|
|
|
PestaBlogger 2008: Selamat Datang di Republik Blog
Kris J. Mendrofa`s diary/My Diary |
2008/11/22 22:55
|
|
|
Tanpa terasa PestaBlogger 2008 yang kita nanti-nantikan telah berakhir dengan kenangan manis: ketemu dengan blogger lain yang hanya kenal lewat dunia maya. Terus terang sebelumnya saya tidak pernah bertemu dengan teman-teman blogger yang hadir dalam PestaBlogger 2008 ini, blogger yang terdaftar di blogboleh.com merupakan satu-satunya komunitas blogger yang pernah bertemu dengan saya karena sekitar 1 tahun lalu kami sempat gathering di Solaria Semanggi, cuma kali ini kalau saya lihat di daftar peserta PestaBlogger 2008 teman-teman blogger dari BlogBoleh sepertinya tidak ada yang hadir atau alamat blog mereka sudah berganti alamat (tidak pakai blogboleh.com lagi). Memang belakangan ini, blogger yang aktif dan mendaftar di BlogBoleh.Com sepertinya tidak semeriah tahun 2006/2007 lalu bahkan BlogDetik.Com yang terbilang masih baru dalam menyediakan blog gratisan justru semakin populer.
Di tengah meriahnya acara blogger ini saya sempat berfantasi: "wah saya seperti berada di dunia lain aja, Republik Blog!" semuanya membahas tentang blog, blog dan blog lagi, asyikkan? dan bukan sedang berada di Republik Kupret yang menyebalkan seperti pada postingan saya sebelumnya.
Ikut hadir dalam Pestablogger 2008 ini merupakan pengalaman indah yang tidak mungkin saya lupakan dan juga merupakan media yang bisa membangkitkan semangat saya lagi dalam ngeblog karena memang belakangan ini saya sepertinya semakin jauh saja dari aktifitas blog dalam arti jarang menulis artikel, saya harap teman-teman blogger yang lain juga akan semakin termotivasi dan semakin inovatif dalam mengembangkan tulisannya dalam perspektif masing-masing.
Di sesi diskusi, panitia membagi beberapa kelompok sesuai dengan ketertarikannya masing-masing dan saya bergabung dalam diskusi "sosial politik". Yang menjadi fasilitator kami adalah bung Martin Manurung, Mr. Brown dari Singapura dan Jeff Ooi yang juga anggota parleman Malaysia menjadi nara sumber di kelompok diskusi ini. Peserta yang tertarik dalam diskusi tentang sosial politik sendiri cuma sedikit dan jadi minoritas, ternyata blogger Indonesia masih belum terlalu tertarik dengan yang namanya politik ya??? Blog yang berkaitan dengan politik juga jarang, kata salah satu peserta.
Baik Mr. Brown maupun Jeff Ooi menceritakan betapa Blogger di negara mereka tidak diberi ruang untuk berekspresi secara bebas seperti yang didapatkan blogger di Indonesia akan tetapi mereka masih tetap menulis artikel yang tetap kritis tetapi dalam format lain sehingga walaupun ditekan mereka masih bisa mengungkapkan idenya bahkan Jeff Ooi sudah 4 kali berurusan dengan pihak pemerintah Malaysia dan 1 lagi masih sedang diproses terkait tuduhan pencemaran nama baik.
Satu hal lagi yang menarik, politisi-politisi partai oposisi di Malaysia sebagian besar sudah ngeblog, sangat kontras dengan politisi di Indonesia yang masih belum memanfaatkan blog sebagai media mereka dalam menyampaikan dan menampung aspirasi masyarakat.
Saya sendiri juga sebenarnya pengen membuat blog politik, tapi belum terealisasi sampai sekarang, wong blog ini saja masih kurang terurus kok he he he.
Sampai ketemu di PestaBlogger 2009! |
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/krismen/trackback/94 |
|
|
|
|
|
Republik Kupret
Kris J. Mendrofa`s diary/My Opinion |
2008/11/10 13:31
|
|
|
Sebenarnya saya bingung mau kasih apa judul postingan ini, daripada tanpa judul mending kasih judulnya "Republik Kupret" saja deh. Lalu apa yang saya mau tulis dalam postingan ini? sebenarnya sederhana: hal-hal yang lucu, konyol, menyebalkan yang kita lihat atau minimal yang saya lihat akhir-akhir ini.
Siang kemarin misalnya saya sedikit kesal lalu ketawa lalu bingung lalu gak habis pikir lalu beri kesimpulan: biarin aja lah... emang gue pikirin! Anda yang baca saja sedikit kesal kan? wong kata lalunya banyak amat, la lu la lu la lu, lu..... lagi cuape deh......
