|
'Bayi Sehat'
59건 2005/10/11 17:25, Bayi Sehat
![]() 2005/10/06 23:15, Bayi Sehat
![]() Taraweeeeh.... Nyooook 2005/10/06 21:47, Bayi Sehat
![]() Kalimat yang sederhana tapi mampu membawa kebahagiaan tersendiri ketika mendengarnya langsung dari sang dokter pada hari ketiga si kecil berada di Rumah Sakit. Akhirnya si kecil dibolehin juga pulang oleh si dokter. Malamnya, dokter Gunawan datang dan bilang 2 hari lagi boleh pulang. Tapi alhamdulillah minggu siang itu pas nanya ke dokter yang lagi meriksa si kecil mendapatkan jawaban seperti diatas. Makasih dok, Makasih Ya Allah. Perjuangan si kecil melawan penyakit berujung kebahagiaan. Kamis sore ketika memeriksakan lagi kondisi si kecil yang tak kunjung sehat ke Dr. Karyadi Gunawan mendapatkan kabar bahwa si kecil sudah mengalamai dehidrasi berat. Si kecil kekurangan cairan karena muntah muntan dan buang air besar terus menerus sementara asupan cairan yang dia dapatkan hanyalah dari ASI si ibu saja. "Saran saya, anak ini mesti segera dirawat ya. Nanti saya kasih surat pengatarnya". Dirawat. Aku membayangkan ruangan rumah sakit dan jarum infus dan seorang anak yang tergolek lemah. Ada alternatif lain gak dokter? Bisa aja sih di rawat jalan, tapi saya tidak menjamin dan tidak menyarankan karena si kecil sudah kekurangan cairan. Begitu masuk lobby Rumah Sakit, si Bebby tak kuasa lagi menahan air matanya untuk tidak menetes. Si kecil berbaring lemas tak berdaya didalam gendongan sang ibu. Setelah mengurus administrasi rumah sakit, akhirnya si kecil di bawa ke ruang periksa untuk di periksa dokter. Sepanjang pemeriksaan, Nadzim kecil tak henti hentinya menangis dan memanggil, "Mamaaa... Mamaaa..Bobboo...". Seolah olah berkata, mama kenapa nadzim ada disini? Nadzim lagi di apain ini, mama? Nadzim gak mau disini, mama.. nadzim mau bobo sama mama saja.. nadzim gak mau disini. Memanggil mamanya dan ingin mengatakan kalau nadzim ingin bobo aja ama mama, nadzim gak mau ada disini. Sambil terus menangis dan meronta ronta dia terus menoleh kearah mamanya dan memanggil manggil "Mamaaa.... Boobbooo....". Kami di minta untuk keluar ketika mereka akan memasang infus. Si Bebby duduk lemas di lantai rumah sakit terlihat sangat sedih. Seorang suster keluar dari pintu ruang periksa dan pintu dibiarkan terbuka sedikit. Aku lalu melihat kedalam dan si kecil sedang dihadapi oleh 3 orang suster yang mencoba untuk memasang infus. Si kecil masih terus menangis sambil kali ini memanggil manggil "Allah... Allah..." ketika mereka mencoba memasang jarum infus. Dua orang suster memegangi tangan dan kakinya sementara seorang lagi mencoba untuk memasang infus. Mereka mencoba memasang di tangan tapi tak berhasil, baik tangan kiri maupun kanan. Akhirnya jarum infus di pasang di kaki mungilnya. Si Bebby menangis semakin jadi mendengar tangisan si kecil. Yang sabar ya, nadzim kecilku. Engkau begitu kecil tapi sudah harus menjalani ini semua. Tapi kami tetap bersyukur karena bisa saja terjadi yang lebih buruk dari yang di alami sekarang. Tiga hari mungkin waktu yang singkat tapi terasa sangat lama. Pada malam kedua, di tengah malam kami mendengar raungan dan ratapan seorang laki laki dari ruangan di ujung lorong rumah sakit. Ratapan yang sangat menyayat hati. Ratapan yang cukup jelas terdengar ke sepanjang lorong kamar rumah sakit. Suasana saat itu terasa sangat hening, hanya suara tangisan si lelaki yang terdengar sangat memilukan. Seolah olah yang lainnya ikut merasakan kesedihan yang sedang di rasakan oleh lelaki itu. Tangisan seorang ayah yang baru saja kehilangan seorang anaknya karena infeksi amandel. Aku menatap wajah anakku