Sempat Memiliki #2 :: 2008/08/16 20:45
Aku begitu heran, mengapa dirimu sangat terpuruk. Ku kira kau seorang yang kuat dan dibalik kecemerlangan pikirmu bisa kau sikapi semua dengan lebih baik. Tapi yang terjadi mengapa berbalik arah. Kau pandang seolah tak ada masa depan dan kebahagiaan lagi untukmu. Hanya karena kau tidak bisa memiliki dirinya yang kaucinta.
Setiap kau bilang cinta yang murni tak menuntut memiliki, setiap itu pula lah yang ku pahami malah kau menyalahkan dunia dan bahkan Penciptanya tentang mengapa kau tak bisa bersamanya. Katu tak lagi mengakui bahwa Dia bisa memutarbalikkan semua. Dengan satu jentikan pun Dia mampu menyediakan di sisimu wanita yang bisa kau cintai lebih dari dia. Namun kau menampiknya. Kau payah!
***
Pernahkah kalian mengalami suatu hubungan, di mana kalian tidak bisa menganggap itu lebih dari pertemanan, tapi juga kalian tak mampu kehilangan-nya.
Semakin dewasa kita, semakin kita didoktrin oleh komitmen. Kita tidak berani berkomitmen dengan orang yg kita anggap tidak atau belum pantas menerima komitmen kita. Itu melatarbelakangi hubungan yang hanya 'phisichaly' semata.
Kau perlu orang itu, kau sepi bila tak ada dia, kau ingin bersamanya, dia asik, tapi: kau tidak bisa membangun hubungan dengannya, karena kau pikir itu tidak mungkin. Dan kau hargai dia hanya sebagai secuil kenangan di otakmu.
***
Aku sedang mencari seseorang bernama Hanung dan konon katanya bekerja di Deplu dan pernah bertugas di Jerman selama 3 tahun.
