebagai aktor intelektualnya dan sekarang sang aktor intelektual bahkan belum selesai proses hukumnya, belakangan sang aktor dijadikan tahanan kota. Ini membuktikan bahwa pemerintah pernah mengecewakan rakyat dengan cara menaikkan BBM, tetapi sekarang kok sepertinya jadi pahlawan yang telah menurunkan BBM?
Ini membuktikan bahwa baru beberapa saat yang lalu, di negeri ini telah terjadi penolakan kenaikan harga BBM karena kebijakan pemerintah yang tidak sensitif akan kesejahteraan rakyat. Tetapi sekarang pada saat kampanye seakan-akan pemerintah sangat-sangat berusaha menurunkan harga. Kemiskinan juga diklaim turun, tetapi saya melihat kok di Jakarta saja semakin banyak pengemis dan penjahat jalanan ya?
Jangan-jangan kata turun yang diklaim pemerintah beserta kroninya itu benar tetapi turun-menurun? Mari kita pilih pemimpin yang cerdas, pro rakyat. |
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/krismen/trackback/100 |
|
|
|
|
|
Yes You Can (2)
Hot Issues/Politik |
2009/01/28 12:08
|
|
|
"...... Ahirnya pelantikan Barack Obama benar-benar terjadi walaupun dalam keadaan sederhana, jutaan warga berkumpul di sekitar lokasi pelantikan, jutaan warga Amerika lainnya menyaksikan proses pelantikan lewat berbagai media elektronik: televisi, radio, internet dan sebagainya dan bahkan tidak luput juga penduduk dunia ikut menyaksikan proses pelantikan ini. Singkatnya jutaan dan mungkin ratusan juta mata tertuju pada satu sosok yaitu pelantikan presiden baru barack Obama." Ini merupakan cupliklan artikel saya sebelumnya yang masih berjudul yang sama yaitu "Yes You Can"
Setelah dunia maupun negeri ini puas menyaksikan "atraksi" dari suksesnya Barack Obama menjadi orang nomor satu di AS, maka duniapun akan segera menonton atraksi serupa di negeri yang namanya Indonesia dalam arti Indonesia juga akan memilih presidennya secara demokratis, tetapi akankah calon presiden maupun presiden terpilih Indonesia di pemilihan umum 2009 ini akan dielu-elukan oleh warganya sendiri? akankan pelajar SD merayakan kemenangan RI satu nanti? apakah akan ada ribuan bahkan jutaan fans di negeri ini? akankah dunia memberi apresiasi tinggi kepada presiden terpilih nanti?
Semuanya ini hanya waktu yang akan menjawab, tetapi sejak sekarang kita sudah dapat menebak siapa-siapa saja calon yang akan bertarung nantinya, sebagian masih muka-muka lama dengan pakai gaya lama pula! Yang merasa tua dan senior dan merasa banyak pengalaman karena pernah memimpin memandang sinis calon yang muda/junior, calon junior juga menganggap calon tua sudah tidak bisa apa-apa karena mereka tidak berhasil membawa negeri ini keluar dari keterpurukan ketika mereka memimpin.
Sementara calon-calon yang bertarung nanti masing-masing sibuk membentengi diri dengan berbagi argumen dangkal, mereka lupa ataupun mungkin sudah tertutup pintu hati nuraninya bahwa sebenarnya yang harus mereka bahas dan perdebatkan adalah bagaimana memberikan solusi dan bukan sekedar argumen yang tidak akan selesai dibahas-bahas.
Di acara debat televisi para politisi kita yang akan bertarung ataupun yang berandai-andai kalau dipilih nanti mereka akan melakukan inovasi ini, inovasi itulah yang bahkan terlalu dipaksakan dan terlalu berlebihan.
Mereka bilang: kalau ada koruptor dihukum mati saja, kalau masih mencuri ikan, tenggelamkan saja kapalnya, agenda pertama saya ketika memimpin negeri ini adalah memberi sembako murah untuk rakyat, pertama dalam sejarah harga minyak turun 3 kali dan seterusnya, semuanya gombal dan berlebihan semua. Kesan yang didapat dari pernyataan-pernyataan diatas, sepertinya mereka dengan mudah menghentikan pencuri ikan di laut, menghentikan koruptor, menurunkan harga.
