|
|
|
Kaya Jiwa
<b>82klek's......... |
2007/06/02 23:51
|
|
|
Akhir² ini
Entah kenapa demen banget ama kata2 bijak
Biar saku kosong asalkan jiwa kaya, Daripada saku penuh dgn uang tapi otak kosong, Kejujuran dan keikhlasan adalah kunci utama dlm menjalinkan hubungan. |
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/82klek/trackback/57498 |
|
|
|
|
|
@ my
Uncategorized |
2007/05/22 20:18
|
|
|
| Salah satu hal terindah yang pernah kulalui adalah berupaya untuk bisa menjadi bagian dari hatinya. Setelah itu aku percaya bahwa apa yang kuhadapi kelak akan terasa mudah apabila sudah kugantungkan hidupku kepadaMu ya Rabb.. |
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/82klek/trackback/57497 |
|
|
|
|
|
Semua ada saatnya
<b>82klek's......... |
2007/05/08 15:32
|
|
|
Sebuah kesulitan, akan didampingi oleh kemudahan. Kesedihan akan berganti dengan kebahagiaan. Kelapangan akan menjadi ujung sebuah kesulitan. Kita, mungkin, memang terkadang terhempas saat ada saat-saat sedih melanda. Kita, mungkin, memang terkadang terjatuh saat pengharapan tidak menemukan wujudnya. Namun, semua ada saatnya. |
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/82klek/trackback/57496 |
|
|
|
|
|
RASA SAKIT KETIKA SAKARATUL MAUT MENJEMPUT
<b>82klek's......... |
2007/04/23 21:18
|
|
|
"Kalau sekiranya kamu dapat melihat malaikat-malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir, seraya memukul muka dan belakang mereka serta berkata: 'Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar.' (Niscaya kamu akan merasa sangat ngeri) (QS. Al-Anfal {8} : 50). Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim(berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata): 'Keluarkanlah nyawamu!' Pada hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Alloh (perkataan) yang tidak benar dan karena kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya ". (Qs. Al-An'am : 93). Cara Malaikat Izrail mencabut nyawa tergantung dari amal perbuatan orang yang bersangkutan, bila orang yang akan meninggal dunia itu durhaka kepada Alloh, maka Malaikat Izrail mencabut nyawa secara kasar. Sebaliknya, bila terhadap orang yang soleh, cara mencabutnya dengan lemah lembut dan dengan hati-hati. Namun demikian peristiwa terpisahnya nyawa dengan raga tetap teramat menyakitkan. "Sakitnya sakaratul maut itu, kira-kira tiga ratus kali sakitnya dipukul pedang". (H.R. Ibnu Abu Dunya). Di dalam kisah Nabi Idris a.s, beliau adalah seorang ahli ibadah, kuat mengerjakan sholat sampai puluhan raka'at dalam sehari semalam dan selalu berzikir di dalam kesibukannya sehari-hari. Catatan amal Nabi Idris a.s yang sedemikian banyak, setiap malam naik ke langit. Hal itulah yang sangat menarik perhatian Malaikat Maut, Izrail. Maka bermohonlah ia kepada Alloh Swt agar diperkenankan mengunjungi Nabi Idris a.s. di dunia. Alloh Swt, mengabulkan permohonan Malaikat Izrail, maka turunlah ia ke dunia dengan menjelma sebagai seorang lelaki tampan, dan bertamu ke rumah Nabi Idris. "Assalamu'alaikum, yaa Nabi Alloh". Salam Malaikat Izrail,
"Wa'alaikum salam warahmatulloh" . Jawab Nabi Idris a.s. Beliau sama sekali tidak mengetahui, bahwa lelaki yang bertamu ke rumahnya itu adalah Malaikat Izrail.
