 Makam Ambles,Jenazah Terbalik
Tohir (65) biasa memotong gaji karyawannya sesuka hati. Pria asal bogor, jabar inipun meninggal dengan siksaan. Matanya terbelalak.kulitnya mengelupas.saat dimakamkan liang lahatnya ambles.Subhanallah.
Pinggir jalan margomulyo surabaya, seorang kakek keriput sawo matang itu berjalan gontai dijalur kiri dari kalianak. Tepatnya 200 m dari jembatan Tol margomulyo atau dekat gudang AJBS Ia terlihat lemas.
Lelaki yang diketahui bernama Tohir ( 65 ) ini pun duduk dibawah teriknya mentari, Rabu (21/12) itu memang sinar matahari tergasa begitu panas.tidak lama kemuadian ia tertidur dengan napas tersengal-sengal. Banyak orang mengira ia orang gila.karena pakaian yang dikenakannya sudah compang-camping:â€Ih jorok,tidur kok dipinggir jalan†komentar beberapa orang yang melewati jalan itu.
Namun sekian jam Tohirpun tidak bangun. Sampai seorang tukang becak menghampiri dan membangunkan pria tua itu.â€pak,bangun, ini sudah magrib†kata tarjo membangunkan Tohir.
Namun anehnya, tohir tetap tidak bergeming meski Tarjo sudah menepuk pipi laki-laki tua itu berkali-kali. Tarjo yang penasaran memanggil teman-teman seprofesinya dan membangunkan tohirâ€jo,pria ini sudah mati,apa kamu tidak melihat badannya sudah kaku dan membiruâ€terang teman tarjo.
Akhirnya Tarjo dan temannya pun melaporkan kematian Tohir kepada polisi terdekat.Mayat Tohir akhirnya dibawa ke RSUD dr soetomo Surabaya.
Setibanya dikamar mayat rumah sakit terbesar di jatim itu, dua petugas datang dengan membawa kain kafan.kain jarik menutupi tubuh Tohirpun dibuka. Petugaspun terbelalak melihat kondisi Tohir saat itu. Jenasah Tohir begitu mengenaskan. Matanya membelalak. Mulutnya terbuka kulit pipinya mengelupas,juga kulit kaki dan tangan.kumisnya rontok, begitu juga dengan rambutnya.
Badan kurus,kurus sekali.nyaris tidak ada daging.Cuma ada kulit membungkus tulang.itupun warnanya legam, lepas 1jam, proses pembungkusan selesai. Jenasah siap dimasukan ke ambulan. Tapi ada keganjilan, selama 15 menit mesin ambulan tidak mau hidup, petugas kamar mayatpun sampai kebingungan dengan kondisi mobil jenazah yang ada.â€ngga biasanya mobil ini ngadat†ujar petugas kamar mayat.
Mereka pun terus memaksa mobil jenazah itu bisa jalan, akhirnya sekian lama berusaha mobil jenazah bisa hidup kembali.
MAKAM AMBLES
Pukul 12:30 mobil jenazah berangkat. Sepanjang perjalanan seorang perempuan yang juga tetangga Tohir terus membaca untaian ayat Alqur’an. Tidak ada keganjilan selama perjalanan pulang kerumah Tohir dikawasan kapasari.bahkan sampai di Taman pemakaman Umum Rangkah, diwilayah kenjeran pun semua berjalan lancar.
Namun keganjilan lain ditunjukkan oleh jenazah Tohir pada pukul 12:45 WIB Jenazah Tohir yang dilapisi tikar pandan pun dikluarkan, Hanya enam orang yang mengantar Tohir ke peristirahatan terakhir.mereka siap menggotong jenazah dengan liang lahat sekitar 10 meter. Namun anehnya enam penggotong yang semuanya laki-laki berbadan kekar dan tinggi-tinggi itu terlihat kesulitan saat mengangkat jenazah pertama kali.
Karena berat, perjalanan ke makam membutuhkan waktu 15 menit untuk jarak yang sangat pendek. Para tetangga Tohirpun kaget saat melihat liang lahat yang sudah disiapkan ambles. Semua tanah longsor ,berantakan ditambah ada genangan air yang sangat keruh didalamnya, setinggi betis orang dewasa. Para penggotong mundur sejenak karena takut, akhirnya para pelayatpun memanggil para penggali. Anehnya yang datang bukan orang yng berbadan kekar yang biasa menggali makam, namun 3 anak kecil berusia 10 tahunan.
