telpon : hallo " masih ingat suaraku", ya jawabku " ani" kutahan nafas yang menyesakan dadaku,.. aku teramat mencintainya,
======
setahun yang lalau aku kau campakan begitu saja, tanpa kompromi, tanpa penjelasan dan tanpa kau memandang kebelakang kau membenciku, tak mencintaiku,....
sampai kini pun aku masih bingung dengan keputusanmu untuk mengakhiri hubungan kita, seakan tak menemukan jawaban darimu, aku terlarut dalam sedih yang berkepanjangan, terseret arus air mata yang mengharu biru, bahwa gambarmu masih ada di dompetku,..
ah,.. narsis dan terlalu perasa memang, namun itulah kenyataanya, bahwa cintaku tak terkikis dengan berlalunya waktu...
aku masih tetap mencintaimu, sebegitu besarnya hingga akupun tak mengharapkan kesudahan di dalam hatiku.
aku tak percaya cinta suci itu ada, namun pula aku tak menampik cinta putih yang ku berikan masih lah suci,..
jauh di waktu lampau hingga kini aku sudah instropeksi diri, bahwa aku tak melakukan sesuatu yang tak sesuai dengan kaidah, tak melakukan tindakan yang menyimpang dari hubungan kita,.. dan kau menganggapnya suatu keberuntungan untuk melepaskan diriku...
fikiranku melayang negatif, bahwa telah ada lelaki lain yang kau anggap mujur menjadi pendampingmu. yang dapat kau bawa dan banggakan di tengah karib dan keluargamu,.. apalah aku... hanya seorang yang tak beralas... tak beratap yang kokoh...
telpon: "bagaimana khabarmu" tanyamu lantang dan sayu..."baik", aku baik" jawabku masih salah tingkah",
suara yang masih ku ingat di duatahun hubungan kita di tiga tahun berlalu, semakin membuatku yakin kau semakin dewasa,.. semakin mampu untuk mengendalikan segala emosimu, aku meyakini itu
barangkali aku terlalu bodoh, untuk tak mengambil sikap, mengacuhkanmu untuk menolak pembicaraan itu,..
tapi aku tak mampu untuk berbohong, bahwa aku bahagia kau menghubungi aku lagi...
telpon : " besok ada waktu, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu", pintamu " ya, besok ada waktu, aku akan membatalkan semua kuliahku, dan aku ingin memenuhi ajakanmu" tegasku.
terdengar bodoh memang. tak berdaya aku untuk menolak dirimu, meski setahun ini aku teramat terluka, terjatuh dan lebur karena tak mampu melupakan dirimu,
tapi biarlah, aku akan menemuimu besok.....karena aku ingin tahu apa lagi yang dapat kau perbuat padaku, hatiku sudah hancur, biarlah kini lebur tak bersegi,.. aku akan coba bertahan sampai akhir kemampuanku untuk hidup...
aku mencintaimu, namun aku tersiksa oleh permainanmu,....
|
|