Seperti tamu yang lain, Nab i Idris a.s. melayani Malaikat Izrail, dan ketika tiba saat berbuka puasa, Nabi Idris a.s. mengajaknya makan bersama, namun ditolak oleh Malaikat Izrail. Selesai berbuka puasa, seperti biasanya, Nabi Idris a.s mengkhususkan waktunya "menghadap" Alloh sampai keesokan harinya. Semua itu tidak lepas dari perhatian Malaikat Izrail. Juga ketika Nabi Idris terus-menerus berzikir dalam melakukan kesibukan sehari-harinya, dan hanya berbicara yang baik-baik saja. Pada suatu hari yang cerah, Nabi Idris a.s mengajak jalan-jalan "tamunya" itu ke sebuah perkebunan di mana pohon-pohonnya sedang berbuah, ranum dan menggiurkan. "Izinkanlah saya memetik buah-buahan ini untuk kita". pinta Malaikat Izrail (menguji Nabi Idris a.s). "Subhanalloh, (Maha Suci Alloh)" kata Nabi Idris a.s. "Kenapa?" Malaikat Izrail pura-pura terkejut. "Buah-buahan ini bukan milik kita" . Ungkap Nabi Idris a.s. Kemudian Beliau berkata: " Semalam anda menolak makanan yang halal, kini anda menginginkan makanan yang haram". Malaikat Izrail tidak menjawab. Nabi Idris a.s perhatikan wajah tamunya yang tidak merasa bersalah. Diam-diam beliau penasaran tentang tamu yang belum dikenalnya itu. Siapakah gerangan pikir Nabi Idris a.s.
" Siapakah engkau sebenarnya?" tanya Nabi Idris a.s. "Aku Malaikat Izrail". Jawab Malaikat Izrail. Nabi Idris a.s terkejut, hampir tak percaya, seketika tubuhnya bergetar tak berdaya. "Apakah kedatanganmu untuk mencabut nyawaku?" selidik Nabi Idris a.s serius. "Tidak" Senyum Malaikat Izrail penuh hormat.
"Atas izin Alloh, aku sekedar berziarah kepadamu". Jawab Malaikat Izrail. Nabi Idris manggut-manggut, beberapa lama kemudian beliau hanya terdiam. "Aku punya keinginan kepadamu". Tutur Nabi Idris a.s "Apa itu? Katakanlah!" . Jawab Malaikat Izrail. "Kumohon engkau bersedia mencabut nyawaku sekarang. Lalu mintalah kepada Alloh SWT untuk menghidupkanku kembali, agar bertambah rasa takutku kepada-Nya dan meningkatkan amal ibadahku" . Pinta Nabi Idris a.s. "Tanpa seizin Alloh, aku tak dapat melakukannya" , tolak Malaikat Izrail. Pada saat itu pula Alloh SWT memerintahkan Malaikat Izrail agar mengabulkan permintaan Nabi Idris a.s. Dengan izin Alloh Malaikat Izrail segera mencabut nyawa Nabi Idris a.s. sesudah itu beliau wafat. Malaikat Izrail menangis, memohonlah ia kepada Alloh SWT agar menghidupkan Nabi Idris a.s. kembali. Alloh mengabulkan permohonannya. Setelah dikabulkan Allah Nabi Idris a.s. hidup kembali.
"Bagaimanakah rasa mati itu, sahabatku? " Tanya Malaikat Izrail. "Seribu kali lebih sakit dari binatang hidup dikuliti". Jawab Nabi Idris a.s. "Caraku yang lemah lembut itu, baru kulakukan terhadapmu". Kata Malaikat Izrail. Masya Alloh, lemah-lembutnya Malaikat Maut (Izrail) itu terhadap Nabi Idris a.s. Bagaimanakah jika sakaratul maut itu, datang kepada kita? Siapkah kita untuk menghadapinya?
"Sebarkanlah walau hanya satu ayat"
|
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/82klek/trackback/57495 |
|
|
|
|
|
Learning
<b>82klek's......... |
2007/04/22 17:51
|
|
|
"Jika kau mau belajar untuk mencintai lebih baik, engkau harus memulainya dengan teman yang tidak kau sukai." (Nikka, 6 tahun). Seorang anak berumur 6 tahun bisa mengungkapkan pengertiannya tentang belajar mencintai seseorang dengan bahasa yang sederhana namun bermakna dalam. Seringkali kita mencintai seseorang karena kita menyukai apa yang ada pada dirinya. Pada saat kita dihadapkan suatu situasi yang begitu menyesakkan dan menekan kita, kita berbalik menyerang dan menuntut orang tersebut untuk melakukan apa yang kita suka. Itulah yang aku alami selama ini kepada seseorang yang aku cintai. Menuntut untuk dicintai ketimbang mencintai. Aku lupa, bahwa mencinta sifatnya aktif dan memberi, bukan pasif dan menerima terus. Seharusnya, pada saat aku berhadapan dengan situasi yang tidak aku sukai, sepantasnyalah aku berdiam diri, mencoba memakai sepatunya dan menyelami pribadinya: Kenapa dia begini? Ada apa sampai dia begitu? Saat aku temukan jawabannya, aku mengerti 'inilah yang harus aku lakukan baginya'. Karena kalau aku ada pada posisinya, tentunya aku harapkan pasanganku untuk mengerti dan membantunya. Bukan menuntut dan menyerang. Saat kita memberi diri untuk mencintai, kita mau berkorban, memberi tanpa menuntut balas, meyakinkan dirinya bahwa dia adalah pribadi yang berharga dan pantas untuk dicintai. Keberadaanku sebagai pendamping hatinya adalah untuk membantu membentuk karakternya menjadi seseorang yang lebih baik. Dan begitu juga sebaliknya. Semoga pelajaran yang kuterima hari ini terus tertulis di hatiku supaya aku tidak mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari. Saatku mencintai seseorang, yakinkan aku memberi diri dengan tulus. Amin. |
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/82klek/trackback/57494 |
|
|
|
|
|
Dewasa ?
