sobat, meski aku bukan yang kau inginkan, yang tak lebih hanya dapat memberimu kerepotan, namun jujur di hati kecilku aku ingin kamu menghargainya, karena aku begitu menghargaimu,
sobat, lama hati ini membeku untuk bisa menerima dirimu, sebagai sahabat, karena pengalamanku yang begitu pahit, begitu miris tentang sahabat. yang membuat kecewa hatiku, yang dikhianati dan di fitnah, sekaligus di tinggalkan
sobat, adakah kau pamrih terhadapku, jika suatu saat aku perlu bantuanmu, karena aku begitu tkut sendiri, untuk berdiri, dan berjalan, karena aku tak kuasa menahan beban ini, karena aku tahu, tak banyak yang menerima aku
|
|