Kadang pernyataan politisi negeri ini di berbagai media membuat bulu kuduk merinding karena saking keras dan kritisnya pernyataan mereka, tetapi kalau mereka sudah masuk ke sistem atau tujuan mereka sudah tercapai, suara-suara "sumbang" tadi nyaris tidak terdengar dan bahkan tiba-tiba berubah wujud menjadi "makhluk" yang gampang marah/ngambek kalau posisi mereka terancam atau gagal mendapatkan apa yang mereka impikan.
Ketika pemilihan umum, tiba-tiba saja mereka jadi pahlawan rakyat dengan berbagai kunjungan dan ketika menang tempat usaha atau rumah-rumah warga mereka gusur dengan dalih demi ketertiban dan keamanan umum. Di Jawa Timur tepatnya di pulau Madura, para politisi lokal berusaha memperebutkan suara rakyat lewat pemilihan ulang yang curang sebelumnya dan kalau mereka sudah menang akankah mereka memperebutkan dan berbondong-bondong mendengarkan aspirasi warga yang memilih disana?
Yang tidak memilih atau golput dianggap dosa/haram, tetapi kalau pemerintah tidak memenuhi kewajibannya untuk memenuhi amanat Undang-Undang Dasar tentang alokasi 20 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pendidikan karena alasan kurang dana atau apapun alasannya tidak dianggap haram, tidak dianggap berdosa padahal telah melanggar amanat konstitusi kita.
Yang golput "dihujat" seperti warga negara yang tidak bertanggungjawab, yang korup disanjung-sanjung telah berbuat sesuatu untuk negeri ini, sehingga pengadilan cuma menjatuhkan hukuman ringan kepada mereka karena mungkin sudah terbawa dengan opini pengabdian tadi, warga miskin yang mencuri besi tua atau sandal tua dihukum seberat-beratnya.
Kita masih bersyukur masih ada lembaga yang independen dan "waras" yaitu Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan salah satu pasal UU Pemilu pada 23 Desember 2008. Pasal yang dibatalkan yakni pasal 214 huruf a, b, c, d, e Undang-undang (UU) nomor 10 tahun 2008 tentang Pemilu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang mengatur soal sistem nomor urut dan menggantinya dengan suara terbanyak. Semoga memilih kucing dalam karung tidak terjadi lagi, semoga!! |
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/krismen/trackback/97 |
|
|
|
|
|
"Ayo benahi Jakarta" vs "Jakarta Untuk Semua"
Hot Issues/Politik |
2007/07/07 10:12
|
|
|
Slogan itu yang muncul dalam berbagai poster dan spanduk yang akhir-akhir ini marak - walaupun kampanye pilkada jakarta baru mulai tanggal 22 juli - di berbagai belahan ibu kota. Entah siapa yang memulai duluan memasang slogan "provokatif" di berbagai tempat itu, yang jelas kedua kubu bersikeras untuk tidak menurunkannya, jika hanya sepihak.
"Ayo benahi Jakarta" adalah sebuah slogan strategis dari kubu adang-dani dalam memanfaatkan problematika jakarta yang tidak kunjung terselesaikan. Kemacetan, banjir, kesempatan kerja, adalah problem-problem utama yang memang menjadi keluhan dan hambatan warga ibu kota. Betapa tidak, banjir jakarta awal februari 2007 lalu sungguh-sungguh menjadi bencana yang menimbulkan kerugian milyaran
rupiah, lumpuhnya perekonomian ibu kota, terhentinya aktivitas dan sendi-sendi kehidupan warga (termasuk pendidikan), serta perasaan tramumatik akibat tidak memadainya penanganan banjir oleh pemerintah ibu kota. Belum lagi kemacetan yang membuang begitu energi minyak bumi, mengurangi produktivitas warga, dan belum lagi penyakit stres yang harus dihadapi warga. Sungguh jeli! Adang-dani mengambil mementum "kebosanan" masyarakat jakarta akan problem kesehariannya yang tak kunjung terselesaikan. Dengan warna oranye, kebanggaan kesebelasan persija, Adang-dani meneriakan slogan atas ketidakbecusan pemerintah daerah sekarang dalam mengelola dan mengurus kota jakarta.