<b>82klek's......... |
2007/04/20 21:36
|
|
|
Menjadi tua itu adalah pasti hukumnya, namun menjadi dewasa adalah suatu pilihan.
"Ada banyak cara menjadi dewasa,kadang begitu mudah semudah membaca buku dan menemukan kearifan di tiap lembarnya. Bahkan ada yang lebih mudah, seperti bercermin pada setiap kejadian yang terjadi pada orang lain. Tapi tidak jarang, kita harus menempuh jalan yang begitu berat untuk menjadi dewasa dan sadar. Kita mesti melewati sungai fitnah yang deras, kudu membelah rimba cobaan dengan kerja dan sabar, bahkan kita harus penuh luka sebelum akhirnya memetik hikmah dan menjadi dewasa. Ada yang berhasil, namun banyak pula yang gugur di tengah jalan." |
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/82klek/trackback/57493 |
|
|
|
|
|
Magic
<b>82klek's......... |
2007/03/21 22:22
|
|
|
Tidak kemana-mana
Tapi aku merasa dia ada dimana²
Dimana aku berada
|
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/82klek/trackback/57492 |
|
|
|
|
|
Mahalnya Otak Orang Indonesia
Uncategorized |
2007/03/17 10:59
|
|
|
Zaman sudah maju dan otak manusia sudah seperti prosesor komputer yang bisa diperjual belikan dengan bebas.. Di suatu pasar barang bekas : Pembeli : Bang, ini otak bekas orang mana ? Penjual : Oh, ini otak bagus.. Pinter-pinter. . Punya-nya orang Amerika.. Pembeli : Harganya berapa, Bang ? Penjual : Murah kok, cuma $20.000 Pembeli : Oo.. Kalo yang ditengah itu otak orang mana ? Penjual : Nah, itu otak dari Jepang.. Wuih kualitas bagus.. Emang sih agak mahal.. $30.000 lah.. Pembeli : Ah mahal Bang... Trus kalo yang otak di ujung itu dari mana Bang..? Penjual : Oh.. itu sih otak dari Indonesia .. Pembeli : Harganya berapa, Bang..? Murah ya..? Penjual : Enak aja.. Itu yang paling mahal tuh.. Harganya $50.000.. Pembeli : Gila bang.. Kok bisa-bisanya gitu mahal..? Penjual : Terang aja mahal, tuh otak 90% baru.. dulunya jarang dipake sama yang punya...hihihiihihihi
|
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/82klek/trackback/57491 |
|
|
|
|
|
confuse to ..
<b>82klek's......... |
2007/02/27 15:28
|
|
|
Nikmati aja
Entah kenapa, semua ini tidak bisa gw tahan untuk dipendam lagi sendiri. Kini, gw lampiaskan kesini pada orang2 di dunia maya ini yg sebagian hanya bertemu beberapa kali dengan gw. Jujur aja, gw dah gak tahan mendemnya lagi dan gw sadar bahwa tempat berkeluh kesah yang paling baik hanyalah padaNya. Namun seenggak2nya bisa ngurangin uneg2 gw. Karena Dia yg mengatur hidup, oleh Dia dan untuk kita, yg diciptakanNya.
