Kris J. Mendrofa`s online diary | "born to worship God" Home Blog  | Location  |  Tag  |  Guestbook
Prestasi Klub-klub Sepak Bola Indonesia: antara kampungan dan cengeng
| 2007/01/12 22:21
Prestasi Klub-klub Sepak Bola Indonesia:
antara kampungan dan cengeng

Judul diatas sengaja saya pilih, tetapi saya tidak berniat menghujat atau merendahkan bangsa ini, saya cinta bangsa Indonesia ini!

Hari ini saya baca koran dan betapa kagetnya saya setelah membacanya (sebelumnya saya juga sudah tahu).
Kenapa tidak kaget, lihat saja perilaku hampir semua klub-klub peserta liga divisi utama, ternyata mereka terus-terus mengemis untuk minta uang ke Pemerintah Daerah setempat dimana mereka berada.

Dan tidak tanggung-tanggung nyaris lebih setengah dari dana klub-klub ini diperoleh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setempat. Jadi artinya kalau Pemerintah Daerah setempat berhenti memberikan uang klubnya bakal bangkrut.

Dan anggaran dari pemerintah daerah tersebut ternyata prosentasenya sangat besar. Misalnya ada daerah yang APBD nya hanya Rp. 50 M per tahun eh mereka (Pemerintah Daerah setempat) malah memberikan dan menghamburkan uang untuk klub sepakbola sebesar Rp. 14 M (ini contoh). Sungguh mencengangkan! Kenapa itu anggaran tidak dialokasikan untuk pendidikan gratis untuk memenuhi kuota 20 % untuk anggaran pendidikan dari total APBD sesuai dengan amanat UUD 1945?

Dan ada satu ya aneh lagi, ternyata masyarakat tidak pernah protes ke DPRD atau Pemerintah daerah (Pemda) setempat tentang fenomena ini, padahal uang tersebut sangat besar nilainya.

Di negera lain, klub-klub itu tidak pernah meminta uang apalagi mengemis  ke pihak manapun. Mereka profesional dan mendapat uang dari sponsor mereka dan penjualan tiket pertandingan mereka.

Tetapi di Indonesia aneh dan ajaib, uang rakyat malah dihamburkan untuk klub-klub itu yang prestasi mereka juga sangat menyedihkan dan tragis!: tawuran dimana-mana oleh pendukung mereka, pemain yang kasar terhadap wasit dan masih bayak lagi.

Jadi tidak salah kalau klub-klub sepak bola di Indonesia saya juluki kampungan dan cengeng, anda sependapat? atau malah kontra? Terserah yang jelas ini realita.

Trackback : | Comment(6)
Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/kris_m/trackback/10
hassei 2007/01/13 16:03 L R X
hah... gitu deh >.< antara senang dan tidak dengan sepak bola indonesia ^^ tp at ;least mereka dah usaha.. meski usaha mereka harus makin ditingkatkan agar tidak mengecewakan uang nya ^^
Kris Mendrofa 2007/01/15 15:06 L X
Ya, semoga sepak bola Indonesia tambah maju dan mau mengakui kegagalan dan kelemahan mereka sambil belajar trus dan tentunya profesional
life_love 2007/01/15 08:08 L R X
no comment aja deiy,,g ngerti bola ini,,;)
Kris Mendrofa 2007/01/15 15:10 L X
iya ya, apalagi kalau gak ngerti politik he he he
life_love 2007/01/18 11:02 L R X
mampiiiiir ;)
kris_m 2007/01/22 10:19 L X
kalau mampir jangan di alamat blog aku ini lagi ya.... silahkan mampir di alamat blog aku yang baru di: http://www.blogboleh.com/krismen

Name :
Password :
Homepage :
 
Content :
 



Penggunaan kalimat "putra keturunan" dan "WNI keturunan"
| 2007/01/11 21:48

Sebagian media massa (walau sekarang sudah ada yang sadar dan sudak tidak "bodoh" lagi, dibanding beberapa tahun yang lalu).

