Today entry was about menjadi matahari
Matahari di samping sebagai pusat peredaran, juga merupakan pusat sumber tenaga di lingkungan tata surya. Untuk terus bersinar, matahari, yang terdiri dari gas panas menukar zat hydrogen dengan zat helium melalui reaksi fusi nuklir pada kadar 600 juta ton, dengan itu kehilangan empat juta ton massa setiap saat. Namun tenang dan jgn close window (tombol X di sebelah kanan atas itu loh) anda dahulu, yang akan saya bahas disini bukanlah artikel ilmiah mengenai hal-hal tersebut. * * * * * * * * * * * * * * * * * * Pembaca yang budiman tahukah anda, lately hidup penulis yang purfek (sempurna maksudnya) mulai berantakan. Permasalahan muncul satu persatu menuntut keputusan yang sama sekali tidak mudah. Akal sehat tidak memberikan jawaban. To make things worst, penulis terancam kehilangan sumber energinya, sang “Matahari”. Matahari merupakan julukan yang diberikan penulis bagi orang yang memberikan terang dalam kehidupannya. Pada masa gelap dan kekurangan energi tersebut penulis menyadari betapa rentan dirinya tanpa sang matahari. Semua hasil yang dicapai selama ini adalah pinjaman tenaga dari matahari-matahari yang pernah mengisi kehidupan penulis baik dimasa lalu maupun sekarang, semoga tidak di masa depan. Selain menjalani kehidupan dengan tenaga pinjaman dari orang lain, saya juga baru menyadari bahwa selama ini semua yang saya lakukan adalah untuk menyenangkan orang lain atau matahari tersebut. Saya menyebut proses ini mengejar matahari. Pertanyaan yang muncul adalah, apakah sebenarnya saya pernah melakukan sesuatu untuk diri saya sendiri? Apakah saya sudah menerapkan CharacterBuildingI (CharacterBuilding I atau lebih umum disebut CB I merupakan salah satu mata kuliah di Universitas Bina Nusantara) sebaik mungkin dengan mencintai diri sendiri dengan memaksimalkan potensi diri demi kebahagiaan saya sendiri? Jawabannya tidak, dan mungkin masalah yang sama terjadi kepada anda dan juga matahari, bulan, madu, bunga anda atau apapun anda menyebutnya. Berhentilah mengandalkan orang lain meskipun itu orang yang anda cintai. Akan tiba saat dimana anda harus menentukan semuanya sendiri. Pada saat itu untuk siapalagi anda harus berjuang kecuali untuk diri sendiri. Jadilah matahari bagi diri sendirin dan orang lain. Dengan demikian anda akan tidak pernah kehilangan semangat dalam hidup, dan andapun bisa berguna bagi orang disekitar anda dan kalo menurut saya sih akan lebih baik bagi orang lain juga (maap yak anda taukan penulis suka sotoy dan pede jaya sendiri like usual *evil grin*) * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Jadi kalo dirangkum inti dari entry di atas :
BERHENTILAH MENGEJAR MATAHARI JADILAH MATAHARI!!
p.s: ijinkan saya memberikan quote dari sebuah anime
Walk a straight path, may you be the second to none in radiance, may you be the sun in everyone's live.
p.s lagi: Thanks buat matahari yang selama ini telah menjadi sumber tenaga bagi penulis, sekarang penulis belum bisa 100% menjadi matahari karena itu memerlukan waktu. Tapi percayalah penulis berusaha keras dan semoga pembaca juga :). If u don't mind please share me your opinion ^^
* * * * * * * * * * * * * * * * * * p.s lagi percaya ngak: Artikel ini dipersembahkan kepada HIMTI Bina Nusantara dalam rangka keikutsertaan saya sebagai peserta lomba blog EXPERT HIMTI 2006, dengan tema "Say IT with Blog". Thx for reading, trust me there will be no more p.s after this XD.
|