JENAZAH TERBALIK
Setelah berdebat panjang, akhirnya tiga penggotong mau turun ke dalam liang, tiga lainnya memilih tetap menggotong jenazah yang masih nampak berat itu.Keringat tiga penggotong terus mengucur kali ini mungkin sudah sebesar biji jagung bongsor. 15 menit kemudian mayat diturunkan, pelan-pelan sekali penuh hati-hati soalnya tanah yang diinjak didalam liang sangatlah licin.
Jenazah Tohirpun dimasukan kedalam liang lahat meski terendam air keruh, satu per satu ikatan dilepas. Dan didetik ini, jenazah Tohir mengalami kesulitan untuk dimakamkan, Tanah kembali longsor dan menimpa kepala orang yang ada didalam liang,†Diamput...ada apa ini†ujar budi tanpa sadar.
Menit ke depan, Azan dikumandangkan dengan nada yang amat sangat berat. Keringat ndrodos dari tubuh si muazin, saat kalimat akhir :â€Lailla ha illallah...â€, nadanya terbata – bata , penuh getaran.
Jenazah dipastikan sudah dalam posisi semestinya walaupun semua yang melongok tahu, jenazah Cuma kelihatan sedikit karena terendam air, lalu jenazah ditutup dengan tumpukan papan dan tikar pandan dilebarkan diatasnya.
Tiga orang naik ke atas. Lengkap menjadi 6 penggotong seperti awal, siap menguruk. Didetik terakhir penguburan, kejadian aneh pun terjadi dan mengagetkan semua pelayat. Disaat tanah urukan pertama meluncur ke dalam liang, tiba – tiba saja tikar membalik dengan sendirinya. Papan bergeser dan posisi jenazah terlentang menghadap ke atas. Para penguruk berteriak,â€berhentiâ€.
Mereka saling menatap dengan tatapan penuh tanya.†Sudah ,biarkan saja†ujar agus. Semua diam dan kembali saling menatap, masih dalam tatapan penuh tanya.lalu Budi cepat – cepat membetulkannya dan urukan dilanjutkan lagi.
SUKA BERJUDI
Setelah mereka memakamkan jenazah Tohir, para tetangga pun membiacarakan kejadian yang tengah mereka alami. Mereka mulai mengingat – ingat kelakuan Tohir semasa hidup. Tohir dulunya bekerja sebagai mekanik diperusahaan terbesar yang ada dijalan gembong, surabaya. Kecemerlangan otaknya membuat dirinya meraih kesuksesan. “Tohir dulunya pernah disekolahkan sama perusahannya di hongkong untuk memperdalam ilmu mekanik. Selain sebagai mekanik, Tohir juga menjabat sebagai mandorâ€, terang Agus.
Ayah dari empat orang inipun selama dalam pekerjaan seringkali memotong gaji karyawannya “dalam pekerjaan, tidak sedikit karyawan yang mengeluh karena gaji yang mereka terima tiap bulan selalu dipotong oleh Tohir untuk keperluan pribadinya†terang Darmo yang pernah ikut bekerja dengan Tohir.
Dalam kehidupan bermasyarakat, suami dari sulistyowati ini cukup dijauhi tetangganya.â€Pernah ada tetangganya yang dimarahi sama Tohir,lantaran menaruh sirtu disebelah rumah Tohir†terang agus.
Perilaku Tohir berdampak dengan pola kehidupannya. Itu terjadi setelah kematian ketiga anaknya.Tohir yang berotak brilian makin aneh. Hari – harinya diisi dengan bertaruh dimeja judi. Dia jadi jarang mengurus rumah tangganya. “pada waktunya istrinya memutuskan untuk pisah ranjang .sulistyowati meninggalkanya sendirian di surabaya, sedang dirinya ke sumatra.: cerita budi kepada pelayat lain.
Mahligai keluarga yang dibangun Tohirpun berantakan. Dinding keluarga yang dulu harmonis yang dibangunnya, sudah retak. Bahkan Tohir makin terpuruk saat tahu anak perempuan satu – satunya jadi buronan polisi terkait penggelapan uang.â€mungkin ini semua buah dari perbuatan Tohir. Bahkan saat ia meninggalpun tidak ada tetangganya yang mau melayat†papar Darmo.
Sumber : POSMO Edisi 349 4 Januari 2006 |