Kalimatnya misalnya begini:

"..............Seorang putra keturunan yang bernama asli Cheng Terry Yang  (kalau ada kesamaan nama, ini bukan disengaja hanya sebagai contoh) sangat berhasil dalam bisnis property di tanah air...."

Atau kalimat lain misalnya begini:

"............ banyak WNI keturunan yang masih agak takut pulang ke tanah air menyusul trauma mereka atas peristiwa Juli 1998..."

Saya kalau membaca artikel yang menulis kalimat-kalimat "bodoh" ini terus terang saya terganggu walaupun saya bukan etnis Tionghoa.

Penggunan kalimat "putra keturunan" diatas maupun penggunaan kalimat "WNI keturunan" di beberapa media massa sangat diskrimatif bagi etnis tertentu dan sebaliknya melecehkan etnis tertentu yang mengaku dirinya pribumi.

Mengapa tidak dikatakan putra keturunan Tionghoa/China, dan atau putra keturunan Batak, dan atau putra keturunan Nias saja?
Atau menggunakan kalimat: WNI keturunan China, WNI keturunan Jawa, WNI keturunan Nias dan sebagainya tanpa menggantung pemakaian kalimat: "putra keturunan" dan "WNI keturunan".

kalau ada kalimat "putra keturunan" dan "WNI keturunan" berarti etnis lain (yang notabene menyebut dirinya pribumi, walau sebenarnya kita sama-sama pribumi, hanya etnis/suku bangsalah yang membedakannya) bukan keturunan donk?

Pribumi ini yang tidak dilabeli "putra keturunan" atau "WNI keturunan" lalu mereka siapa? apakah mereka bukan keturunan ayah/ibu mereka? (maaf ini agak kasar) dan atau apakah etnis lain ini bukan "putra keturunan" atau "WNI keturunan" Nias sesuai dengan etnis yang kebetulan dia lahir sebagai etnis Nias/etnis tertentu misalnya?

Saya berharap media massa ini yang mestinya berusaha mengedukasi masyarakat tidak sengaja mengetik kalimat-kalimat bodoh dan biadab seperti ini.


Trackback : | Comment(2)
Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/kris_m/trackback/8
life_love 2007/01/12 08:00 L R X
bodoh mungkin,,tapi biadab g deh kykna,,;)
semangat!! ;)
Kris Mendrofa 2007/01/15 15:12 L X
iya emang tindakan bodoh, tapi biadab gak sih cuma agak gak beradab aja he he

Name :
Password :
Homepage :
 
Content :
 



Ferry Jet Jumbo Layani Pelayaran Sibolga-Nias 3 Jam
| 2007/01/08 22:30

Kapal Ferry Jet Jumbo saat ini telah dioperasikan di Pelabuhan Sibolga sebanyak 3 unit masing-masing KM Kanangan Fitri 5, KM Surya Gemilang 17 dan KM Ocean untuk melayani pelayaran Sibolga Gunung Sitoli Nias dengan waktu tempuh hanya 3 jam. “Kapal ini memiliki fasilitas ruang AC, tempat duduk sofa dilengkapi dengan pelampung dan bisa menampung sedikitnya 300 penumpang sedangkan harga karcis mencapai Rp 105 ribu,” kata Port Capten S Situmeang menjawab wartawan, Sabtu (6/1) di Pelabuhan Sibolga di Jalan Horas Sibolga.

Saat ini masyarakat pengguna jasa pelayaran Sibolga-Nias sudah dapat menikmati pelayanan kapal super cepat dengan waktu tempuh hanya 3 jam dari yang biasanya mencapai 10 jam. ”Jadwal berangkat kapal dari pelabuhan Sibolga pukul 10.00 WIB dan tiba di Nias pukul 13.00 WIB selanjutnya dari Nias balik ke Sibolga pukul 15.00 WIB sampai di Sibolga pukul 18.00 WIB,” jelas dia sembari menambahkan kapal ini khusus untuk penumpang dan tidak mengangkut muatan barang-barang besar.

