Ternyata Temanku Mengomentarinya... :: 2005/10/28 00:00
Hari itu, aku menemukan dosenku ternyata puasa tapi tidak solat, atau malah dia tidak puasa dan tidak solat, tapi ikut buka puasa bersama? Dan dia melontarkan satu pertanyan yang sangat tidak aku sukai: buat apa sih harus solat? Dalam hati aku merasa benar-benar tidak suka, sama halnya ketika salah seorang temanku bertanya: siapa sih yang mengharuskan solat?
Yah, sayangnya aku hanya bisa bersungut-sungut dalam hati, aku tidak suka dan belum cukup ilmu untuk memperdebatkan masalah seperti ini. Namun ada satu hal yang ingin aku katakan bahwa: keyakinan beragama, termasuk menjalankan kewajiban dalam agama itu, adalah urusan hati dan pribadi setiap orang. Silakan, wahai dosenku kalau kamu nggak solat, tapi alangkah lebih baiknya kamu tidak berargumen tentang solat itu. Mungkin memang iya, kamu orang yang rasional, tapi menurutku ketika kamu berkata 'begitu', sebenarnya kamu sangat iri (jauh di dalam lubuk hatimu) terhadap orang-orang yang dengan yakinnya menjalankan agama dan ibadahnya. Belajarlah menghargai orang lain dulu lah, sebelum kamu melontarkan apa yang menjadi urusan mereka sendiri! Termasuk ketika aku mengingatkan temanku untuk solat jumat, aku belajar menghargai ajaran kebaikan agamanya dia (lha daripada nyuruh yang nggak-nggak?), apa salahnya?!
Komentar sang teman:
Alo Hanna jelek, pa kabar... hehe... kamu mau jawaban panjang apa pendek hihi... kok jadi serius yah...jujur aja Han, klo aku yah, ga salat itu memang karena aku blom menemukan substansi dari salat, kecuali karena untuk memenuhi eksistensi kita di pergaulan sosial kita. Artinya aku ga mau salat (yang bagiku adalah salah satu jalan untuk bertemu dengan Tuhan) menjadi gagal hanya karena kedangkalan hati dan pikiran kita dalam memaknainya. Karena kalo dah nyangkut Tuhan, urusannya ma Hati. Dan kamu tau mengapa Hati dalam bahasa Arab disebut "Qolbun"? Karena Qolbun itu berasal dari kata Qolaba-Yuqolibu, artinya berubah-ubah. Mungkin awalnya kita salat dengan niat baik, untuk menyembah Tuhan. Tapi siapa tahu "naik turunnya" hati. Bisa-bisa bukan untuk menyembah Tuhan, tapi untuk menyembah opini orang tentang kita, atau alasan lain yang menyebabkan salat kita menjadi sampah belaka. Makanya Aa' Gym bikin tajuk dakwahnya dengan nama "Managemen Qolbu". Anyway, jelas aku juga ga setuju ma dosenmu,solat ga solat itu ga da hubungannya dengan sombong-sombongan, sok-sokan. Dikata klo ga salat dah jago apa... wong jago ajah pengen jadi manusia..???
Sebenarnya bnyak bget alasanku mengapa aku ga salat, tapi klo kujelasin semua ntar bisa jadi satu buku, serius. Mungkin ini rada lucu, tapi aku akan salat lagi jika aku sudah bisa melaksanakan apa yang Abu Nawas bilang,"Tuhanku, aku tidak mengharapkan surga-Mu, tapi aku juga tidak kuat jika harus masuk ke dalam neraka-Mu."
Tulisan ini sama sekali bukan ajakan, hanya setitik bahan untuk refleksi dan perbandingan.
Mohon Mangap klo kepanjangan,hehe..
