Seandainya aku bisa kembali pada keadaanku yang dulu, tentu aku akan lakukan itu, seandainya aku bisa mencintaimu seperti dulu aku akan berusaha untuk melestarikan cinta itu, berusaha memupuknya dan membiarkanya tumbuh dengan segala harapanku...
namun aku bukanlah yang dulu rudy,' ucap gadis putih di depan rudy' penuh haru disela isak tangis, dan getar bibir mungil gadis itu.
rudy terpana terpaku, seakan tak percaya akan kata-kata ucapan gadis kecil di depanya, membayangkan penuh kengerian yang terkandung dari kalimat yang barusan didengarnya, kalimat itu begitu menusuk ke relung hati rudy, sehingga terasa perihnya, betapa sakit dan tersiksanya gadis di depanya kini, dan betapa rapuhnya hati gadis putih ini,,,
++++++++++++++++++++
waktu berlalu tak membuat rudy mampu melupakan anita, gadis yang pernah mencintainya, dengan sepenuh jiwa, dan raganya, mencintainya dengan tulus, memperhatikanya dengan cermat, dan entah apalagi yang rudy ingat terhadap anita, karena setelah kepergian anita, rudy baru menyadarinya........
00000000000000000000000
rudy masih saja berdiam diri di kamarnya, tak seperti biasanya, rasa malas untuk beraktifitas yang sering dilakukannya, membuat rudy betah berlama-lama dikamarnya, enth sesekali mendengarkan musik, entah sesekali main game, atau hanya sekedar nonton berita tv... semuanya bagi rudy mengasikkan..
samar rudy mendengar keributan kecil di luar sana, keributan yang bersumber dari ruang tamu rumahnya, sejenak kemudian rudi asik pada gamenya, tak menghiraukan apa yang terjadi di ruang tamu itu, ah, sita.. "
suara gaduh itu kian teramat jelas, ribut dengan suara centilan gadis abg smu.. yang bagi rudy baru puber....dan rudy semakin terusik oleh gaduh itu,
+++++++++++++++++++++
suara tawa dan canda di ruang tamu itu, semakin membahana, gadis gadis itu duduk melingkari kursi dan menghadap sebuah televisi... sembari satu diantara mereka memukul, mencibir dan menunjuk ke arah tv di hadapan mereka, tertawa terbahak memecah keheningan yang ingin dirasakan rudy.. dan rudy terusik dengan bongkahan mulut lebar mereka,,
hei,, bisa diem tidak,,, suara bentakan rudy, membahana, mendominasi tawa gadis -gadis itu...seketika gadis itu memandang ke arah sumber suara ,,,
kalo nonton, ya nonton aja, tertawa juga tertawa aja... tapi jgn keterlaluan, kayak anak kecil saja,.....pakai acara gaduh ...
gadis-gadis itu masih saja melongo, memandang wajah garang rudy, hei kamu, kenapa memandangku seperti itu,,,,?... dug-dug,,,, seketika hati rudy bergetar,, bibirnya kelu, dan wajahnya pasi,, ketika perhatian itu tertuju pada gadis di pojok kanan mereka,,
gadis itu memandangnya dengan penuh celaan, dan seperti menghina dirinya, mata itu sekan berbicara, bahwa aku adalah anita,,, yang mencintainya dan kini telah hadir kembali,, meminta janji yang di ucapkan rudy...
bahwa jikapun bertemu, akan selalu mencintainya...
|
|