|
|
|
Merry Christmas & Happy New Year
Unrevealed Words |
2006/12/21 14:46
|
|
|
Dia....
Menyapa alam dengan segala misteri yang terselubung
Menoreh cinta dengan menyangga derita
Menaruh harapan dengan cerita yang syahdu
Menuang karya dalam cemooh dan caci-maki
Kita....
Berjalan limbung ditengah gegap gempita dunia
Merangkak pelan diterpa badai dosa dan derita
Terseok tertatih menghimpun tangis dan air mata
Terlunta ditengah hujan dan badai kejahatan dan kemurkaan
Bersama....
Menyongsong secercah cahaya di tengah gelapnya malam
Meneguk setetes kesegaran dari curahan rahmat
Bersimpuh di bawah kaki yang menaungi dari terpaan gelombang
Menatap harapan yang terpancar dari surga
|
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/choboel/trackback/52320 |
|
|
|
|
|
Surat dari Seorang Janin yang terbuang
Unrevealed Words |
2006/12/05 12:50
|
|
|
Mama sayang,
Aku di surga sekarang, duduk di pangkuan Tuhan. Ia mengasihiku dan menangis bersamaku sebab pedih pilu hatiku. Begitu ingin aku menjadi putri mungilmu.
Tidak terlalu mengerti aku akan apa yang telah terjadi. Aku begitu bergairah ketika mulai menyadari keberadaanku. Aku ada di suatu tempat yang gelap, namun nyaman. Aku melihat aku punya jari-jari dan jempol. Aku cantik seturut perkembanganku, tapi belum siap meninggalkan tempatku.
Aku menghabiskan sebagian besar waktuku dengan berpikir atau tidur. Bahkan sejak hari-hari pertamaku, aku merasakan ikatan istimewa antara engkau dan aku.
Kadang aku mendengarmu menangis, dan aku menangis bersamamu.
Kadang engkau berteriak dan memaki, lalu aku menangis.
Aku dengar Papa memaki balik.
Aku sedih dan berharap engkau akan segera baik kembali.
Aku heran mengapa engkau begitu sering menangis.
Suatu hari engkau menangis hampir sepanjang hari.
Pilu hatiku karenanya.
Tak dapat kubayangkan mengapa engkau begitu berduka.
Pada hari itu juga, hal yang paling mengerikan terjadi.
Suatu monster yang amat keji masuk ke tempat hangat dan nyaman di mana aku berada.
Aku sangat takut, aku mulai menjerit, tapi tak sekalipun engkau berusaha menolong. Mungkin engkau tak pernah mendengarku........
Monster itu semakin lama semakin dekat sementara aku terus berteriak, "Mama, Mama, tolong aku....., Mama......tolong aku."
Suatu teror yang ngeri aku rasakan. Aku berteriak dan berteriak.......hingga tak sanggup lagi. Lalu monster itu mulai mencabik lenganku. Sungguh sakit rasanya, sakit yang tak kan pernah dapat kuungkapkan dengan kata. Monster itu tidak berhenti. Oh....bagaimana aku harus mohon agar ia berhenti. Aku menjerit sekuat tenaga sementara ia mencabik putus kakiku.
Sepenuhnya aku dalam kesakitan, aku sekarat.
Aku tahu tak kan pernah aku melihat wajahmu atau mendengarmu membisikkan betapa engkau mengasihiku.
Aku ingin menghapus butir-butir air matamu.
Aku punya begitu banyak rencana untuk membuatmu bahagia, Mama....Tapi aku tak dapat. Mimpi-mimpiku musnah sudah.
Walau menanggung sakit tak terperi pedih dan pilunya hati kurasakan melampaui segalanya. Lebih dari segalanya aku ingin menjadi putrimu.
Tak ada gunanya sekarang, aku meregang nyawa dalam sengsara tak terkatakan. Hanya hal-hal buruk yang terlintas di benakku. Begitu ingin aku mengatakan bahwa aku mengasihimu, sebelum aku pergi. Tapi, aku tak tahu kata-kata yang dapat engkau mengerti.
Dan segera saja, aku tak lagi punya napas untuk mengatakannya; aku mati.
Aku merasa diriku terangkat, seorang malaikat besar membawaku ke suatu tempat yang besar dan indah. Aku masih menangis, tapi segala rasa sakit tubuhku sirna sudah. Malaikat membawaku kepada Tuhan dan membaringkanku dalam pelukan Nya. Tuhan mengatakan bahwa Ia mencintaiku. Lalu, aku merasa bahagia. Kutanya pada-Nya, apa itu yang membunuhku.