Tentu slogan itu masih sebatas janji. Tidak terungkap sama sekali bagaimana janji itu akan direalisasikan. Warga yang cerdas, pasti akan bertanya bagaimana Adang-dani mengatasi keruwetan lalu lintas ibu kota dan banjir. Jika memang sudah memiliki konsep dan rencana, Adang-dani harus memaparkannya. Tentu warga akan melihat dan menganalisa apakah konsep dan rencana itu realistis atau tidak. Kalau realistis, bagaimana menghimpun potensi dan partisipasi warga untuk bekerja mensukseskan rencana itu. Salah satu bentuk partisipasi warga yang paling berat dan sulit untuk dikerjakan adalah membangun sikap disiplin warga. Inilah
problematika utama banjir dan kemacetan. Tetapi bagian inilah yang paling sulit yang harus dilalui Adang-dani, jika ingin dipilih menjadi gubernur dan wakil gubernur dki jakarta. Sebuah "mission impossible" yang sedang dibuat "possible".
Lain adang-dani, lain lagi fauzi-prijanto. Slogan "Jakarta untuk semua" terasa menjadi slogan yang hambar. Tanpa ada "stressing" yang ingin disampaikan. Memang ide yang akan diusung adalah bahwa kota jakarta terbuka untuk semua komunitas, golongan, suku, dan kepentingan. Dan konsekuensi dari itu adalah kemungkinan perbenturan sosial dan budaya. Tentu ini adalah sebuah fakta. Tetapi fauzi-prijanto ingin menyampaikan pesan bahwa karena keterbukaannya itu, jakarta harus dimaknai sebagai sebuah model kota yang pluralis dimana ada penghargaan dan kesempatan untuk semua golongan dan kepentingan. Slogan ini ingin meng-" counter attack" ketakutan dari sekelompok golongan tentang kemungkinan
adang-dani melakukan "penghijauan" Jakarta, yang membuat kota jakarta
tidak lagi plural.
Sayang sungguh sayang, slogan "mulia" itu ternoda oleh sikap primordial
dari kubu fauzi-prijanto. Bagaimana tidak ternoda, jika isu yang ditonjolkan untuk mengangkat sosok fauzi adalah isu "anak betawi"? Berbagai iklan di televisipun tak urung menegaskan sikap primordial tersebut. Jika ingin menekankan wajah plural jakarta, maka janganlah mengusung isu-isu primordial tersebut. Warga akan melihat sebuah standar ganda dari sang calon pemimpin jakarta.
Siapa pilihan anda? Wallaualam. Keduanya tidak menjanjikan sesuatu.
Catatan:
dikirim oleh teman via e-mail |
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/krismen/trackback/75 |
|
|
|
|
|
Horee.... Indonesia sudah mau bubarkan CGI
Hot Issues/Politik |
2007/01/24 15:56
|
|
|
Indonesia uda gak mau jadi budak IMF! ini sudah terjadi, dimana akhirnya Indonesia sudah membayar lunas utangnya ke IMF (International Money Found)
Nah dengar-dengar Presiden SBY mau bubarkan CGI (Consulative Group on Indonesia)juga (sumber: detik.com), mantap!!
Biar bangsa kita gak jadi bangsa pengutang dan bangsa yang didikte trus, kalau perlu kita punya piutang (kasih pinjaman) ke negara lain bukan utang malah.
Aku senang, blogger juga senang kan? tapi bukannya masalah bangsa kita uda selesai semua. Masih banyak yang dibenahi, mulai transportasi udara yang hancur-hancuran itu dimana bandara Soekarno Hatta nyaris kayak terminal bis dan pesawatnya kayak Metro Mini. AKu sebutin kayak Metro Mini karena pesawatnya kecelakaan trus, baik kecelakaan ringan (mati mesin mendadak, nyasar ke bandara lain, dll) maupun pesawatnya terjun bebas dan jatuh deh ke bumi seperti Mandala yang di Medan maupun Adam Air.
Ngomong-ngomong tentang masalah transportasi udara ini, aku juga sempat baca di koran bahwa beberapa hari lalu, salah satu pesawat di bandara Soekarno Hatta mesinnya mati pas sudah mau lepas landas/take off. Bayangin kalau mesin nya mati pas uda di udara kebayang gak sih? ngeri banget kan?? Lebih ngeri kalau naik Bis Metro Mini walau sopirnya ngebut dan ngetem sembarangan sekalipun atau banyak jambretnya. |
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/krismen/trackback/29 |
|
|
|
|
|
 |
Kris J. Mendrofa`s diary (47) |
|
|
|
<<
2012/02
>>
| S |
M |
T |
W |
T |
F |
S |
|
|
|
1 |
2 |
3 |
4 |
| 5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
| 12 |
13 |
14 |
15 |
16 |
17 |
18 |
| 19 |
20 |
21 |
22 |
23 |
24 |
25 |
| 26 |
27 |
28 |
29 |
|
|
|
|
|
|
|