Ceritanya begini ketika sedang di perempatan lampu merah, saya mau menyeberang karena sudah lampu hijau dan kendaraan dari kedua arah yang berlawanan juga tentunya sudah boleh jalan tetapi apa yang terjadi? tiba-tiba ada suara sirene mengaung-ngaung dengan iringan puluhan motor dan sedikitnya 3 mobil "patroli" dan tentunya lampu merahpun pasti diterobos dengan modal sirene tadi bahkan mereka terlihat arogan ketika pengendara lain tidak mau memberi jalan .
Ternyata iring-iringan yang barusan lewat tadi, bukan patroli pengawal pejabat negara atau mobil patroli dari kepolisian atau mobil yang diperbolehkan/dilegalkan memakai sirene. Ternyata "patroli" tadi adalah milik masyarakat sipil yang tergabung dalam sebuah salah satu organisasi. Sebagai gambaran, mobil yang disulap menjadi "mobil patroli" itu terkesan seperti mobil salah satu pasukan elit dengan tulisan komando disertai nama organisasi mereka, padahal sesuai ketentuan mobil masyarakat/organisasi sipil tidak boleh memakai sirene.
Lalu ada lagi yang membuat saya sedikit kesal lalu ketawa lalu bingung lalu gak habis pikir lalu beri kesimpulan: biarin aja lah... emang gue pikirin!
Ya, sikap terlalu perasa dan betapa tersinggungnya elit politik kita kalau sedikit saja "kepentingan/nama baik" mereka sedikit disentil padahal sudah jelas nama tokoh yang bersangkutan tidak disebut secara langsung tetapi tetap saja memprotes dan bahkan menyewa pengacara tidak tanggung-tanggung puluhan orang entah berapa biaya yang dikeluarkan untuk menyewa pengacara-pengacara itu, padahal kalau seandainya masalah itu diselesaikan secara kekeluargaan atau bahkan dianggap angin lalu saja dan dianggap wajar dalam kehidupan berdemokrasi yang kita anut, waktu mauoun dana yang dikeluarkan itu bisa dipakai untuk amal misalnya atau disumbangkan ke masyarakat miskin atau kegiatan yang ada "manfaatnya". wah saya jadi takut juga nih, jangan-jangan saya disomasi juga karena menulis artikel ini, maaf deh kalau tersinggung bung/pak, ini suara hati saya.
Ada satu hal lagi dari puluhan hal yang membuat edikit kesal lalu ketawa lalu bingung lalu gak habis pikir lalu beri kesimpulan: biarin aja lah... emang gue pikirin!
Kali ini mengenai pemilu 2009, KPU mengharuskan media massa untuk memberikan porsi yang adil dan merata dalam pemberitaan mereka. Baik, porsi yang adil dan merata itu bagus dan memang perlu dikembangkan. Tetapi kalau KPU mengancam menindak mereka dengan menarik SIUP (surat izin usaha penerbitan) media massa yang dianggap melanggar ketentuan? Nah ini yang konyol dan terkesan mengada-ada atau kalau saya bilang (maaf) bodoh karena sudah jelas-jelas SIUP tidak berlaku lagi, nah mau cabut SIUP apa mereka? wong SIUP gak pernah ada, edan!
Lalu saya sedikit berpikir bahkan paranoid, kalau media massa saja mau dicabut surat izinnya walaupun sebenarnya tidak ada yang perlu dicabut karena gak ada yang pantas dicabut, kalau blogger melanggar "ketentuan" lalu yang dicabut apanya? untung kerisauan ini tidak lama mengalir dalam benak saya, karena dalam satu kesempatan Menkoninfo M. Nuh sudah berjanji bahwa tidak ada penangkapan terhadap blogger kalau tindakan mereka sesuai ketemtuan, saya baru deh lega. gw jadi mikir yang aneh-aneh nih, kupret...!!
|
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/krismen/trackback/93 |
|
|
|
|
|
Congratulations Barack Obama ..!!
Kris J. Mendrofa`s diary/My Opinion |
2008/11/06 13:29
|
|
|
Selamat! selamat! kata-kata itulah yang sering keluar dari mulut jutaan umat manusia di seluruh dunia beberapa hari terakhir ini menyusul menangnya Barack Obama menjadi presiden AS ke 44 yang mengalahkan rivalnya senator Mc Cain, saya juga mengucapkan selamat buat Mr. President Obama. Indonesia sebagai negara demokratis terbesar ketiga di dunia juga tentunya menyambut kemenangan ini sebagaimana terlihat dalam berbagai komentar di tanah air, dengan kemenangan Obama ini otomatis isu ras tidak penting lagi dibahas dalam peta politik di Amerika, kredibilitas seseorang yang penting apakah bisa memimpin atau tidak, tidak memandang apakah tua atau muda seperti yang gencar dibahas di Indonesia akhir-akhir ini.
