topeng terukir tegar dikokohkan ceria ditawakan,
sesanggup kukuh menjadi sandaran buat lelaki tercinta sumber baktiku... sampai aku lupa betapa sakitnya aku atas kamu
sampai tak kuijinkan hati ini tertusuk tapi malam ini segores rapuh mengendap
sekilas kristal menetes sayap ini kehilangan helainya
satu demi satu...
aku mulai merasakan dirimu melebur dalam arus waktu
aku takut, aku tak mau kehilangan bayang jiwamu walau dalam semu haruskah kutampung tetes demi tetes serat dirimu
agar aku bisa membingkaimu ? |