Malaysia, kok bisa-bisanya dirimuuuhhh... :: 2007/08/30 11:16

Ternyata isu mengenai ketidaksediaan Malaysia untuk meminta maaf kepada Bangsa Indonesia terkait pemukulan Wasit Donald sungguh menggemparkan.
Banyak pihak dari bangsa kita menyayangkan sikap Pemerintah Malaysia tersebut dan tak jarang memberikan reaksi negatif mereka. Din Syamsuddin tak mau berdakwah di Kedubes Malaysia, Ketua MPR tidak mau bergabung dalam delegasi Indonesia yang menghadiri HUT Kemerdekaan Malaysia, Persatuan Pelajar Indonesia meminta wakil presiden supaya tidak hadir dalam HUT Kemerdekaan Malaysia juga, Camelia Malik dan teman2 artis menolak diadakannya konser Siti Nurhaliza dan artis2 Malaysia lainnya dan sebaliknya menolak mengadakan konser di sana, bahkan sweeping warga Malaysia pun berlangsung di beberapa tempat.
"Apa susahnya sih minta maaf?" seperti itulah pikiran sebagian besar masyarakat Indonesia. Memang benar, sebagai negara serumpun dengan Indonesia sudah semestinya kelapangan dada untuk menghaturkan maaf menjadi kebiasaan.
Saya jadi bertanya-tanya "Ada apa dengan Malaysia?".
Banyak pihak dari bangsa kita pun sontak memberondong dengan pertanyaan bernada tak enak (ya ampun bahasanya sok banget sih!*). Kayaknya kegemparan ini pun bakal membingungkan pak presiden dan wakilnya apakah memang musti menghadiri perayaan HUT Kemerdekaan Malaysia pada tanggal 31 besok...
Posisinya emang susah, soalnya menurut hemat saya pemerintah Malaysia sudah mengundang masalah sekaligus menginjak injak martabat Indonesia dengan tidak mau minta maaf, dan jika pemerintah kita menjawab dengan sikap konfrontasi, maka rengganglah sudah hubungan diplomatik Malaysia-Indonesia...
Kayaknya ada yang patut dicurigai memang...apalagi sebuah sumber mengatakan kalo yang menyiksa itu bukan Polisi Diraja Malaysia. Apakah memang ada niat penghasutan, atau ada niatan di balik ketidaksediaan Malaysia meminta maaf? saya jadi takut kalo dua negara serumpun harus 'berperang'...(ya ampuuunnn su'udzon banget sih?* ya bukannya Malaysia belakangan jarang menunjukkan sikap yang baik ke Indonesia -kasus Ambalat, pembalakan hutan kalimantan hingga TKI)
Duh semoga semua berakhir baik2 saja...soalnya saya ragu Indonesia bisa menang kalo harus 'berperang' dengan negara lain...posisi tawarnya gak terlalu kuat soalnya

Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/hannalaila/trackback/30
  • nibiru | 2007/08/30 17:39 | PERMALINK | EDIT/DEL | REPLY

    harga diri ituh tak diukur dengan menang ato kalahnya dlm perang. toh jg bukan kita yg memulainya??? Merdeka ato mati!!!! (masi inget kan???) klo pucuk pimpinan kita hanya selalu mencari jalan tengah mulu juga tidak pas rasanya, kerna dia itulah yg seharusnya membela harga diri kita mewakili suara rakyat. biarlah yg menjadi penengah itu pihak2 yg netral aja.trus TKI klo diberdayakan juga bs jadi duri dlm daging buat negara malaysia. (malah klo perlu, TKI itu dibekali kemampuan dasar militer gituh...hihihi).
    Hal diatas itu juga selalu mengganggu pikiran aku, kerna beberapa taon belakangan ini kita rasanya selalu menjadi pihak yg dikalahkan oleh sapapun. kerna memang semakin kesini, para pemimpin kita itu keknya kurang punya taring klo sudah mulai masuk ke hutan...:P spt beberapa contoh yg hana sebutkan di postingan.

    jadi...sudah saatnya kita tunjukkan siapa kita!!!

    Note : tp kita jg harus hati2 sm campur tangan AS, sapa tau kita sedang diadu domba...8D

    • Nyut2 | 2007/08/31 07:15 | PERMALINK | EDIT/DEL

      MERDEKAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

    • vdeez | 2007/08/31 09:51 | PERMALINK | EDIT/DEL

      nib... makin pinter deh....

      setuju... sebodo deh kalo musti kalah juga...
      toh seengganya kita musti nunjukin siapa kita, iya kan...
      males bener sih nih ngurusin malaysia yang makin ksini malah makin belagu...

  • dodol | 2007/08/31 08:01 | PERMALINK | EDIT/DEL | REPLY

    Tanpa mengurangi rasa prihatin dengan wasit karate itu, gw rasa kejadian yang lebih memprihatinkan adalah peristiwa ambalat dulu itu.

Name
Password
Homepage
Secret