Jawab-Nya, "Aborsi, Aku menyesal anak-Ku; karena Aku tahu bagaimana ngeri rasanya."
Aku tidak tahu apa itu aborsi; Aku pikir mungkin nama monster itu.
Aku menulis untuk mengatakan betapa aku mengasihimu......dan mengatakan padamu betapa ingin aku menjadi putri mungilmu.
Aku telah berjuang sehabis-habisnya untuk hidup, aku ingin hidup......! Kuat keinginanku, tapi aku tak mampu; monster itu terlalu kuat...Dicabik-cabiknya lengan dan kakiku dan akhirnya seluruh tubuhku.....
Tak mungkin bagiku untuk hidup. Aku hanya ingin engkau tahu bahwa aku berusaha tinggal bersamamu. Aku tidak mau mati! Juga Mama, berhati-hatilah terhadap monster bernama aborsi itu. Mama aku mengasihimu.....Aku sedih engkau harus menanggung rasa sakit seperti yang kualami.
Berhati-hatilah,
Peluk cium,
Bayi Perempuanmu.........
sumber: Silent Scream of a Baby |
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/choboel/trackback/52313 |
|
|
|
|
|
Miracles Happened.....
Unrevealed Words |
2005/09/02 15:33
|
|
|
Kisah nyata ini terjadi di sebuah Rumah Sakit di Tennessee, USA. Seorang ibu muda, Karen namanya sedang mengandung bayinya yang ke dua. Sebagaimana layaknya para ibu, Karen membantu Michael anaknya yg pertama yg baru berusia 3 tahun bagi kehadiran adik bayinya. Michael senang sekali akan punya adik. Kerap kali ia menempelkan telinganya diperut ibunya. Dan karena Michael suka bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya yg masih diperut ibunya itu. Nampaknya Michael amat sayang sama adiknya yang belum lahir itu.
Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tapi sungguh diluar dugaan, terjadi komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael dilahirkan. Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen; bersiaplah jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi.
Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa pasrah kepada yang Kuasa. mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan buat putrinya sewaktu-waktu dipanggil Tuhan.Lain halnya dengan kakaknya Michael, sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus! Mami,... aku mau nyanyi buat adik kecil! Ibunya kurang tanggap. Mami, ....aku pengen nyanyi! Karen terlalu larut dalam kesedihan dan kekuatirannya. Mami, ....aku kepengen nyanyi! Ini berulang kali diminta Michael bahkan sambil meraung menangis. Karen tetap menganggap rengekan Michael rengekan anak kecil. Lagi pula ICU adalah daerah terlarang bagi anak-anak.
Baru ketika harapan menipis, sang ibu mau mendengarkan Michael. Baik, setidaknya biar Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya. Mumpung adiknya masih hidup! Ia dicegat oleh suster didepan pintu kamar ICU. Anak kecil dilarang masuk!. Karen ragu-ragu. Tapi, suster.... suster tak mau tahu; ini peraturan! Anak kecil dilarang dibawa masuk! Karen menatap tajam suster itu, lalu katanya: Suster, sebelum menyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi! Mungkin ini yang terakhir kalinya bagi Michael melihat adiknya! Suster terdiam menatap Michael dan berkata, tapi tidak boleh lebih dari lima menit!.
Demikianlah kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu dibawa masuk ke ruang ICU. Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek dalam sakratul maut. Michael menatap lekat adiknya...... lalu dari mulutnya yang kecil mungil keluarlah suara nyanyian yang nyaring ".....You are my sunshine, my only sunshine, you make me happy when skies are grey...." Ajaib! si Adik langsung memberi respon. Seolah ia sadar akan sapaan sayang dari kakaknya. You never know, dear, How much I love you. Please don't take my sunshine away. Denyut nadinya menjadi lebih teratur. Karen dengan haru melihat dan menatapnya dengan tajam dan terus,....terus Michael! teruskan sayang! ...bisik ibunya.... The other night, dear, as I laid sleeping, I dream, I held you in my hands..... dan......Sang adikpun meregang, seolah menghela napas panjang. Pernapasannya lalu menjadi teratur........I'll always love you and make you happy, if you will only stay the same....... Sang adik kelihatan begitu tenang .... sangat tenang.