yang tertidur dan menggenggam tangan mungilnya aku berkata, cepat sembuh ya nak. Alhamdulillah sekarang nadzim sudah kembali ceria seperti dulu lagi. Dia sudah bisa kembali bermain bola sambil meloncat loncat kegirangan. Atau bermain main dengan mainan binatang dan mobil2annya. Dia juga dah bisa kembali membaca baca cerita Dani dan Nino hadiah dari pembelian susu kotak. Sambil menunjuk2 gambar2 yang ada dia kadang berceloteh sendiri dalam bahasa yang mungkin cuma dia dan Tuhan yang tau apa artinya. Ada yang bilang sih kalo anak kecil sakit itu untuk menambah kepintaran atau kepandaian. Ada juga yang bilang biasanya kalo anak kecil sering sakit-sakitan kemungkinannya adalah bakal punya adik baru. Entahlah mana yang benar tapi emang sih sudah seminggu lebih si Bebby terlambat bulan. Dan dia juga mengakui kalo merasakan tanda tanda seperti yang dia pernah alami dulu ketika mulai mengandung. Senang juga melihat dia kembali ceria lagi seperti dulu. Welcome back, nadzim kecilku.. 2005/09/28 17:35, Bayi Sehat
![]() Sesampai di rumah, Nadzim terlihat lemas namun masih aja aktif kesana kemari. "Gimana nadzim?", tanyaku ke istri. "Ya udah agak mendingan sih. Tadi sebelum kedokter panasnya sempat tinggi banget, trus sempat muntah2 pula. Tapi alhamdulillah sekarang udah mendingan nih pas udah di kasih obat", jawabnya. Senin malam, kembali check ke dokter untuk control karena si kecil masih saja demam. Si dokter bilang gejala tipesnya sudah hilang, panasnya dateng karena dia agak batuk pilek aja. Trus si kecil di bawa pulang. Dia masih terlihat lemas. Matanya terlihat kurang tidur. Semenjak sakit, dia jadi susah buat tidur. Sering kaget2an. Mamanya mesti menggendong dia baru dia bisa tidur dengan lumayan pulas. Seharian berada dalam gendongan mama. Selasa sore, kembali dapat kabar lagi dari rumah. Si kecil demamnya naik lagi, nadzim keliatan lebih lemas dari biasanya. Dia hanya tergolek lemah. Kembali aku bergegas pulang. Sesampai dirumah benar saja, Nadzim sedang terkulai lemas dalam gendongan sang ibu, matanya sayu dan ada guratan2 kurang tidur di sekitar matanya. Susah menggambarkan perasaan saat itu ketika ngeliat buah hati dalam keadaan seperti itu. "Bawa ke Gunawan aja deh", ajakku. Gunawan atau lebih tepatnya Dokter Gunawan adalah dokter anak yang dulu berpraktek di RS. Husada namun sekarang sudah buka praktek sendiri di rumahnya. Sang dokter kira2 50-60 tahunan, dokter spesialis anak yang cukup senior di RS. Husada. "Tapi masih buka gak ya malem2 gini?". "Ya gak tau juga sih, tapi ya ke sana aja deh. Soalnya dia buka praktek kan di rumahnya." Tak lama aku lalu menyiapkan si Jupi dan meluncur ke rumah Dr. Gunawan. Sesampai disana, pintu pagar terkunci dan bangku antrian pasien terlihat kosong. Halaman depan rumah pun terlihat gelap tak berlampu. "Coba tanya ama satpam depan sana aja Beb?", usulnya "Yang mana?" "Tuh yang ada di pos di depan sana", dia menunjuk pos satpam yang di tunggui oleh beberapa orang. "Misi bang, numpang tanya. Dokter Gunawan kalo malam gak praktek ya?" "Oh kalo malam die gak disini neng. Malem die praktek di ono noh depan Lokasari. Persis sebrangnya Lokasari". Akhirnya nyampe juga di tempat yang di maksud. Alhamdulillah dokternya masih buka. Setelah menunggu satu pasien akhirnya si kecil pun di periksa. "ada berita bagus dan ada berita kurang bagus." Wah apaan tuh dok? Berita bagusnya, demam si kecil bukan gejala tipes. "Alhamdulillah". Sedikit rasa lega menjalar di dada. "Trus berita kurang bagusnya apa dok?" Ini bukan gejala tipes, tapi ada gejala demam berdarah. Glek! Saya kasih surat pengantar aja, trus cek darah dulu ke