Aku merasa diriku tak sempurna, tak ada yang aku bisa banggakan, di depan orang tuamu, bahkan di depan sahabat dan temanmu. sepertinya aku berada di tempat yang salah, dan bersama orang yang salah,.
meski aku sadar, aku mencintai dirimu sepenuh hati, bangga akan dirimu yang memang memiliki kualitas, dan dapat di perhitungkan, kamu cantik, kaya, pintar dan bersahaja, lengkap semua yang di dambakan oleh banyak orang,
namun justru hal tersebut yang membuat aku semakin salah tingkah, seolah tak mempercayai diriku sendiri, bahkan aku tak bisa mengahapus kecurigaan di benakku, apakah aku seharusnya bersama dirimu, yang nyaris sempurna.
tentu sebenarnya aku merasa, kurang pantas berada disisimu,
sebenarnya aku bukan mengidahkan ucapan orang, gunjingan orang bahwa dirimu salah memilih aku sebagai kekasihmu,atau aku menyangsikan cin tamu tak tulus padaku,namun jauh di lubuk hatiku, aku memang tak pantas untukmu, cintamu dan perhatianmu.
lalu aku harus berbuat apa.....
aku tidak nyaman berada di sampingmu, tidak merasa aman dengan fikiranku sendiri, dan aku terlalu mendustai diriku untuk tak memperdulikan apa kata orang,.. aku jenuh, meski kebesaran cintamu sering membuatku beratahan... aku lelah akan semua ini.
jangan dikira cintaku tak tulus atau tak besar, sama sekali bukan itu, aku minder, minder dengan diriku sendiri, bahwa memang aku tak pantas,..
aku memutuskan untuk tak bersamamu, hal yang terberat aku lakukan dalam hidup ini, aku ingin kamu bahagia dengan sepantaran dengan dirimu, bukan bahagia karena cemoohan orang, dan kau berbesar hati, untuk mengikhlaskan diriku sebagai labuhan cintamu, berlapang dada, menerima ejekan teman dan orang tuamu, membisikkan kata betapa ucapan itu tak penting bagimu, kau tetap tulus mencintaiku. bahkan cintamu semakin besar.
aku meng iyakan akan ucapanmu, betapa kau harus menerima ini bukan karena aku berubah, tapi aku tulus mencintaimu, aku tetap kekasihmu yang sebegini... ah, omong kosong fikirku, aku tak bisa mendustai diriku, betapa aku terganggu akan sekelilingku... meski aku tunjukkan wajah acuhku padamu betapa aku juga tak menganggap penting ucapan mereka...
dimataku kau gadis sempurna, justru aku yang bukan sempurna, dimata orang aku beruntung namun dimata temanmu kau di bilang tolol, mencintai yang tak sepadan denganmu, kau bertahan, aku salut akan dirimu, yang tetap memilihku untuk kekasihmu,
|
|