Beberapa hari lalu, mantan gw ngebaca beberapa postingan di sini. Aduh, gw sempat ngerasa nggak enak banget sama dia! Soalnya, di beberapa postingan sebelumnya gw sempat ngataiin dia ‘kadal/buaya’ gitu. Hehehehe...
Ical my ex-honey… sorry banget kalau sebagian isi blog-ku bikin kamu tersinggung. Soalnya sebelumnya aku sama sekali nggak tahu gimana caranya meredam sakit hatiku sama kamu. Masalahnya, semua masalah kita sepertinya menjadi kesalahanku. Ini nggak fair buat aku! You dumped me, but now you moving on… and I haven’t!
Well, it’s not because I still love you or something like it. I’m totally had to over you! Lagian, please deh, sekarang ini mikirin aku bakalan balik lagi sama kamu, sama sekali nggak pernah terlintas di otakku. Kamu salah kalau menganggap aku masih mengharapkan kamu! Asal kamu tahu, sejak pertama kita jadian, aku selalu merasa ada yang salah dengan hubungan kita. Aku udah bisa memastikan ujung-ujungnya kita pasti bakalan putus. Karena masalah utama kita sebenarnya ada di KAMU! Kamu sama sekali nggak pernah mau berjuang untuk memposisikan diri kamu sebagai COWOK yang bisa menerima dan mengerti aku apa adanya!
Oke, aku nggak akan membahas masalah yang udah lewat. Biar deh, semuanya berlalu. Aku perlu melanjutkan hidupku, dan kamu juga perlu mikirin hidup barumu. Sekarang gini deh, aku bukannya sok menggurui kamu, tapi, asal kamu tahu aja, cinta itu bukan hanya sekedar LABEL! Jangan karena kamu udah ngejadiin dia pacar kamu (atau skalian kamu nikah sama dia) kamu dengan PD-nya ngomong kalau kamu SANGGUP ngasih CINTA 100% ke dia. Kamu harus bisa DEWASA, Cal! Nggak banyak cewek yang mau susah-payah menunggu cowok kayak kamu tumbuh dewasa!
Satu hal lagi, Cal, jangan pernah mengambil keputusan hanya karena perasaan sesaat. Jangan pernah mencintai hanya karena ALASAN-ALASAN omong kosong; karena dia cantik, karena dia baik, karena dia nggak suka gila-gilaan kayak aku, karena dia nggak pernah ngomong kasar kayak aku, karena dia perhatian, dia nggak cuek kayak aku, and bla-bla-bla... yada-yada-yada... dst-dsb-dll-dkk.... Taruhan, deh, ujung-ujungnya kamu pasti bakalan menemukan KEKURANGAN dia yang kemudian ngebikin kamu mencampakkan dia kayak aku! Coba kali ini belajar mencintai karena kamu MENGINGINKANNYA! Bukan karena kamu MEMBUTUHKANNYA! Karena bisa jadi, kamu bakalan menemukan saat-saat dimana kamu sudah NGGAK membutuhkannya lagi. Well, aku mendukung keputusan kamu kok. Meskipun harus aku akui, cara kamu memperlakukan aku setelah kamu pacaran sama dia membuat ego-ku agak sedikit terhina.
But, now, I had to over you, Cal! Dan, alhamdulillah, aku udah memasuki fase dimana aku bisa menjalani hidupku dengan damai dan mulai menemukan orang yang sepertinya bisa mengisi kekosongan hatiku. Padahal, hampir satu setengah tahun terakhir ini, aku terus saja hidup dengan pertanyaan-pertanyaan sialan seperti; Kenapa sih kamu nggak bisa menerima aku apa adanya? What’s wrong with me? Why can’t you love me? What is it about you that so damn special, and than, make me love you too much like a stupid girl in ‘sinetron’? Tapi, sekarang, sekali lagi kamu SALAH BESAR kalau menganggap aku masih mengharapkan kamu. Maaf kalau isi blog-ku kali ini agak nyakitin hati, ya! Aku membutuhkan media untuk menyalurkan emosi di otakku. Aku membutuhkan tempat berbagi dengan orang lain yang kira-kira bisa mengerti aku. Dan, aku ingin kamu bisa membaca pikiranku, karena kamu sendiri tahu, aku bukan cewek yang mudah mengungkapkan perasaan lewat lisan.
Kamu ingat, Cal, dulu aku pernah bilang aku sama sekali nggak sanggup mengucapkan janji kalau aku bakal ngasih cintaku 100% ke kamu, dan aku juga nggak pernah sanggup berjanji kalau aku bakal berubah menjadi perempuan yang seperti kamu inginkan. Tetapi aku selalu mengusahakannya, Cal! Dan akhirnya, aku justru menyesal karena aku nggak bisa jujur sama diriku sendiri. Aku baru tahu kalau aku sama sekali nggak bisa cinta 100% sama cowok kayak kamu. Dan, aku sebenarnya sangat mencintai hidupku yang seperti ini, Cal. Aku menyukai kebebasan. Aku cewek keras kepala yang hidup penuh ambisi!
Maaf, kali ini aku benar-benar harus memastikan kalau aku memang bukan perempuan yang bisa menjadi pilihan terakhir buat kamu!
You are so damn right to love her, Cal!
Good luck! 
|