Lagi sayang! bujuk ibunya sambil mencucurkan air matanya. Michael terus bernyanyi dan.... adiknya kelihatan semakin tenang, relax dan damai....... lalu tertidur lelap.
Suster yg tadinya melarang untuk masuk, kini ikut terisak-isak menyaksikan apa yg telah terjadi atas diri adik Michael dan kejadian yang baru saja ia saksikan sendiri.
Hari berikutnya, satu hari kemudian si adik bayi sudah diperbolehkan pulang. Para tenaga medis tak habis pikir atas kejadian yg menimpa pasien yg satu ini. Mereka hanya bisa menyebutnya sebagai sebuah therapy ajaib, dan Karen juga suaminya melihatnya sebagai Mujizat Kasih Ilahi yang luar biasa, sungguh amat luar biasa! tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.
|
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/choboel/trackback/38176 |
|
|
|
|
|
Kiyosaki dan Mitos Rich Dad
Unrevealed Words |
2005/08/29 16:37
|
|
|
Oleh Y.H. Setiowati*
Siapa yang tak kenal Robert T. Kiyosaki, dengan bukunya Rich Dad Poor Dad yang fenomenal itu? Kini dia tak hanya dikenal sebagai seorang penulis buku laris lagi, dia adalah mahaguru bisnis. Tiket untuk menghadiri seminarnya jutaan rupiah, kaset dan CD-nya juga bisa mudah didapat lewat paket dengan harga yang lumayan mahal. Sugesti Kiyosaki memang luar biasa. Dia melompat jauh dari seorang penulis menjadi penceramah yang paling dicari setiap orang yang ingin kaya.
Semua buku-buku Kiyosaki menjadi rujukan utama mereka yang hendak memulai atau mengembangkan bisnisnya. Mulai dari real estate, multi level marketing (MLM), dan berbagai bisnis lain. Isi semua bukunya hampir seragam, yaitu berupa panduan praktis tentang uang, dan bagaimana melipatgandakannya. Slogan-slogannya begitu sederhana, mudah dimengerti, enak dibaca, tanpa memerlukan pemikiran yang mengerutkan dahi.
Hanya saja, yang seringkali dilupakan orang pada Kiyosaki adalah, pada dasarnya ia "cuma" seorang penulis buku, bukan pebisnis. Kalau kita cari namanya, sebelum dia menulis buku-bukunya, di dunia bisnis Amerika, kita tak akan menemukannya. Nama Kiyosaki baru dikenal ketika buku-bukunya meledak di pasaran. Ia tidak pernah tercatat sukses sebagai pebisnis dulu baru kemudian menulis buku. Tapi, setelah buku-bukunya meledak di pasaranlah baru dirinya ditasbihkan sebagai guru bisnis.
Katakanlah dengan cara lain, bila ada sebuah buku tentang Rockefeller, Howard Hughes, atau Jack Welch, bisa kita pastikan itu adalah buku tentang kisah sukses mereka. Ketiganya adalah konglomerat dan manajer yang luar biasa sukses, yang kiat-kiat, pengetahuan dan kepiawiannya sudah teruji dalam dunia bisnis. Maka mempelajari buku mereka sama dengan melihat jejak perjuangan bisnis mereka. Sementara kalau kita membaca buku Kiyosaki, kita hanya meraba-raba siapa dia sebenarnya sebelum menjadi penulis buku sukses itu. Sebab, sebagai "orang bisnis" dia sama sekali "tak dikenal."
Jadi, seandainya Anda seorang pebisnis yang baru akan memulai usaha,dan mencari seorang penasihat agar tidak tersesat di jalan, siapakah yang akan Anda temui? Seorang yang sudah terbukti sukses atau seorang yang belum saya kenal reputasinya, tetapi pintar bicara dan menulis tentang topik bisnis? Tentu saja saya harus pintar-pintar membedakan antara orang yang pintar menulis buku bisnis dan orang yang sukses dalam bisnis itu sendiri.
Bagaimana dengan Kiyosaki? Yang kita tahu, buku-bukunya bukanlah buku fiksi, karena ia berdasarkan pengalaman hidup Robert T. Kiyosaki yang menggambarkan kesuksesannya, sejak ia masih kanak-kanak. Menurut kisahnya di Rich Dad Poor Dad, Kiyosaki belajar bisnis dengan mencermati dua sosok ayah yang sangat berbeda karakter. Yang satu ayah yang berkarakter konglomerat dan yang satu ayah yang berkarakter birokrat. Karena masuk dalam kategori nonfiksi itulah, banyak pembacanya yang percaya dan meyakini sepenuhnya apa yang ditulis Kiyosaki.