Politisi Indonesia, Belajar Dari Mc Cain!
Sesaat setelah Barack Obama dipastikan menang, rivalnya senator Mc cain dengan mata berkaca-kaca langsung menggelar "pidato penyambutan" kekalahan dihadapan pendukungnya untuk mengucapkan terima kasih atas dukungan mereka, tidak lupa Mc Cain terlihat beberapa kali menenangkan pendukungnya yang meneriakkan huuuu ketika nama Obama disebutkan dengan isyarat tangan agar ikhlas menerima kekalahan dan sekaligus mengajak mereka untuk mendukung presiden baru Amerika terpilih.
Mc Cain juga menelpon Barack Obama untuk mengucapkan selamat dan bersedia bekerjasama memberikan ide-ide cemerlangnya untuk mendukung Presiden Barack Obama dalam memimpin Amerika ke depan.
Melihat contoh yang diberikan oleh Mc Cain itu, saya melihat betapa terhormatnya dia karena walaupun dia kalah masih sempat-sempatnya memberi ucapan dan bersedia mendukung presiden baru Amerika yang baru saja menjadi rivalnya, yang baru saja menggagalkan ambisinya untuk menjadi orang nomor satu. Pasti timbul pergulatan yang hebat dalam dirinya untuk meyakinkan dirinya menerima kenyataan dilakalahkan oleh Barack Obama yang masih muda, yang masih "bau kencur" dibanding dirinya yang dianggap cukup pengalaman dan telah mengabdi kepada bangsanya baik kapasitasnya sebagai veteran perang maupun politisi senior.
Apakah ucapan selamat juga dengan mudahnya diucapkan oleh politisi yang kalah di Indonesia? sepertinya tidak!! masih jauh..!! Sebagai contoh konkrit, calon presiden yang kalah pada pemilu 2004 sampai sekarang tidak mengucapkan selamat kepada presiden terpilih, sampai sekarang masih gontok-gontokan, ngambek-ngambekan seperti remaja yang putus cinta saja, diundang bersilaturahmi juga mereka ogah melakukannya, diundang untuk merayakan 17 Agustusan dalam rangka menyambut kemerdekaan Republik mereka juga agak segan menghadirinya yang kalau menurut saya sih beliau ogah menghadirinya, lalu kalau sudah ogah untuk menghadiri suatu perayaan nasional apakah masih layakkah dikatakan sebagai tokoh nasionalis? saya meragukan hal itu, jangan-jangan ketokohannya sudah pudar dan hanya mementingkan kelompoknya saja.
Lalu politisi yang gontok-gontokan atau ngambek-ngambekan tadi masih dengan percaya diri alias pede mau mencalonkan diri lagi untuk ikut meramaikan pemilu 2009 yang akan datang, menurutnya atau mereka pemerintah yang sekarang tidak benar mengurus negara, tidak jelas lah, pokoknya tidak becus deh..... Lalu kalau mereka menang pasti senyumnya selebar-lebarnya, kalau kalah? sudah bisa ditebak:gontok-gontokan, ngambek-ngambekan!!! cuape deh...!!
Padahal kalau dilihat dari kinerja mereka juga sewaktu rakyat di republik ini memberikan kesempatan kepada mereka untuk memimpin toh mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa, tidak ada kebijakan mereka yang membuat kita terpana yang membuat kita sadar/tidak sadar mengatakan wow..... tidak ada kebijakan mereka yang ngekick abis!! Tidak ada kata-kata/perbuatan/kebijakan mereka yang membuat dunia begitu terpesona mengagumi mereka seperti yang diberikan kepada Mc Cain maupun Obama.
Membuat dunia terpesona sepertinya terlalu muluk juga, tetapi minimal rakyat bisa senyum dan menyambut mereka dengan hangat kalau berhasil menang karena dapur mereka tetap mengepul, tidak ada lagi rakyat yang kelaparan, tidak ada lagi penggusuran, pokoknya kebijakan mereka ngekick deh, gak pakai acara ngambek!! |
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/krismen/trackback/92 |
|
|
|
|
|
 |
Kris J. Mendrofa`s diary (44) |
|
|
|
<<
2008/11
>>
| S |
M |
T |
W |
T |
F |
S |
|
|
|
|
|
|
1 |
| 2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
| 9 |
10 |
11 |
12 |
13 |
14 |
15 |
| 16 |
17 |
18 |
19 |
20 |
21 |
22 |
| 23 |
24 |
25 |
26 |
27 |
28 |
29 |
| 30 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|