apa khabarnya dirimu ani, lama sudah tidak berjumpa, masih ingatkah dirimu padaku, atau sudah lupakah dirimu, tentu aku berharap kamu taidak melupakan aku begitu saja, karena aku disini sangat merindukan dirimu, tak sedetikpun aku mampu melupakan wajah cantikmu, ani tunggu aku pulang...
ku tutup buku harianku dengan harapan aku akan dapat terbang ke sisi kekasih tercintaku, ani.
=====
diperjalanan aku masih terus memikirkan apa yang harus aku perbuat untuk dapat menahan rindu dan kini aku sudah akan bertemu ani kembali, sengaja aku tak memberi khabar padanya , karena niat hatiku untuk memberikan kejutan.
tak perlu membuang waktu, aku akan langsung menemui ani, datang kerumah orangtuanya, dan berharap akan bertemu langsung dengannya,
====
bel pintu rumah mungil di pinggiran kota metropolitan ini, begitu asri, di halaman dan samping rumah bercat putih ini banyak di tumbuhi bunga-bunga yang bermekaran, harum semerbakpun sampai ke hidung mancungku, memberikan nuansa desa yang kental, aku menikmati suasana ini,
lama aku berdiri terpaku hanya untuk menikmati, dan rasa letihkupun mulai menyergap, namun tak kunjung jua yang empu rumah menampakan batang hidungnya, ah, kemana gerangan mereka, gumamku, kembali ku pencet tombol bel pintu itu, sembari ku ucapkan salam,. kutunggu sesaat setelahnya, namun lagi-lagi aku tak dapat menangkap sesosokpun empunya yang membuka daun pintu di depanku,
aku tersu terpaku, serba salah untuk terus mengamati rumah asri ini,
kemana gerangan mereka, ani dimanakau kini berada,..
=====
entah berapa lama aku tertidur puls di kursi rotan di teras rumah ini, rasa lelah dan lapar sudah mulai menggerayangi tubuh dan perutku, aku toh masih saja tak dapat menemui ani kekasih tercintaku, kiranya mereka berakhir pekan, atau memang sedang melakukan liburan, tuduhku,
sebaiknya aku pergi dulu, mencari sesuatu yang dapat kuganjal dan dapat menghilangkan lelahku, seketika aku hendak beranjak dari kursi semula ku duduki,
urung niat itu kulakukan, karena di kegelapan senja aku menemukan sesosok anggun telah berjalan di diepankui, memberikan senyuman manisnya, dan menyapaku dengan ramah,
ada perlu apa mas, tanya suara lembut itu,..
ah, tidak aku hanya ingin bertemu si empu rumah ini, karena aku salah satu kerabatnya, yang tinggal di amerika, jawabku jelas,..
ohh
apa mas sudah bertemu dengan bu samsul,..
oh belum,
setahu saya , busamsul beberapa hari ini mengunjungi anaknya
anaknya, tante,
ya, anak tertuanya, ani,
memang ani kenapa tante, buruku , keterangan singkat tante ini membuatku menjadi tak menentu.
ani masuk rumah sakit mas,
msuk rumah sakit, sentaku, ani sakit apa tante,
ah tidak , ani sepertinya tak sakit apapun, dia sebenarnya terlihat biasa dan wajar,
barangkali hanay kelelahan
kelelahan,..
iya, ani barusan datang ke amerika, menemui kekasihnya, tapi setibanya di sana, ani tak menemui siapapun,
sebab menurut keterangan ani, pacarnya di amerika itu telah pindah kost,..
aku tersentak kaget, ah, ani, sebegitunya, hingga dia mau datang hanya sekedar untuk melihat dan bertemu denganku, sama seperti aku, keinginan yang sangat be
sar utuk dpat bertemu dengannya...
ani aku akan datang menemuimu, tapi kenapa kamu sakit, ah ani, aku datang kekasihku.
|
|