Ayah kandung Robert adalah Ralph H. Kiyosaki, seorang peraih gelar PhD yang berkarir di dunia pendidikan dan menjadi kepala departemen pendidikan di Hawaii. Dialah yang kemudian disebut sebagai Poor Dad dalam buku-buku Robert. Sedangkan ayah dari seorang teman bermainnya, Mike, yang disebut-sebutnya sebagai tetangga sebelah rumahnya, adalah seorang miliarder yang pengusaha sukses, berjiwa konglomerat.
Rich Dad Poor Dad adalah best-seller yang begitu laris manis bak kacang goreng dan terjual hingga lebih dari 8 juta copy. Ini membuat sang pengarang laris diundang ke berbagai seminar untuk memberi nasihat kepada para pebisnis tentang prinsip yang tertuang dalam slogan: "Jangan bekerja untuk uang; biarkanlah uang yang bekerja untukmu." Padahal kalau pun dipaksa diterapkan, itu hanya akan berlaku bagi mereka yang telah berduit banyak, dan tak pernah ada bukti konkret keberhasilannya.
Kiyosaki berbicara laiknya seorang politisi. Itu terlihat dari frasa-frasa yang dipakainya seperti "yang kaya" dan "yang miskin". Dia tak sadar frasa-frasa itu tak pernah ada dalam dunia bisnis, tetapi secara eksklusif adalah kosa kata para politisi gerakan kiri, atau para politisi semu.
Majalah bisnis Smart Money pernah memuat detail kisah hidup Robert T. Kiyosaki. Ditulis di situ, Kiyosaki itu ibarat bunglon yang mampu mengubah pidatonya secara radikal untuk meyakinkan pendengarnya. Kepada pendengar yang religius, dia menjelma sebagai sosok pendeta. Kepada para pebisnis, dia mengatakan dirinya sebagai seorang marinir dan veteran perang. Kepada para distributor Amway, dia adalah seorang MLM, dan seterusnya. Dia berbicara apa yang diinginkan oleh pendengar agar ia selalu didengar.
Buku Rich Dad Poor Dad menjadi best-seller sejak pertemuannya dengan seorang distributor Amway, yang kemudian mempromosikan dan mewajibkan kepada downline-nya sehingga bisa meraup keuntungan baik dari pihak distributor maupun dari Kiyosaki sendiri. Selain itu, belum pernah ada berita bahwa buku Kiyosaki mampu benar-benar menjadikan seseorang kaya. Malah sebaliknya, mereka yang menuruti petunjuknya malah terjerembab dalam lumpur penderitaan bisnis.
Memang, di kemudian hari, setelah serangan terhadap Kiyosaki semakin gencar, ia meluncurkan sebuah buku yang katanya berisi kisah-kisah sukses yang berpedoman pada Rich Dad. Namun kalau diteliti lebih jauh, kisah-kisah itu tampak janggal. Juga seringkali bisnisnya tak ada hubungan dengan apa yang ditulis Kiyosaki dalam bukunya. Kalau toh ada yang kaya, itu disebabkan usaha mandiri mereka, bukan karena buku Kiyosaki.
Seseorang bisa menjadi kaya, namun tidak semudah seperti apa yang dikatakan Kiyosaki. Apalagi, dia begitu menghina pendidikan. Padahal semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin panjang umur, jarang bercerai, dan semakin sehat dia. Apa yang dikatakan Kiyosaki seringkali tidaklah berkaki di dunia nyata.
Banyak hal dalam diri Kiyosaki yang tidak pernah diungkapkan secara gamblang kepada publik. Dia hanya memberikan jawaban-jawaban yang tidak spesifik dan ambigu atas berbagai pertanyaan seputar kehidupan pribadinya. Misalnya, soal kekayaannya, dan kisah hidupnya yang penuh kebangkrutan di tahun 80-an. Dia juga tak menjelaskan di mana sang Rich Dad, berapa banyak kekayaannya, benarkah Rich Dad sangat berpengaruh dalam hidupnya sejak kanak-kanak? Namun, begitu bagus Kiyosaki menulis, begitu enak dibaca sehingga tanpa sadar kita terhipnotis. Dia telah terstigma sebagai begawan dalam dunia bisnis yang omongannya adalah sebuah postulat.
