za, apa yang lebih berharga dari dirimu menjadi sahabatku, apa yang lebih bermakna dari dirimu selalu menolong hidupku, dan apa yang lebih indah dari dirimu selalu bersamaku,
za, aku tahu dirimu sediitel apa yang kamu lakukan, dan kamu tahu semua tentangku, aku menghargai itu, dan kamu juga mengharfai aku,
meski kita sahabat, dan itu tak memberikan sesuatu ikatan yang dalam, namun aku telah dalam memilihmu, dan begitu menganggap sempurnanya dirimu, karena aku terbiasa denganmu,, adakah kau terbiasa dengan diriku,,,
reza, tahukah hari hari yang kita lalui bersama membuatku memandang dunia ini dengan penuh arti dan penuh dengan tujuan, yang harus aku gapai, bersamamu aku mampu hidup dengan tenang, karena apa?, karena aku tahu pribadimu..
reza, meski ucapan orang tentang kita kau tepis dengan kalimat biarlah, namun aku tetap menghargaimu sebagaimana kamu menghargaiku, kau tak segan memberikan kritik dan bahkan kau sanggup marah padaku, jika aku salah,,,
reza, tahukah kamu, aku sudah pernah untuk melepas sahabatku ini, dan pernah ku cari teman serta sahabat lain yang aku kira sempurna , namun aku gagal, entah kenapa, barangkali karena kamu memang spesial dimataku, dan begitu berartinya,,,,,
shabatku reza, masihkah kau mengharap di suatu nanti kita akan terus bersama, meski itu adalah suatu ketidak mungkinan, dan masihkah kau mengingat aku kelak, tatkala kesenangan dan kegembiraan hidup sudah ditanganmu,
akankah semua kenangan manis kita, kenangan kebersamaan kita yang begitu indah membuat kau ingat dan kau tanam di dalam hatimu,
kalau boleh berandai, aku akan senang jika kita tak pernah bertemu dan tak pernah bersahabat jika saja suatu hari kelak perpisahan kita bukan karena allah taala, dan itu karena suatu sebab yang tak jelas, yang nantinya akan membawa hati kita menjadi sakit,,
dan aku sangat mengerti kau tidak akan sakit hati, dan juga kecewa, apalagi menderita, karena aku tahu pribadimu, tapi tidak buatku reza, teramat sakit memang jika aku tak terbiasa denganmu,,,
terkadang aku menjadi kecil dan mengkerut, jika aku harus berhadapan dengan temanmu dan sahabatmu yang lain, yang selalu mencemooh, dan memandang aku sebelah mata, ketika aku selalu dan terus bersamamu, namun
reza, kau selalu memberiku pengertian dan memberiku ambisi yang kalau hal itu jagn di fikirkan
reza, adakah kau bangga denganku, bangga menjadi sahabatmu, bangga menjadi saudaramu, meski aku bukanlah hal yang mampu kau rengkuh selamanya, tak seperti pacar atau teman wanitamu, yang barangkali kau memikirkan untuk selalu hidup bersamamu kelak,
terus terang reza, hati ini akan senang dan bangga jika kau mengeti akan kegundahanku, kegelisahanku, tatkala aku tak dapat melepaskanmu kelak,
sahabat, aku tahu batasan yang benar dalam hubungan persahabatan kita, dan kau juga tahu itu, dan nantinya kita akan terpisah, maslahnya cuman waktu saja yang belum tiba
reza, my best friend, selalu dan akan terus aku ingat tentang dirimu, karena aku tahu kau akan pergi dari kota ini...
|
|