
 "Only two things are infinite, the universe and human stupidity[...]"
Artinya : Di dunia ini, hanya ada dua hal yang tidak terbatas: 1. Alam semesta, 2. Kebodohan manusia.
----------------------------------------
Kata bijak di atas diucapkan oleh Albert Einstein saat dia sedang merenung di dalam WC di rumah sakit Princeton, New Jersey, pada pukul 1.15 pagi tanggal 14 April 1955. Tepat 96 jam sebelum dia meninggal dunia.
Sampai saat ini masih belum ditemukan alasan sebenarnya kenapa dia mengucapkan kalimat tersebut. Namun dari hasil penelitian intensif terhadap otak Einstein yang sampai sekarang masih diawetkan, para ilmuwan menemukan sebuah event penting dalam hidup dia yang diduga memicu dia untuk mengatakan kata bijak tersebut. Dari sebuah jurnal ilmiah yang ditemukan di rumah sakit Princeton disebutkan, sekumpulan neuron di otaknya menggambarkan dengan jelas kejadian yang terjadi pada malam 14 April itu: Pada saat dia 'e'e ('e'e = buang air besar) di WC tersebut, dia merasakan hembusan angin yang menusuk tulang yang ternyata berasal dari sebuah lubang angin seukuran lubang anus yang terletak di pojok atas dinding WC tempat dia mendekam. Lewat lubang mini itu dia bisa melihat jutaan bintang di langit malam New Jersey. Karenanya dia berkesimpulan alam semesta itu tidak terbatas. Lalu dia berpikir, mengapa WC rumah sakit yang dibuat khusus untuk orang-orang sakit kok ada lubang anginnya? Padahal hal udara dingin yang masuk lewat lubang itu bisa memperparah keadaan para pasien yang memakai WC tersebut. Karenanya dia juga berkesimpulan bahwa kebodohan manusia pun tidak terbatas.
Sayang pada postingan kali ini gw ngga akan ngebicarain asal-usul kata bijak ini secara detail. Kalo mau tau cerita lengkapnya, tunggu sampai dirilisnya buku yang berjudul "The Loo of Infinity" karangan gw sendiri. Buku non-fakta ini berisi biografi lengkap Einstein dari sejak dia dilahirkan di kota Ulm, (Württemberg, Jerman), sampai dia mati karena pembuluh darahnya bocor di sebuah kamar rumah sakit di New Jersey. Disusun dengan format seperti komik, diharapkan buku ini dapat menarik minat baca anak sekaligus memancing anak untuk lebih tertarik terhadap sains dan toilet. Buku ini diharapkan bakal dirilis dalam waktu dekat, kira-kira 10 dasawarsa yang akan datang.
Anyway, cukup foreplaynya. Gw mau masuk ke inti postingan ini. Gw pengen ngebahas makna dari kata bijak Einstein ini.
"Di dunia ini, hanya ada dua hal yang tidak terbatas: 1. Alam semesta, 2. Kebodohan manusia."
Kalo diteliti lebih lanjut, kalimat ini mengandung flaw, atau cacat. Kecacatan ini akan gw bahas di bagian akhir postingan ini. Sekarang mari kita kupas kalimat ini lebih dalam.
"Tidak terbatas" - Maksud kata "tidak terbatas" atau bahasa kerennya, infinite, adalah:
Sebuah keadaan yang ngga terbatas.
Yup, tidak terbatas = ngga terbatas. Dengan kata lain, TIDAK = NGGA.
Tidak terbatas = Ngga terbatas.
Dalam filosofi new world order, kalimat "ngga terbatas" ini bisa diimbuhi dengan kata "ada" dan imbuhan "-nya", juga kata depan "ter-" bisa dihilangkan, tanpa merubah esensi dari kalimat ini. (e.g. Ngga terbatas = Ngga ada batasnya)
Selanjutnya, mari kita bahas poin pertama, alam semesta.
Apa sih maksud Albert Einstein mengatakan bahwa alam semesta itu ngga terbatas? Well, kalo elu pernah ngabisin waktu minimal selama 6 tahun di penjara bernama Sekolah, lu pasti ngerti maksud Albert Einstein.
Salah satu teori terkuat mengenai terbentuknya alam semesta adalah "Teori Big Bang", yaitu teori yang mengatakan bahwa alam semesta terbentuk oleh suatu ledakan super-ultra-power-ranger-jiban-jiraiya-ninjahatori-sangat-maha-maha-maha-banget-DAHSYAT-sekali-pisan-teramat-sangat. Menurut teori itu, momentum dari ledakan itu sampai sekarang masih terus berlangsung, sehingga alam semesta ini terus meluas. Untuk membayangkannya, bayangin aja perut seorang pejabat yang tamak dan rakus. Makin lama perutnya makin besar. Dan kita berada di dalam perut itu. Para ilmuwan memperkirakan bahwa luas alam semesta saat ini adalah ∞∞ (tak terbatas pangkat tak terbatas). Hey tapi hal ini jangan terlalu dipikirin, karena menurut penelitian yang dilakukan psikiater Dr. Bart Simpson, semakin lu memikirkan hal ini, semakin pusing lu jadinya.
Benda tidak terbatas yang kedua adalah kebodohan manusia.
Andai kebodohan bisa dijadiin BBM, Indonesia makmur. Seriusan, tingkat kebodohan manusia tuh udah mencapai batas infinity. Buktinya? Bukti yang paling gampang, misal gw ngomong :
KALIMAT INI SALAH. Pertanyaan: Kalimat yang dicetak tebal ini bener atau salah?
Ngga ada deh manusia yang bisa ngejawab pertanyaan ini. Kalo ada yang bisa ngejawab dengan bener, gw mau deh jadi pacarnya. Dengan catatan yang ngejawab itu cewe.
Ok, sekarang saatnya untuk ngomongin flaw atau cacat atau kesalahan dari kalimatnya si Einstein tadi. Apa sebenarnya kesalahan dari kalimat ini? Sebenarnya 'kesalahan' ini lebih tepat kalo disebut "kekurangan". Ya, kalimat ini mengandung kekurangan, dengan kata lain, ngga kumplit. Benda yang tidak terbatas itu bukan hanya alam semesta dan kebodohan manusia aja, namun ada satu benda lain. Benda yang mungkin selama ini kita remehkan, padahal mengandung potensial yang besar buat revolusi di bidang fisika. Benda itu adalah: Piring Kotor.
Menurut hasil penelitian yang telah gw lakukan selama hampir 2 tahun, NGGA PEDULI SEBERAPA SERING GW NYUCI PIRING KOTOR, BESOKNYA PASTI ADA LAGI.
Fenomena ganjil ini sampai sekarang belum dapat dijelaskan secara ilmiah. Sangat aneh, anomali ini sangat bertentangan dengan semua hukum-hukum fisika yang ada.
Kesimpulannya, ngga semua yang dikatakan scientist itu benar. Albert Einstein yang mendapat gelar manusia terpinter abad 20 pun membuat kesalahan dalam 'kata bijak'nya.
Tujuan gw buat postingan ini adalah.. buat ngingetin kita-kita untuk ngga langsung percaya dengan apa yang kita baca, baik itu di internet, di iklan baris, maupun di buku fisika yang lu beli di Koperasi Sekolah. Semua hal yang menurut orang sudah "pasti bener" mungkin aja masih menyediakan ruang bagi kita untuk memodifikasinya. Nothing is absolutely right. Ngga ada satu hal pun yang benar secara absolut. Semua hal di dunia ini relatif. Everything is relative. SUCKER.
|