Menyimak catatan Kiyosaki sendiri, kita akan menemukan beberapa kontradiksi dari apa yang Kiyosaki katakan dulu dan sekarang. Tahun 1992, Kiyosaki menulis sebuah buku If You Want to be Rich and Happy, Don't Go To School? Buku ini ia dedikasikan kepada Ralph H. Kiyosaki, seorang mantan instruktur pendidikan, sang ayah kandung. Kiyosaki menyebut dia sebagai guru terbaik yang pernah dimilikinya. Ayah kandungnya inilah yang kemudian ia sebut sebagai Poor Dad. Tapi buku Rich Dad Poor Dad, yang terbit di tahun 1997, sangat jelas mengatakan bahwa Rich Dad (ayah Mike) adalah satu-satunya guru yang pernah ia miliki.
Bisa jadi Rich Dad adalah ayah kedua yang pernah dia miliki. Tapi, sebenarnya, buku di tahun 1992 itu, juga menyebutkan bahwa guru terbaik keduanya adalah F. Marshal Thurber. Jadi, mungkin Rich Dad adalah yang ketiga. Ternyata tidak, di buku yang terbit 1992 itu, di bagian acknowledgment, tercantum 111 nama, dan tidak satu pun yang muncul sebagai Rich Dad.
Sedikit mengingatkan, dalam buku Rich Dad Poor Dad, 1997, Rich Dad merupakan buku utama yang menggambarkan kehidupan Kiyosaki sejak tahun 1955, ketika dia berusia sembilan tahun. Jadi, di mana sesungguhnya Rich Dad di tahun 1992 ketika Kiyosaki begitu tekun mengidentifikasi orang-orang yang bermakna dalam hidupnya?
Ketika ditanya di manakah sang Rich Dad oleh Smart Money, anehnya Kiyosaki mengatakan dia telah meninggal dunia di tahun 1992. Tapi kemudian diralatnya lagi bahwa Rich Dad masih hidup, dan menjadi seorang penyendiri yang sakit-sakitan. Jadi, bagaimana Kiyosaki mempertanggungjawabkan trademark Rich Dad Poor Dad kepada orang yang sebenarnya tidak pernah ada?
*) Penulis adalah editor pada sebuah penerbit.
Jawa Pos, Minggu, 08 Mei 2005 |
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/choboel/trackback/37841 |
|
|
|
|
|
Kisah Sebuah Pohon Apel
Unrevealed Words |
2005/07/26 06:16
|
|
|
Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.
Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu. "Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu. "Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya." Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu." Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.
Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel. "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?" "Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi.
Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih. Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo bermain-main lagi deganku," kata pohon apel. "Aku sedih," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?" "Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah." Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya.
Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu. Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. "Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu." "Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu. "Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon apel. "Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu.
"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata. "Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki. "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu." "Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.
Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.
Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.
Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan. Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.
-= My Friend sent this story to me, and I want to share with all of you. God Bless =- |
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/choboel/trackback/35601 |
|
|
|
|
|
Sepasang kakek-nenek pergi belanja di sebuah toko
Unrevealed Words |
2004/05/04 10:59
|
|
|
Sepasang kakek-nenek pergi belanja di sebuah toko souvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada cangkir yang cantik. "Lihat cangkir itu," kata si nenek kepada suaminya. "Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si kakek.
Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud
berbicara, "Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna." Namun suatu hari ada seorang penjunan dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar. Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa
pusing. Stop! Stop! Aku berteriak. Tetapi orang itu berkata, 'Belum!' Lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop! Cukup! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata, 'Belum!'
Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop! Stop! Aku berteriak. Wanita itu berkata, 'Belum !'
Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku.
Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin. Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena dihadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.
Seperti inilah kehidupan membentuk kita. Dalam perjalanan hidup akan
banyak kita temui keadaan yang tidak menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara untuk mengubah kita supaya menjadi 'cantik'.
Jangan lupa bahwa pencobaan yang kita alami tidak akan melebihi kekuatan kita. Artinya tidak ada alasan untuk tergoda dan jatuh dalam dosa apabila anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Tuhan sedang membentuk anda.
Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai. Anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk anda.
|
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/choboel/trackback/7682 |
|
|
|
|
|
Kita masing-masing adalah pribadi yang unik dan sp
Unrevealed Words |
2004/05/04 10:40
|
|
|
Kita masing-masing adalah pribadi yang unik dan spesial. Jangan pernah merasa lebih rendah dari orang lain.
