banyak sudah yang mereka perbuat dariku, aku tak bisa menghitung lagi, tak mampu mengingat lagi akan perlakuan tak manusiawi dari mereka,
aku bukan seorang simbiosi mutualisme, bukan juga nrsisme, aku hanya aku, yang masih menggantungkan harapan hidup pada kejujuran hati yang kubawa dengan permulaan langkah kanan,..
aku bukan segolongan orang yang menghalalkan segala cara, mencari muka demi keuntungan sesaat, dimana mereka harus membayar upeti senyuman setiap musuh mereka,
aku masih wajar, yang tak kusukai selaku sebagai tak kusukai, yang ku cinta, selaku seperti yang kucinta, dan aku tak mampu menutup wajah palsu itu dengan hanya bermodal muka tampang model,... aku tak bisa asal babe senang...
terkadang aku berfikir, barangkali aku bukan orang yang pantas, bahkan jauh dari itu, aku berpendapat aku salah tempat, menyangkut semua itu memang tak seharusnya aku mendapatkan perlakuan, dan tak seharusnya aku berada di sana,..
pekerjaan dan butuh segepok uang, itulah pertahanan diriku, yang mengalahkan kesabaran, menjerumuskan diriku pada ketidak berdayaan bahwa aku miskin butuh makan, dan hilanglah naluri hatiku untuk mempertahankan harga diri,..
teramat terinjak harga diriku, teramat sakit, hingga air mata yang kutangisi, bukan air mata lelaki atas kemenangan dirinya, melainkan air mata wanita, dengan penuh perasaan, akan sakit hatinya yang tak pantas,..
aku bukan wanita, aku juga bukan banci, yang mereka hanya menalarkan perasaan,... aku lelaki, penuh dendam dan amarah, namun aku tak mampu, lagi-lagi aku tak mampu untuk mempertahankan diriku,.... untuk sebuah harga diri,
aku perlu makan, dan perlu uang, itulah aku bertahan, demi sesuap nasi..
barangkali ada yang bersimpati padaku akan semua peristiwa,.. namun teramat sayang, tak satupun mereka memelas asih pada diriku,.. lagi lagi aku tak pantas di welas asih......
aku hanya sebagai golongan kecil tak berarti, dianggap sampah, dianggap sebagai beban, aku tetap pada diriku,.. kusukseskan hidupku, pada proses yang berjalan,..
tunggulah beberapa tahun kemudian, kubuktikan semua itu.... aku datang membawa kangkeran wajahku, kemegahan tubuhku, dan keangkuhan prilakuku, dendamku pada jenggot naga...(nama samaran)
|
|