maafku terulur pada kedua tangan, mengharap kau sambut dengan hangat uluran tanganku yang dengan rendah hati mengharap maafmu,, bahwa aku tidak bisa menerimamu,, sebagai pengganti kekasih ku yang dulu menghianatiku..
patimah,, bukannya aku tidak menyukaimu, karena kamu tidak cantik, atau kamu tidak baik, sama sekali bukan, melainkan kamu begitu cantik dan baik terhadapku,, dan cantik dimataku
patimah,, hanya saja hatiku masih kelu, membeku karena penghianatan kekasihku dahulu,, yang begitu saja meninggalkanku,, berkhianat dengan keadaan yang tidk dia sukai dariku..
patimah,, betapa sakit dan hancurnya hatiku, jika mengenang masa itu,, begitu sulit aku menerima kenyataan, bahwa selama dua tahun memadu kasih dengannya dan seketika itu dia berucap orang tua yang tidak merestui..
maafkan aku patimah, bukan karena aku tidak ingin bercinta lagi,, hanya saja aku membiarkan hatiku terluka untuk aku bisa mengenang bahwa kamu adalah teman terbaikku |
|