Suatu hari seorang penceramah terkenal membuka seminarnya dengan cara yang unik. Sambil memegang uang pecahan Rp. 100.000,- ia bertanya kepada hadirin, "Siapa yang mau uang ini?" Tampak banyak tangan diacungkan. Pertanda banyak minat.
"Saya akan berikan uang ini kepada salah satu dari Anda sekalian, tapi sebelumnya perkenankanlah saya melakukan ini, Ia berdiri mendekati hadirin. Uang itu diremas-remas dengan tangannya sampai berlipat-lipat. Lalu bertanya lagi, "Siapa yang masih mau uang ini ?" Jumlah tangan yang teracung tak berkurang.
"Baiklah, jawabnya : "Apa jadinya bila saya melakukan ini ?" ujarnya sambil menjatuhkan uang tersebut ke lantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya sehingga uang tersebut menjadi kotor dan tak mulus lagi. Nah, sekarang apakah masih ada yang berminat ? Tangan-tangan yang mengacung masih tetap banyak. Hadirin sekalian, Anda baru saja menghadapi sebuah pelajaran penting. Apapun yang terjadi dengan uang tersebut, Anda masih berminat karena apa yang saya lakukan tidak akan mengurangi nilainya. Biarpun lecek, kotor, dan lusuh sekali, uang itu tetap bernilai Rp. 100.000,-
Dalam kehidupan ini kita pernah beberapa kali terjatuh, terkoyak, dan berlepotan kotoran/debu akibat keputusan salah yang kita buat atau karena banyak hal lain. Dalam kondisi tersebut kita sering merasa bodoh dan tidak berharga........ tidak berarti.........................
Padahal apa pun yang telah dan akan terjadi, Anda tidak akan pernah kehilangan nilai di mata mereka yang mencintai Anda, terlebih TUHAN.
Selamat Pagi !
Selamat bekerja !
Jangan pernah lupa bahwa ANDA ADALAH PRIBADI YANG SPESIAL.
Salam
|
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/choboel/trackback/7681 |
|
|
|
|
|
Marilah kita berdoa untuk Republik ini
Unrevealed Words |
2004/04/05 13:20
|
|
|
Marilah kita berdoa untuk Republik ini, yang tengah menjalani saat-saat yang menentukan kelangsungan masa depannya.
Tuhan, Kau tau apa yang baik, dan apa yang negara kami butuhkan saat ini. Kau tahu, sangat banyak nasib masyarakat kami tergantung pada apa yang hari ini berlangsung di Indonesia, sebuah acara demokrasi, Pemilihan Umum. Kami seluruh rakyat Indonesia berdoa, agar acara ini dapat berjalan lancar dan dapat menghasilkan suatu perubahan di negara ini. Kami ingin yang terbaik bagi Republik ini, dan kami ingin situasi dan keadaan yang lebih baik. Berkatilah mereka yang hari ini menjadi penyelenggara Pemilihan Umum. Berkatilah mereka yang hari ini akan dipilih. Berkatilah mereka yang hari ini akan memilih. Semoga Engkau menerangi akal dan budi kami, agar hanya orang-orang yang pantas yang nantinya terpilih.
Tak ada yang dapat membuat segalanya menjadi baik, selain hanya Engkau, Tuhan yang maha segalanya. Engkau tahu keadaan kami, keadaan ekonomi , keadaan politik, kemisikinan, kesejahteraan dan pergolakan-pergolakan yang terjadi di negara ini. Hanya pada-Mulah kami berharap Tuhan. Hanya pada-Mulah kami memanjatkan permohonan. Bukalah mata hati para pemimpin bangsa, calon-calon pemimpin bangsa, dan masyarakat, agar dengan sadar memberikan bagian terbaik untuk kemajuan negri ini.
Berikanlah kepada negara ini, yang terbaik yang dapat kami terima. Sudah saatnya Kau hadirkan di negara ini, pemimpin yang mampu memberikan perubahan terhadap semua kesalahan yang telah terjadi di masa lampau. Telah waktunya kau bebaskan kami dari segala penderitaan, kekejaman, kekejian, dan kerakusan para pemimpin yang tidak sadar kepada siapa mereka mengabdi. Utuslah orang-orang-Mu untuk menjadi pemimpin yang membawa kami kepada kebebasan, kesejahteraan, dan kejayaan Indonesia.