Flashback,
Ketika selesaikan sekolah STM, gw langsung aja pergi merantau ke negeri orang yang lumayan jauh bagi gw. Kepergian gw karena sesuatu yg gak bisa membuat gw bisa bertahan di tempat asal gw, baik dari dalam diri maupun yg di luar diri gw. Walaupun sebenarnya gw dah punya sesuatu yg bisa gw andalkan secara terus menerus untuk ke depannya. untuk hidup gw...
Ya..., dengan kesendirian gw menghabiskan waktu tanpa dikelilingi orang2 terdekat, keluarga yg nun jauh di sana. tak bisa menghampiri gw dan melihat gw. Bg gw, tidak ada teman yang special, semua yang kenal dengan gw hanya sebatas teman biasa dan gw anggap semuanya sama. Kecuali satu disana, temen gw sepermainan seperantauan, namun akhirnya kami terpisah karena gw pergi ke ibukota yg kata org adalah kota terkejam, ibarat pepatah, "Sekejam2nya ibu tiri, lebih kejam ibukota..."
Beberapa tahun terus begitu dengan kesendirian tanpa ada yang memperhatikan dan membuat gw tersanjung dalam belaian orang yg gw sayangi. Walau cuman seminggu, tetes airmata hangatnya yg jatuh di pipi gw ketika gw tertidur dipangkuannya terus memompa hasrat gw n keyakinan gw untuk terus kembali berjuang...
Sampai sekarang udah berapa tahun berada di rantauan.....kalau boleh dibilang seneng, ya..seneng jua..kalau dibilang kesepian....ya kesepian juga.....
Sebenarnya, gw bersyukur bisa menginjakkan kaki ke negeri orang. Lumayan seru.....dan menantang sekali dalam hidup gw. Sejak gw kecil, begitu setiap lihat berita ataupun informasi tentang Jakarta melalui media apapun termasuk orang yg baru balik merantau atau sekedar pulang kampung dari ibukota, sedikitpun gw gak pernah ber-angan2 untuk pergi ke pulau ini. Namun, tanpa disangka entah kenapa gw berada di pulau ini. Entah apa yg menuntun dan membawa gw kesini. Selama disini, dimulailah gw yg hidup bener2 hidup yg penuh dengan terpaan kehidupan keras dengan jatuh bangun dari segala bidang dan sisi kehidupan gw, tanpa terkecuali ttg sang HATI.
Dipisahkan oleh lautan. rasa takut, penasaran, sedih, gembira, kesepian, cambur-baur lah semua perasaan itu menjadi satu dalam menjalani hari2. gw bisa.
Banyak yang dapat gw petik dari pengalaman2 yang gw alami dan jumpai. Sedikit banyaknya bisa membuat gw memahami dan menyelami hidup gw ini.
Kalau kita lihat di sekeliling kita, tumbuh-tumbuhan, pohon, tanah, hewan, sungai, gunung, dan lain sebagainya, semuanya dalam keteraturan cinta.
Di dalam perjalanan hidup gw, gw melihat kejadian yang menurut gw sangat baik untuk dijadikan pelajaran. seekor kupu-kupu, datang menghampiri sekuntum bunga mawar yang indah, kupu-kupu itu menghampiri dengan pelan serta kelembutan menyapa sekuntum mawar itu. apa yang terjadi, mawar itu seakan-akan merekah menerima kedatangan kupu-kupu, menunjukkan bahwa dia menerima dengan hangat penuh mesra.
Ternyata alam disekeliling kita dialiri aura cinta yang begitu mendalam, tanpa imbalan apapun. tapi manusia, apakah bisa seperti itu?
Ini sebuah pertanyaan bagi diri gw, sebenarnya manusia bisa seperti alam di sekeliling kita, bahkan lebih dari itu. cinta memang membuat semua ciptaan Tuhan saling menggairahkan untuk saling memberi dan menerima satu sama lain.
==========================================================
"Di dunia ini memang banyak sekali rahasia Tuhan yang tidak dimengerti oleh manusia lemah seperti diriku............................................ Di dunia ini banyak sekali hal-hal misterius. Masalah hidayah dan iman adalah masalah misterius."
==========================================================
Gw kutip "sepenggal" kata itu tadi dari blog seseorang. Jujur aja, tersentak dan termangu gw membaca "kutipan" di atas.
