dia bercerita, biarlah orang menyangka apapun yang mereka mau sangka, biarlah mereka menilai dengan apa yang mereka lihat, toh aku masih tetap diriku yang semula, tak aku mau berubah karena pandangan orang buruk terhadap ku....
aku juga masih mendengar keluh kesah panjangnya...
aku tak bahagia dengan semua ini, aku seperti ingin berlari pada dunia yang kejam., memperlakukanku dengan tidak adil.... dan tidak manusiawi..
dan aku masih mengira keluh kesah nya.. lirih aku merasakan, betapa dia tertekan, hingga suatu masa, ceritanya yang lepas membuat aku tahu siapa dirinya yang sebenarnya....
bukan aku tak menyadari semua kekurangan dan kehilafanku, bahwa aku sangat menyadari kalau aku bukan yang mereka inginkan,.. yang mereka harap dari seorang bram, yang memiliki kepribadian ganda...
bahwa mereka tak mengerti keinginanku, memahami jati diriku,
aku mengerti bram, jauh aku memahami perasaanmu terhadapku...
apa salahku, apa kekuranganku, apa yang tidak adil padaku, semua aku terima tanpa keluh kesah, tanpa rasa iba yang mendalam pada keadaanku, aku menerima dengan ikhlas cacatku, menerima dengan rela kekurangan yang di berikanNYA..
tapi apa yang aku dapat... rasa pelecehan dan ketidak manusiawian yang aku terima, cukup sudah teman,, aku akan pergi,,,, meneruskan langkah yang jauh tertinggal karena fikiran dan perasaan yang tertahan,,.
biarlah aku begini karena aku bahagia dengan kepribadianku.. karena aku mengakui ada yang beda dariku, aku lelaki yang menyukai lelaki...
ah... bram,,, ku biarkan keputusan yang kau ambil,, meski aku sahabatmu, aku tahu semua itu teramat menyiksamu, dan aku tak mampu untuk merubahmu.. selamat tinggal bram, semoga jalan yang kau tempuh dapat membuat dirimu menjadi dirimu, semoga dunia menerimamu apa adanya dirimu.....
dan aku di duniaku, menikmati hidupku tanpa fitnah itu lagi...
|
|