sobat, apakah kita telah berjanji untuk saling membantu dan saling mengerti jika hati kita saling terluka, meski aku tak pernah melihat dirimu marah,
kau katakan kalimat yang hingga kini membuatku teringat akan dirimu, dan juga akan kebersamaan kita, senantiasa aku mengingatnya, akankah hal itu terjadi,
" azhit, bisakah kita bersahabat hingga tua kelak, membina rasa persaudaraan yang tak memandang harta juga benda yang begitu lekat, sehingga kita bisa menikmati kebersamaan,, yah kita bina hidup bersahabat,
bahkan kau sobat, telah membayangkan persahabatn kita kelak, yang kau ucapkan, agar di hari tua kelak , kita tetap bersahabat,
sobat, aku coba merintisnya, dan coba untuk memenuhinya, yang aku mulai dari sekarang, dari dalam diriku sendiri, yaitu, selalu menerima segala kekuranganmu, dan segala ke lebihanmu,,
|
|