Husada (RS Husada, Red) setelah itu balik lagi kesini, ya. Sesampai di Lobby RS Husada, si Bebby sudah gak kuat lagi menahan rasa sedihnya. Beberapa kali dia sempat menyeka air mata yang berlinang sambil menggendong Nadzim yang lagi lemas. Kami lalu menuju ke Lt. 3 untuk periksa darah. Masih menunggu 2 pasien, Nadzim minta minum. Oops lupa bawa minuman buat dia. Aku lalu turun ke bawah dan membeli sebotol air mineral plus sedotan. Begitu aku kembali ke Lt. 3, terdengar Nadzim menangis kencang. Kayaknya lagi di ambil sampe darahnya, pikirku. Benar saja. si suster sedang mengmpulkan darah dari ujung jari Nadzim sebagai sample. Aku juga pernah merasakannya, dan aku tau itu sangat tidak menyenangkan. "Lama gak sus, hasil tesnya?" "Gak lama kok. Tunggu aja di depan, nanti kalo udah selesai nanti namanya dipanggil." Kami lalu menunggu hasil testnya di ruang tunggu. Si kecil masih terisak2 sambil minum air mineral untuk menghilangkan dahaga. Sekali sekali dia menangis lagi, mungkin karena rasa sakitnya masih terasa. Kami menunggu sambil menonton televisi yang ada di ruang tunggu. Setelah beberapa jeda iklan kemudian.. "Nadzim....Muhammad Nadzim...", suster memanggil "Gimana sus hasil tesnya? Demam berdarah bukan? Gimana sus?", tanya kami gak sabar. "Hasil tesnya bagus. Trombositnya normal" "Bukan demam berdarah kan sus? Bukan tipes kan sus?" "Bukan kok, nanti dokternya aja yah yang ngejelasin" "Makasih ya, sus" Kembali ke tempat praktek dokter Gunawan, pasien sudah gak ada lagi. Dokter Gunawan sedang ngobrol dengan asistennya. "Gimana hasil tes darahnya?" "Ini dok", kataku sambil menyodorkan hasil test. "Gimana hasilnya dok? demam berdarah apa bukan, dok?", nada cemas begitu terasa. "Trombositnya normal. Ini bukan demam berdarah. Cuma infeksi biasa. Infeksi saluran pernapasan. Memang sekarang udaranya lagi gak bersahabat". "Flu burung bukan, dok?" "Bukan, bukan flu burung. Tenang aja. Cuma infeksi saja, radang tenggorokan". Infeksi kok di bilang "saja" ya? Tapi ya dibandingkan dengan demam berdarah ataupun tipes ya infeksi bisa di ikuti dengan kata "saja". "Kasih obat yang bagus ya, dok. Sama obat penambah nafsu makan juga, dok", kata si Bebby. Nyampe rumah udah hampir jam setengah sebelas, dengan penuh harapan semoga si kecil cepat sembuh dan ceria kembali. 2005/09/09 16:29, Bayi Sehat
Nampaknya si kecil agak kangen karena tidak bertemu seharian. Baru aja duduk sejenak di sofa, jariku sudah di tariknya kembali untuk menunjukkan sesuatu. Kadang di bawa untuk bermain dengan bola bola nya. Kadang di bawa ke lemari buku minta di tunjukkin gambar laba laba atau gambar burung. Tapi paling sering aku di tarik karena dia pengen di naekkan ke atas motor lagi. Pengen mencetin tombol2 yang ada di setang motor. Dan kalau sudah berada di atas dia mulai menirukan bunyi mesin.. "ngeeeng.. ngeeng..." sambil mengintip ekspressi wajahku lewat kaca spion. Jadilah anak yang baik ya, nak.. Kami mencintaimu. 2005/08/23 23:31, Bayi Sehat
Semalem pulang dari kantor, langsung meraba kening si kecil. Ternyata masih agak demam dikit walaupun udah agak mendingan. Tapi tetap aja hati ini rasanya belum tenang. Adik si Bebby dan suami kebetulan baru pulang dari Jogja, jadi ada beberapa makanan kecil sebagai oleh oleh. Si kecil sudah terlihat sedang sibuk bermain main dengan barang2 yang ada. Beberapa bungkus teh tergeletak di sampingnya, ada satu kotak bakpia pathok (bener gak sih spellingnya) yang terbuka tutupnya. Disekitarnya, ada beberapa bakpia yang jadi "korban" permainan si kecil. Masih lincah saja kau nak walaupun sedang demam. Cepat sembuh ya, kataku membatin dalam hati.
