Pagi.. hari ini ku terbangun dari gelapnya mimpi, dari sunyinya riang mereka, lalu kulepas lelah hingga lapar akan sunyi lagi..
“.. Kriinggg.. Kriinggg..” Suara jam weker, sungguh memekakan telinga..
hari ini dimulai lagi, seperti hari kemarin.. tak pernah lelah kuberpikir, kenapa dari kita lahir sampai menjadi tanah, manusia selalu melakukan aktifitas yang berulang-ulang..
bagian dari lingkaran kehidupan.. seperti rantai makanan,dimana semuanya bertahan hidup.. tak khayal jika setiap orang sekarang lebihmementingkan pribadi masing-masing
lalu ilmu yang kudapat, sebagian dari mereka mengatakansebagai formalitas untuk mendapatkan hidup yang lebih baik, gelar, ijasah, atau kebanggaan menuntut ilmu ditempat ternama.. seperti menjadi kebanggaan.Terkadang aku berpikir, ilmu yang setiap orang pelajari dan mempunyai ciri-ciriitu, sekarang lebih sering digunakan untuk membodohi orang lain yang tidakpaham dengan ilmu itu, ah peduli…
lalu, kubangun dari tempat bersemayamku.. dengan sedikit terburu-buru agar tak terjebak macet nantinya.. masih kurasakan lelah akan harikemarin..
statusku sebagai mahasiswa, orang yang dianggap berintelek..mampu membuat keputusan yang benar dengan bijak. Tak sekali-kali kulihat kesemrawutan dunia ini.. heh, apa yang menyebabkan negara ini begitu lambat mengatasi kesejahteraan rakyatnya.. ah, urusan negara terlalu berat, laluku tengok kampusku.. hahaha.. sama saja.
Hari ini, kebetulan pagi sekali ada janji dengan teman..seorang teman lama.. . Telah kupersiapkan semuanya, dan kini kusiap berangkat..tak lupa kupamit kepada bunda.. ayahku sudah pergi pagi sekali.. jadi lupakan saja.
Ah, perjalananpun dimulai.. bak seorang samurai yang hidupdengan pedang sebagai biduknya.. selangkah dua langkah kutapaki, akhirnya ku sampai juga.. lalu kutunggu, tunggu dan tunggu.. hingga, ku merasa risih dan berkali-kali merapihkan diri ini.. tak kusadari hampir dua jam kumenunggunya..
“ngaret ne, orang.. sial?!”
“woy, lagi dimana??? Buruan dong?!” kuterpaksa menelponnya,dengan sedikit geram..
“ya, ni dikit lagi sampai?!” jawabnya, jarak dia ketempat yang ku sekarang memang sangat jauh.. lumayan, belum ditambah kepadatan aruslalu-lintas.
Akhirnya, orang yang ditunggu-tunggu datang juga. Sepertiorang tanpa salah hanya bisa tersenyum saja, dan terjadilah komunikasi duaarah.. perdebatan yang cukup panjang dan membuatku lupa akan keterlambatannya.. sambil makan, kami pun asyik berbincang,maklum temu kangen..