==========================================================
Dalem yach... dan memang itu yg terjadi pada diri gw. Sejak mengenal seseorang, gw berusaha lari dari org itu karena banyak hal, dalam banyaknya perbedaan ditemukan banyaknya kecocokan, saling mengerti, memahami, berbagi. All about this life i can share be with her. Yeah i know, so wonderfull to knowing her, for me.
Ada seseorang yang sejiwa ama gw, sehati, seperasaan, 1 badan ama gw, sebathin ama gw, sepikiran ama gw, sesakit gw, marah gw.... semuanya satu di badan gw. (lebih tepatnya apa yg dia rasakan juga gw rasakan secara bersamaan).
Misterius, yeah sangat misterius, entah apa rahasia yang disembunyikan oleh Allah dari hidup gw.
|
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/82klek/trackback/57490 |
|
|
|
|
|
Tentang Rindu
<b>82klek's......... |
2007/02/20 16:54
|
|
|
Ketika jarak, waktu dan rantai kewajiban mengikat kaki hati, maka rindu menjadi terpenjara pada dinding kenyataan yang tak teraba oleh mata telanjang. Rasa yang menjambak seakan memberontak merontokkan pelapis dada maupun tulang pelindung kepala. Sesederhana itukah cinta, ketika rindu menjadi raja penguasa dari keterasingan ditengah keriuhan alam peradaban umat manusia. Dua hati, dua manusia memuja rasa hanya melewati angin yang menerobos melalui kisi kisi ruang fikiran.
Betapa perkasanya cinta, yang sanggup mengombang ambingkan rasa dan menjadikan bumi fikiran menjadi gelap tak teraba. Betapa mahalnya sentuhan dan tatapan mata ketika ratusan kilometer mengangkangi keberadaan dua jiwa yang merana mencari penebusan atas hausnya kebersamaan. Sepenggal kata yang terkirim lewat pesan ajaib yang meluncur cepat melintasi bukit dan lautan memaparkan betapa dalamnya rasa rindu memperkosa hati. Kemeranaan yang mempertegas bahwa kesendirian adalah milik yang sejati.
Angan mengalir bagaikan air, mengangkuti rindu dari tempatnya yang kosong tak menemukan sambutan. Apa lagi yang hendak dinyatakan jika tidak satupun kata sanggup mengulas rindu yang menggelembung menerbangkan isi dada dan isi kepala. Arus yang mengalir mencari penebusan terkadang mendobrak segala ketidak mungkinan menjadi sesuatu yang sederhana, sesuatu yang tak memiliki resiko kerusakan apapun.
Merindukan seseorang adalah merindukan keseluruhan kebersamaan dan menghitung setiap detiknya menjadi penuh makna. Ketika waktu kemudian dengan keperkasaannya memutus kebersamaan, yang tersisa adalah luka menganga dari dua hati yang saling menjauh dan meninggalkan kebersamaan. Luka yang di kelak kemudian hari akan menjadi indah, manis ketika diletakkan di lemari kenangan dalam hati maupun ingatan. Luka yang kemudian membujuk hati maupun fikiran untuk mempertanyakan kapan luka baru yang serupa akan terjadi lagi, kapan setiap sentuhan menjadi benturan dua magnet bagi hati yang mendamba…
Perjalanan membawa badan melintasi jarak dalam kecepatan tinggi, menghamburkan angan yang tercecer pada setiap pohon yang seolah berlari menjauh, tercecer pada sederet bangku peron yang letih menunggui jejak kaki. Jarak ini mengunci gerak, kecuali hati yang bebas menari di langit angan angan bagaikan kupu kupu kehilangan pasangan. Ada pedih yang menteteskan peluh di setiap sisi tajam nyarindu, pedih yang mengandungkan kesejukan akan indahnya rasa. Pedih nan tak sia sia sebab hati tahu kemana rindu dialamatkan, ke tempat satu lubuk hati dimana hati tenteram terlindungi, dimana setiap detik terbagi penuh makna. Rindu yang tak pura pura, ia datang dari pendalaman rasa, biarpun sekedar ingin menukik dan menyelam di kolam hati pujaan. Tak ada yang apapun yang bisa menghalangi datangnya rindu, meskipun aturan peradaban sekalipun.
Dan bahagialah mereka, yang memiliki rindu yang mengalir tanpa henti, tiap waktu…
|
|
|
| Trackback Address :: http://www.blogboleh.com/82klek/trackback/57489 |
|
| |