Si kecil tertidur sekitar jam 9 malam. Tidurnya kurang pulas karena sesekali dia terkaget lalu terbangun. Ketika melihat papa mamanya ada di dekatnya, matanya kembali terpejam. Sekitar jam 11 malam, dia terbangun sambil menangis. Nampak dia sedikit gelisah. Kugendong dan kudekap dia dalam pelukanku. Tidak berapa lama, dia lalu muntah dalam pelukanku. "Gak apa apa, nak.. muntahin aja biar sakitnya cepat sembuh" kataku sambil mengelus ngelus kepalanya. Cukup banyak juga yang dia keluarkan. Badannya jadi lemas .. dia lalu duduk lemas di dada mamanya, matanya nampak sayu bercampur ngantuk. Sang ibu menawarkan dia untuk meminum ASI tapi dia nampak tidak berselera. "Oh anakku, andai saja kau tahu betapa sedihnya hati orang tuamu melihatmu seperti itu. Kalau saja penyakitmu bisa di pindahkan, ingin rasanya hati ini mengambilnya darimu. Biar kami saja yang merasakannya, asal bukan kamu, nak." Akhirnya aku tidur sambil memeluk si kecil. Tapi mata ini tidak dapat terpejam. Hati tak henti hentinya berdoa untuk kesembuhan si kecil. Tidak berapa lama, terasa tubuhnya mulai mengeluarkan keringat dan suhu tubuhnya perlahan lahan mulai kembali normal. Ku tarik tangan sang Ibu dan kuletakkan di atas kening si kecil, "mah, panasnya udah mulai reda". Nampak seulas senyum di wajah sang ibu yang kelelahan. Aku terus mendekap si kecil erat di pelukanku sebagai ganti selimut yang tidak mau dia pakai. Perlahan lahan suhu tubuhnya kembali normal dan keringat membasahi bagian bagian tubuh mungilnya. Alhamdulillah, nampaknya fungsi sistem organ tubuhnya udah mulai berfungsi kembali. Kasih ibu kepada beta... Tak terhingga, sepanjang masa... Hanya memberi, tak harap kembali Bagai sang surya menyinari dunia ![]() Terima kasih buat semua doanya, $user.. 2005/08/22 23:33, Bayi Sehat
![]() Si Nadzim kecil agak susah buat di suruh minum obat. Terpaksa obat di minum dengan sedikit paksa. Dia sempat nangis tapi setelah minum air putih dia kembali tenang. Masalah berikutnya, dia tidak mau di pakaikan kompres. Dia malah nangis kencang dan menjauh dari sang ibu ketika sang ibu hendak memakaikan kompres air hangat. Akhirnya aku dekap aja dia sampai dia tertidur kembali. Malamnya, dia terbangun lagi mungkin karena kehausan karena dia minta minum.. "mmu.... mmmu.." katanya dengan bahasanya sendiri yang berarti "minum... minum". Demamnya masih belum turun juga. Diteteskanlah beberapa tetes obat penurun panasnya sesuai dengan petunjuk di kemasan. Dia lalu tertidur kembali. Menjelang subuh, sekitar jam 4 pagi, dia terbangun kembali. Lagi lagi minta minum. Yah karena lagi demam, mungkin tubuhnya butuh cairan yang banyak untuk mengimbangi suhu panas tubuhnya. Dia gak langsung tidur, tapi sempat ngajak main main dulu sambil ngoceh ngoceh. Dengan mata setengah mengantuk, aku meladenin dia ngobrol dan setiap kali aku mengajukan pertanyaan, dia juga menjawab dengan bahasanya sendiri yang entah apa artinya.. :) Alhamdulillah, dia bisa berkeringat walaupun dikit. Dan panasnya berangsur angsur turun. Paling tidak ya tidak sepanas seperti ketika malam tadi. Pagi harinya, dia bangun dengan cerianya, tidak tampak sama sekali kalau dia lagi demam. setelah bermain main beberapa saat, lalu mandi dan berpakaian. Aku dan Bebby serta Nadzim berangkat ke Bank untuk suatu urusan. Dia nampak senang sekali di bawa jalan jalan. Dan panasnya tidak lagi terlalu tinggi. Masih agak anget tapi tidak sepanas malamnya. Di lobby bank yang cukup luas, dia sempat berlarian kesana kemari sambil memanggil manggil mamanya, "mmmaa.... mmmaaaa..." dengan suara kecil manja nya. Beberapa orang nampak tersenyum melihat tingkah si kecil. Walhasil, nyampe kantor pagi ini jadi telat dah. Tapi ya tak apa lah. Demi menemani anak yang sedang sakit. Memang kerja kantor penting, tapi bagiku waktu bersama anak apalagi ketika dia sedang sakit dan membutuhkan kehadiran orang tua nya adalah lebih penting. Dan aku merasa bahwa yang aku lakukan tidaklah sia sia. Aku merasa lebih dekat dengan si kecil, dan sikecil juga lebih terasa ikatan batin dengan ku. Semoga engkau cepat sembuh, nak .. 2005/08/19 00:59, Bayi Sehat
![]() 2005/08/18 17:08, Bayi Sehat
![]() 2005/08/16 22:50, Bayi Sehat
![]() Foto sehabis mandi ... |
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||