Doa ini kami panjatkan kepada-Mu, Tuhan, Allah, penyelenggara hidup, penguasa segala isi dunia, yang berkuasa kini dan sepanjang segala masa.
Amin. |
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/choboel/trackback/5007 |
|
|
|
|
|
Jangan mengatakan BAPA
Unrevealed Words |
2004/03/27 07:52
|
|
|
Jangan mengatakan BAPA
kalau sehari-hari tidak berlaku sebagai anak
Jangan mengatakan KAMI
kalau engkau hidup tersendiri dalam egoismemu
Jangan mengatakan YANG ADA DI SURGA
kalau hanya memikirkan hal-hal duniawi
Jangan mengatakan DIMULIAKANLAH NAMAMU
kalau tidak menghormatiNya
Jangan mengatakan TERJADILAH KEHENDAKMU
kalau tidak mau menerimanya bila ternyata adalah berat dan pahit
Jangan mengatakan BERILAH KAMI REJEKI PADA HARI INI
kalau tidak prihatin akan mereka yang lapar, orang buta huruf dan tanpa harapan untuk besok
Jangan mengatakan AMPUNILAH KESALAHAN KAMI
kalau masih menyimpan kebencian terhadap saudaramu
Jangan mengatakan JANGANLAH KAMI BIARKAN JATUH DALAM PENCOBAAN
kalau masih bermaksud berbuat dosa
Jangan mengatakan BEBASKANLAH KAMI DARI YANG JAHAT
kalau tidak berani mengambil posisi melawan kejahatan
Jangan mengatakan AMEN
kalau tidak menganggap serius setiap kata doa BAPA KAMI
|
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/choboel/trackback/4187 |
|
|
|
|
|
Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia
Unrevealed Words |
2004/03/22 07:38
|
|
|
Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat. "Oh, maafkan saya" adalah reaksi saya. Ia berkata, "Maafkan saya juga; Saya tidak melihat Anda."
Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan. Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.
Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kasihi, tua dan muda.
Pada hari itu juga, saat saya tengah memasak makan malam, anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping saya. Ketika saya berbalik, hampir saja saya membuatnya jatuh. "Minggir," kata saya dengan marah. Ia pergi, hati kecilnya hancur. Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya.
Ketika saya berbaring di tempat tidur, dengan halus Tuhan berbicara padaku, "Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan, tetapi anak-anak yang engkau kasihi, sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang. Coba lihat ke lantai dapur, engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu."
"Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu; merah muda, kuning dan biru. Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang akan ia buat bagimu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu."
Seketika aku merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes. Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, "Bangun, nak, bangun," kataku.
"Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?" Ia tersenyum, " Aku menemukannya jatuh dari pohon."
"Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu. Aku tahu Ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna biru." Aku berkata, "Anakku, Ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu; Ibu seharusnya tidak membentakmu seperti tadi."
Si kecilku berkata, "Oh, Ibu, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu." Aku pun membalas, "Anakku, aku mencintaimu juga, dan aku benar-benar menyukai bunga-bunga ini, apalagi yang biru."
Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok, perusahaan dimana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka.
Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita ketimbang keluarga kita sendiri, suatu investasi yang tentunya kurang bijaksana, bukan?
Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di atas? Apakah anda tahu apa arti kata KELUARGA?
Dalam bahasa Inggris, KELUARGA = FAMILY.
FAMILY = (F)ather (A)nd (M)other, (I), (L)ove, (Y)ou.
-=[ Sent to me by My Beloved Sister - I Love You Sis. - Renungan Paskah 2004 ]=- |
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/choboel/trackback/3707 |
|
|
|
|
|
| Ini ceritaku, ini kisah hidupku. Karena aku cuma manusia biasa, jadi cerita yang kutampilkanpun sederhana dan biasa saja. Tak berbeda dengan kamu dan orang lain, I'm just ordinary person. So if you want to know me more, give me a call. |
<<
2012/05
>>
| S |
M |
T |
W |
T |
F |
S |
|
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
| 6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
12 |
| 13 |
14 |
15 |
16 |
17 |
18 |
19 |
| 20 |
21 |
22 |
23 |
24 |
25 |
26 |
| 27 |
28 |
29 |
30 |
31 |
|
|
|
|
Total : 8281
Today : 11
Yesterday : 5 |
|
|