Layaknya hidup, pasti ada ujian.. Negara yang kini dalam krisis yang tak tentu selesainya.. hari kebangkitan nasional seperti menjadihari kebodohan nasional, ketika semua beban ditanggung bersama tetapi arti katabersama, merupakan ditujukan orang-orang yang terkena dampak dari krisis ini..pemerintah tak lagi berpihak pada rakyat, pemerintah bukanlah kaum intelek yang menolong melainkan pedagang sejati yang hanya tahu kapan untung dan rugi..rencana penjualan asset-asset negara yang dahulu menguntungkan dikarenakan sudah tidak menguntungkan layaknya sebuah cabang toko market yang bangkrut laludijual.. kenaikan harga BBM nantinya, dengan alasan APBN sudah tidak dapat menyanggupi dan sudah peraturannya seperti itu padahal minyak hasil kita sendiri dijual keluar dan industri besar untuk mendapatkan untung (maklum harga minyak dunia naik), BLT yang tidak mengenai sasaran, proyek-proyek yang hanya menguntungkan pemerintah, pantaslah kita bangsa yang tak pernah mnsyukuri keadaan, dan pantaslah kita tetap menjadi orang-orang yang selalu kekurangan dalam segi apapun.. apa yang didapat adalah rasa benci dan krisis tidakkepercayaan pada pemerintah, seandainya, jika reformasi berjalan.. kitalah yang muda meneruskan bukan mereka yang tua dan berpikiran untuk hari H nya.. kenapagaji PNS saja yang naik sedangkan buruh, pegawai swasta, honorer semakin ditekan dengan peraturan pemerintah yang baru ini, dimana keuntungan hanya didapat oleh para pengusaha alias pedagang ekonomi kolonialis Indonesia..Jakarta banjir salah siapa???… kita atau pemerintah yang selalu memberikan ijin membangun pada pengusaha tersebut (perumahan, apartemen, etc.)hingga lahan yang seharusnya masih hijau berubah menjadi gedung-gedung tinggi atau kita yang tidak tertib, disiplin dan sesukahati melakukan apapun.. kebersamaan, penghematan listrik dan bbm (bah, wakil rakyat minta Notebook.. buat apa?? Bisa makenya?? Kurang gajinya y?? dana-dana liar masih ada kan??).. kesalahan berpikir menyebabkan sulitnya negara inimaju.. kram otak mungkin.. klo berpikir sederhana krisis yang terjadi sekarang,pastilah diikuti dengan adanya naiknya harga BBM didunia, Global Warming..Saudara Serumpun, Saudara Tua.. kasus saudara sedarah kita di Malaysia Cuma dianggap sepele, karena ada hubungan histories para ahli bilang, pikir ketika jepang datang ke Indonesia dan mengatakan akulah saudara tua mu… buntutnya eksplorasi alam dan sdm kita di pasung habis hingga penderitaaan terus berlanjut, dikira baik mengusir Belanda tahu-tahu ada maksud tertentu.. ga’beda jauh sama malaysia.. perbatasan, pulau-pulau, sampai budaya ingin dijadikan hak milik mereka.. kita takut ya??? Padahal nusantara terus kurang luasnya…masalah keadilan, tidak bisa dibicarakan lagi disini, ketika kita menuntut haktetapi hanya ridho dan ikhlas yang kita dapat… tetapi, selamat untuk atlet kita pada Thomas dan Uber kemarin kalian sudah berjuang bung walau target taktercapai dan atlet-atlet lainnya dalam dunia olah raga semoga sejahtera dan makmur dihari tua.. seharusnya yang bekerja di pemerintahan adalah orang-orang yang tidak mencintai uang melainkan mencintai negerinya.. Negara ini sudah adildan sejahtera tetapi merata belum.. ucapan seorang guru yang masih kuingat..kuharap satu abad ini, menjadi awal utnuk kebangkitan yang sesungguhnya..setelah saya, lalu anda dan mereka.. kita jadikan Negeri ini Negeri yang dicita-citakan semua..
setelah makan, dan berbincang-bincang lalu kami pergi nonton, kebetulan filmmya saat itu film yang benar-benar kami tunggu.. ah,untung hari ini sepi.. bayangkan kalau penuh.. bisa-bisa ga jadi..
tanpa sadar haripun mulai gelap.. dan kami sadar saatnya tuk kembali ke peraduan..
lalu kuantar dia kerumahnya, karena dia seorang wanita jelassudah menjadi tanggung jawabku karena mengajaknya.. walaupun saat itu ku takterpikirkan betapa jauhnya rumahku dari sana.. sial.. hehehe..
“hey, makasih ya tuk hari ini..?! daargh” ku ucapkan perpisahan padanya,
“ya, hati-hati.. nanti klo dah sampe jangan lupatelepon..?!” balasnya..
dengan hati riang, dan sedikit lelah kumelanjutkan perjalanan kerumah..
dalam perjalanan pulang, entah kenapa kuselalu berpikir tentang masalah-masalah yang terjadi saat ini.. ketika moral dipertanyakan, ah lupakan saja.. ku hanya ingin lepas dari semuanya..
sampai sudah.. ini rumahku tempatku berlindung saat ini,mungkin esok bukan milikku atau esok kusudah tak dapat berjalan ditanah ini..
ah, peduli.. sekarang kujalani dulu apa adanya..