Menurutnya, sejak kehadiran kapal ini sekira pertengahan Desember lalu, minat masyarakat pengguna jasa pelabuhan sangat antusias. Terbukti dengan banyaknya penumpang yang berangkat setiap hari mencapai 200 penumpang. Salah seorang calon penumpang Tina Lase penduduk Gunung Sitoli yang sempat diwawancarai menjelaskan, lebih berminat menaiki kapal super cepat ini.

Pangamatan wartawan, sejak kehadiran kapal cepat ini penumpang kapal kayu dan kapal ferry ASDP banyak yang beralih meskipun para penumpang harus mengeluarkan kocek lebih banyak dibanding sebelumnya. (mps/f)

Sumber: HarianSIB.Com


Trackback : | Comment
Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/kris_m/trackback/5

Name :
Password :
Homepage :
 
Content :
 



Tahun baru, bencana baru, Indonesia baru?
| 2007/01/07 07:24

Saya mencoba ingat-ingat dan berusaha menghafal:

Tsunami Aceh, gempa Nias, banjir di Aceh, gempa Nabire, longsor di Sumatera Barat, banjir di daerah itu, longsor di daerah ini, dan seterusnya. wah saking banyaknya sampai bingung dan uda gak hafal peristiwa apa saja yang telah melanda bangsa ini.

Belum selesai bencana semburan lumpur di porong, beberapa kapal nelayan dan kapal penumpang tenggelam dan merenggut ratusan orang. Sebelum saya bernafas lega dan menarik nafas dalam-dalam semoga bencana yang melanda bangsa ini berakhir tapi kenyataan lain muncul: Adam Air jatuh!! Astaga bangsa kita sepertinya jadi langganan bencana!

Ini salah siapa? manusianya kah? alam nya kah? atau.. atau?? wah gak bisa jawab, hanya Tuhan yang bisa jawab. Tapi yang jelas ratusan nyawa hilang dengan sia-sia. Tetapi kenapa bangsa ini belum juga berbenah diri? kenapa pas peristiwa kecelakaan datang baru pada sibuk berbenah? Ada apa dengan bangsa ini?


Trackback : | Comment
Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/kris_m/trackback/4

Name :
Password :
Homepage :
 
Content :
 



Happy New Year
| 2007/01/05 20:36

"Happy New Year"

tahun baru, semangat baru!

tahun baru, tantangan baru!


Semoga Indonesia tercinta ini lepas dari bencana dan keterpurukan.

"Kebenaran meninggikan derajat bangsa (Indonesia), tetapi dosa (korupsi, penipuan, dll) adalah noda bangsa"


Trackback : | Comment(3)
Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/kris_m/trackback/2
eric_becks 2007/01/05 22:03 L R X
happy new yea!!
Kris Mendrofa 2007/01/15 15:13 L X
"Happy New Year" to
Kris 2007/01/07 07:05 L R X
Thanx, happy new year 4 u guys!

Name :
Password :
Homepage :
 
Content :
 



My New Blog
| 2007/01/05 19:47

Congratulations!

wah Boleh.Com gonta-ganti trus format blognya ya?? sepertinya tercatat uda lebih 3 kali uda ganti format blognya sejak layanan blog boleh.com ini diluncurkan sekitar 1 tahun lalu.

Tapi walau demikian gw ucapin Selamat buat www.blogblogger.com atas kerja keras krunya boleh.com walaupun agak terlambat. Dulu gw jujur uda sebel ama boleh.com, masalahnya selain format blognya dirubah-rubah trus, ditambah lagi kalau kita aktifasi blog kita yang baru eh gak jadi-jadi dan eror trus, tetapi blog yang baru dari boleh.com ini lumayan kren. Semoga layanan boleh.com ini dipertahankan trus!

Mungkin boleh.com membenahi trus blognya ya? cuma dulu gw agak kesulitan untuk mengaktifkan blog di boleh.com, tetapi blog boleh.com yang baru ini, pengaktifannnya gampang dan gak eror kayak dulu. Semoga blogger yang lain juga gak kesulitan untuk aktifasi blognya.

so, gw ucapin selamat atas blog boleh.com yang baru ini, buat blogger yang lain, silahkan berblog ria ya okey.....

