aku tidak bisa menafsirkan tentang diriku pada saat aku memang salah, cuman untuk meminta maaf sangat sulit dan mustahil, bisa langsung di ucapkan dan di lafalkan, perlu waktu dan juga perlu kesmpatan yang lain untuk melakukannya,
yah, tapi aku juga tidak harus lama-lama instropeksi diri dan menyadari, sebab seiring dengan itu, aku akan lupa dan sudah enggan untuk meminta maaf kembali,
dan akhirnya akan menjadi agak runyam, akhirnya akan berlalu dengan kata perpisahan dan penyesalan,
sama dengan apa yang terjadi antara aku dengan si reza, nda tahulah aku kenapa jadi begitu, dan juga kenapa bisa begitu, hanya saja aku merasa, sudah cukup berteman dengannya, dan sudah cukup waktuku untuknya, meski itu hanya sekedar....
semoga saja ini menjadi pilihan dan keputusan yang tepat bagi kami, dan perpisahan ini tidak menjadi penyesalan dikemudian harinya.. semoga |
|