pagi yang cerah, awan biru masih terlihat jelas berselisih dengan putih, membetuk gumpalan sempurna menggambarkan kekuasaan allah, berpadu padan serasi diantaranya, senantiasa saling bersama,.........
aku masih saja duduk di teras rumah tuaku, bersandar pada dinding kayu lapuk, beralas tikar purun kumal, perlahan kuhirup secangkir kopi pahit buatan ibu tercintaku, berganti dengan kepulan asap kretek murah yang mampu aku beli,.............inilah diriku, keseharianku disini, menanti datangnya hari depan yang cerah, disaat aku harus bekerja.......
sama sekali tak kusesali hidupku yang sederhana, sama sekali tak terfikirkan penyesalannya, apalagi harus mengutuk nasib........, bukankah semua sudah digariskan pada yang diatas..........
kucium tangan ibu tercintaku dengan rasa kasih sayang, kutatap kedua bola mata tua itu, redup, tak ada cahaya, ku simak tulang pipinya yang renta, ku urut lekuk kerutan-kerutan kulit wajahnya, tak ada lagi suatu kebanggaan terpancar dari dirinya, harapannya hanyalah padaku,.... anak tercintanya yang belum mampu membahagiakanya,...... (insya4JJI bu, doakan anakmu berhasil hari ini) anakmu pergi bu, berbekal secuil tenaga, dari sepohon singkong yang kau rebus......
lhitam legam kulitku tak kuhiraukan lagi, pucat pasi wajahku tak kuperdulikan, terik panas tak ku jadikan halangan, aku terus berjalan,.... menyusuri jalan setapak ini,.... dengan harapan dapat kujual barang daganganku......
harapanku hanyalah pulang berbekal selembar uang, syukur alhamdulil4JJI seribu, dua ribu,atau lima ribu, aku tetap akan bahagia.......
rasa letih tak tertahankan, lapar dan dahaga menghantuiku, bercampur rasa sakit yang ku derita.... sungguh aku tak dapat bertahan......
ku genggam erat dua lembar lima ribuan dari hasil daganganku, takan ku tukar dengan makanan dan minuman disini, gumamku,
aku akan membawamu pada ibuku, dan kubayangkan betapa sumringahnya senyumnya,,,, berbahagia menyambut kedatanganku, dengan harapan yang barangkali tak seberapa.....
meski ibu tak pernah menanyakan penghasilanku,.... tetap ibu diam dan sunyi menyambutku dengan harapan baru besoknya......
lapar dan haus masih di tubuhku, namun bayangan ibu menjamuku membuat aku lupa akan diriku, .......ibu anakmu datang.......
assalamualaiku wr.wb.....
kudengar sahutan dalam gubuk itu, waalaikum salam wr,wb.... tergopoh ibu berlari.. menyambutku, di jinjingnya tas yang setiap hari ku bawa..... di taruh di tepian ranjangnya yang reyot, menjaganya dan membersihkan dari debu.....
ku sodorkan lembaran limapuluhan dari tanagnku.... bergetar tak tertahankan, namu tak jelas yang kulihat karena tak terhiraukan lagi aku akan sakitku.... kulihat dengan seksama perubahan wajah ibu tercintaku, senyum mengembang,.... dan mata yang berkaca..... sekilas, kulihat butirannya terlepas dari kedua matanya......
bahagialah ibu tercintaku hari ini,,, seiring terucap doa dari bibir keringnya, meyebut asma 4JJI alhamdulil4JJI,.....
|
|