Kris Mendrofa


Trackback : | Comment(3)
Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/kris_m/trackback/1
agie 2007/01/05 21:21 L R X
mudah2an gak ganti2 lagi deh, kmrn ajah ribet bgt waktu ganti format:)
kayanya si ganti admin=ganti format. hehehe
Kris Mendrofa 2007/01/15 15:13 L X
ya harapa saya sih begitu
Kris 2007/01/07 07:03 L R X
wah kalau admin nya dalam setahun ganti 12 orang berarti formatnya sampai 12 kali donk berganti dalam setahun. Ternyata di Boleh.com sering reshufle ya?? gak mau kalah neh ama istana sana

Name :
Password :
Homepage :
 
Content :
 



Asal-usul kata Nias
| 2006/11/19 20:20

Sebagaimana kita tahu, Pulau Nias itu jauh dari daratan Sumatera dan ada di ujung bumi selain waktu itu kapal-kapal masih sangat sederhana, kapal kayu yang sangat sederhana ini tidak mungkin melakukan pelayaran dan menaklukan ombak di kepulauan Nias yang terkenal ganas. Jadi Nias zaman dahulu tidak pernah dikunjungi orang dari pulau lain, baru dikunjungi setelah bangsa Eropa ke Nias.

Orang Nias zaman dahulu beranggapan bahwa merekalah satu-satunya manusia di dunia ini yang kebetulan mendiami pulau Nias.

Maka ada istilah "Ono Niha (anak orang)" ; "Tano Niha atau Tanah Orang" ; Omo Niha (Rumah Orang), semuanya pakai kata-kata Niha atau orang.

Nah setelah bangsa-bangsa Eropa mendatangi pulau Nias, manusia yang mendiami pulau Nias yang menyebut dirinya “Ono Niha” merasa heran, ternyata ada orang atau manusia dari pulau lain selain manusia yang mendiami pulau Nias.

Maka mereka mengatakan “Niha Si”

Kata dibelakang Niha adalah “Si” ini adalah aksen bahasa masyarakat Nias yang mendiami bagian selatan. Dimana semua percakapan mereka diakhiri dengan kata “si”, kata “si” itu tidak ada artinya hanya sebagai pelengkap percakapan. Seperti percakapan bahasa pasaran sekarang, misalnya: “gimana sih”, “capek deh” “jangan donk”. Kata sih, deh dan donk tidak punya arti, tetapi mendukung percakapan tadi.
Percakapan dengan diakhiri dengan kata “si” ini sampai sekarang masih dipakai oleh masyarakat Nias Selatan khususnya di daerah öri Onolalu dan sekitarnya di kecamatan Teluk Dalam serta di kepulauan Tello.

Jadi, orang-orang Eropa ini yang tidak tahu percakapan yang digunakan oleh penduduk setempat yang mendengar kata-kata “Niha Si” ini beranggapan serta menebak-nebak bahwa orang-orang ini memperkenalkan diri dan pulau mereka yaitu “Niha Si” makanya orang-orang Eropa ini yang berbeda bahasa dan aksennya menyebut kata “Niha Si’ ini dengan “Nias”.
Sejak itulah mereka memberi identitas pulau ini dengan Nias.

*Catatan:

Cerita ini adalah dari berbagai sumber, diantaranya dari guru sejarah saya yang mengajar di SMK Kristen BNKP dan juga dari buletin tentang Nias (lupa nama buletinnya) serta dari penuturan beberapa tokoh masyarakat yang tahu sejarah Nias zaman dahulu. Keakuratan informasi dan datanya masih perlu kita teliti dari berbagai sumber.


Trackback : | Comment
Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/kris_m/trackback/9

Name :
Password :
Homepage :
 
Content :
 



Nias Kenal Peradaban 12.000 tahun Yang Lalu
| 2006/10/10 17:00

Tradisi megalitik—salah satu produk budaya dari masa prasejarah—di Pulau Nias, Sumatera Utara, masih berlanjut dan hingga kini terus dipertahankan oleh masyarakat pendukungnya. Kenyataan itu, antara lain, terlihat dalam sistem kepercayaan tentang asal- usul serta pemujaan terhadap arwah para leluhur.

