seiring waktu yang telah kita lewati bersama, kita menempuhnya sembari tertatih, menghandalkan saling keterbukaan dalam menghadapi kemelut diri kita, berharap tujuan kita akan tercapai,
adakah engkau akan berpaling, ketika kita tak bersama lagi, karena perbedaan tujuan yang sejak semula kita telah menyadarinya,...perbedaan yang membuat kita tak mampu untuk mengindarinya, meski kita sadar kita belum puas bersama, kita belum mendapatkan yang lebih dari persahabatan kita, dan kita masih tertatih,
adakah kita dapat saling berpegang tangan ketika terlepas genggaman erat tanganku,... adakah engkau akan mencari genggaman tangan lain, yang lebih erat karena kau dan dia setujuan,
ternyata , sobat, aku tak mampu, berjalan sendiri, terlalu aku membutuhkan uluran tanganmu, ketika kerikil menusuk lututku, ketika aral yang melintang begitu tajam, aku membutuhkan dirimu, lebih dari sekedar seorang sahabat, yang aku handalkan,,
adakah engkau akan mengingatku, ketika engkau terjatuh dan tersungkur pada kejadian dan peristiwa yang sama dalam hidupmu, karena aku telah mengingatmu, dan tak mampu untuk melupakannmu.
teman, sahabat, adik ku,,, kau lebih berharaga dari yang aku bayangkan, ternyata rasa ibaku dulu bukanlah permulaanku untuk lebih mengenalmu, karena aku tahu, kau begitu baik, dan begitu bersemangat untuk menuju cita2,,,
adiku,, adakah engkau mengingatku, adakah engkau mengingatku, jagnalah engkau melupakanku, karena aku tak dapat melupakanmu.
|
|