"Dibandingkan daerah-daerah lain di Indonesia, keberadaan tradisi megalitik di Pulau Nias sangat menarik untuk ditelaah lebih dalam. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama mereka yang berada di kampung-kampung, segala sesuatunya cenderung selalu berorientasi ke tradisi megalitik," kata Harry Truman Simanjuntak, ahli arkeologi prasejarah dari Puslitbang Arkeologi Nasional.

Ahli peneliti utama (APU) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) penyandang gelar profesor riset ini, Selasa (3/10), mengungkapkan hasil serangkaian penelitian Puslitbang Arkeologi Nasional bersama Institut de Recherche pour le Developpement (IRD) Perancis di Pulau Nias sejak tahun 2001.

Kesimpulan awal yang bisa dirujuk dari artefak sisa kehidupan yang ditemukan di Goa Tögi Ndrawa, misalnya, Pulau Nias paling tidak sudah mengenal peradaban sejak 12.000 tahun lalu. Bahkan, ada indikasi proses migrasi dari Asia daratan ke Pulau Nias sudah terjadi sejak 30.000 tahun lampau.

Secara umum, Pulau Nias memiliki sejarah hunian yang panjang. Temuan benda-benda arkeologis di daerah aliran Sungai Muzöi berupa artefak batu berkarakter paleolitik (alat batu dari masa berburu dan mengumpulkan makanan), kata Truman Simanjuntak, menunjukkan bahwa manusia telah hadir di wilayah ini sejak kala pleistosen.

Artinya, "manusia Nias" ketika itu sudah mengenal peradaban sesuai dengan kerangka waktu masa paleolitik secara umum.

"Dari serangkaian penelitian di beberapa situs di wilayah ini menghasilkan suatu asumsi bahwa memasuki kala holosen (setelah periode zaman es), manusia prasejarah yang tinggal di Nias mulai memanfaatkan lingkungan alam sekitar secara intensif," ungkap Truman.

Dibandingkan dengan temuan tradisi megalitik di daerah-daerah lain di Indonesia, memang ada banyak kesamaan dengan tinggalan yang ada di Nias. Namun, dilihat dari perspektif kajian arkeologi prasejarah, keberadaan tinggalan tradisi megalitik di pulau ini sangat menarik. Sebab, dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Nias masih banyak ditemukan aktivitas yang berhubungan dengan tradisi megalitik.

Di hampir setiap kampung, terutama kampung-kampung tua, kata Truman Simanjuntak, selalu ada arca yang menggambarkan cikal bakal nenek moyang mereka. Patung-patung yang merupakan simbol nenek moyang itu masih dipuja. Begitu pun pola hadap bangunan rumah dan kepercayaan pada folklor tentang asal-usul nenek moyang.

"Ada kesan segala sesuatu berorientasi ke megalitik," ujar Truman Simanjuntak. (ken)


Sumber: Harian Kompas 3 Okt 2006

Trackback : | Comment
Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/kris_m/trackback/7

Name :
Password :
Homepage :
 
Content :
 



[PREV] [1] [NEXT]
 
BLOG main image
"KEBENARAN meninggikan DERAJAT BANGSA, tetapi DOSA adalah noda bangsa"
Name :

Message :

Menyerah gw, akhirnya nonton.. by hannalaila 01/07 - Yesterday
web bisnis by seagateawan 01/07 - Yesterday
Klik, Rupiah Mengalir, by seagateawan 01/07 - Yesterday
BISNIS DENGAN MODAL GRATIS!! by seagateawan 01/07 - Yesterday
Ke kantor pake baju baru by superyoss 01/07 - Yesterday
All (8)
Kris Mendrofa`s Diary (2)
Congratulations! (2)
kris_m's Default (0)
Seputar Indonesia (3)
Trash Box (0)
Hot Issues (1)
Tips & Trik (0)
News (0)
Life Style (0)