Hot!

Other News

More news for your entertainment

Apa yang dilakukan orang berfilsafat

Apa yang dilakukan orang berfilsafat, pertanyaan tersebut sangat tepat bagi mereka yang mencari makna dan definisi tentang seluk beluk filsafat. baca juga : pengertian filsafat, filsafat dari berbagai aspek.
Apa yang dilakukan orang berfilsafat
Apa yang dilakukan orang berfilsafat foto:frewaremini.com
Berfilsafat menggunakan berbagai cara pemikiran :
  1. Berfikir teoretik (contoh terjadinya gerhana)
  2. Berfikir kritik (contoh tidak bisa menerima suatu hal yang diluar akal)
  3. Berfikir mendalam (contoh memikirkan sebab terjadinya kecelakaan)
  4. Berfikir menyeluruh (contoh memikirkan alam semesta, kebahagiaan)
  5. Rasional 
  6. Mendasar
  7. Bebas
Apa yang difilsafatkan :
  • Filsafat membahas sesuatu yang benar-benar dapat ditangkap oleh indra, dilihat, diraba, dirasa, dll 
  • Membahas tentang Ada tetapi tidak bisa ditangkap mata
  • Ada yang hanya ditangkap oleh pikiran (konsep)
  • Bersifat kemungkinan ada (makhluk ruang angkasa)
Tujuan orang berfilsafat :
ada dua tujuan orang berfilsafat, yaitu Tujuan subjektif yang berarti dia berfilsafat untuk dirinya sendiri dan tujuan objektif yang berarti untuk diri sendiri dan dengan pemikirannya tersebut dia mempengaruhi orang banyak.

Bagaimana berfikir berfilsafat :
berfikir berfilsafat dimulai dari ketidaktahuan, ketidakmengertian, keraguan, dll sebagai contoh mengapa seseorang dinamakan manusia atau seperti apakah manusia yang bahagia, Sigmund freud mengatakan segala perbuatan manusia itu hakikatnya untuk memenuhi kebutuhan, dorongan, nafsu seksual.

diambil dari buku Filsafat Pendidikan oleh Dr. Soegiyono
itulah uraian singkat tentang apa yang dilakukan orang berfilsafat, dan tentang cara berfikir lainnya. semoga bermanfaat

Pengertian Filsafat Menurut para Filosof Terkenal

Tulisan kali ini merupakan postingan lanjutan dari pengertian Filsafat dari berbagai aspek. yang mana tulisan sebelumnya hanya membahas dari asal kata, dan kali ini dari beberapa para filosof terkenal di dunia maupun di Indonesia khususnya. seperti yang kita ketahui bahwa Filsafat ini adalah ilmu yang sangat luas, sehingga untuk membahas berbagai kajian filsafat tersebut dibutuhkan waktu yang panjang,
Pengertian Filsafat Menurut para Filosof
Aristoteles merupakan salah satu ahli filsafat dunia
sehingga dalam blog ini saya fokuskan untuk membahas filsafat pendidikan saja. mungkin lain waktu kita juga akan membahas filsafat lainnya, seperti filsafat murni dan filsafat islam.

Pengertian Filsafat Menurut para Filosof Terkenal

banyak para ahli filsafat mendefinisikan berbagai makna filsafat menurut mereka, berikut kami bagikan dari beberapa ahli yang bisa dijadikan referensi atau rujukan dalam materi pembuatan makalah ataupun artikel tentang filsafat :
  1. Menurut Plato, Filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran asli.
  2. Menurut Aristoteles, Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang tergabung di dalamnya, seperti metafisika, logika, retorika, ekonomi, politik, dan estetika.
  3. menurut Bernard Russel, The attents to answer ultimate question critically.
  4. menurut William James, a collective name for question which have not answered to the satisfaction of all have asked them.
  5. sedangkan menurut Al-Farabi memaknai filsafat sebagai pengetahuan tentang hakikat yang sebenarnya.
  6. Immanuel Kant memaknai filsafat sebagai pengetahuan yang menjadi pangkal pokok segala pengetahuan yang tercakup di dalamnya, seperti (metafisika) apa yang dapat diketahui, (etika) apa yang seharusnya diketahui, (agama) sampai di mana harapan kita, (antropologi) apa itu manusia.

Pengertian Filsafat menurut ahli filsafat dari Indonesia

selain dari beberapa filosof terkenal di atas, ada juga beberapa ahli filsafat di Indonesia yang mendefinisikan filsafat dengan beragam pengertian, seperti :
  1. Prof. Ir. Poedjawijatna, Filsafat adalah ingin mengerti dengan mendalam, atau cinta pada kebenaran.
  2. Hasbullah Bakry, Filsafat adalah sejenis pengetahuan yang menyelidiki segala sesuatu secara mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta, dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan bagaimana hakikatnya, sejauh yang dapat dicapai manusia, dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah mencapai pengetahuan.
selanjutnya kita akan membahas tentang pemaduan arti filsafat, yang akan menerangkan tentang wujud filsafat, tujuannya, lingkup, objek, kegiatan dan hasil filsafat, artikel ini dikutip dari buku Filsafat Pendidikan, teori dan praktik oleh Drs. H. Soegiono, M.M dan Dr. Tamsil Muis halaman 5-6 cetakan remaja rosdakarya. semoga artikel tentang Pengertian Filsafat Menurut para Filosof Terkenal bermanfaat. Salam

Memahami Pengertian Filsafat dari berbagai aspek

Muxika.info - Memahami Pengertian Filsafat dari berbagai aspek merupakan judul yang akan saya bahas pada postingan kali ini, beberapa lama vakum dan lebih banyak mengisi blog dengan berbagai postingan review maupun placement content dan sangat jarang saya mengisi blog dengan materi yang berisi dengan pendidikan, seperti dulu adanya.

Pengertian Filsafat dari berbagai aspek
Memahami Filsafat dari berbagai aspek foto:okezone.com
Baiklah tak perlu kita berpanjang lebar, kali ini saya ingin membahas filsafat yaitu suatu kajian tentang pemikiran yang mendalam yang biasanya mengisi hari-hari kita tetapi tanpa kita sadari dan ketahui bahwa kita sendiri ternyata telah banyak berfilsafat. ada beberapa point penting dalam memahami filsafat: (klik tautan untuk membaca selanjutnya)
  1. pengertian filsafat menurut asal kata dari berbagai bahasa
  2. pengertian filsafat dari para filosof terkenal
  3. pengertian filsafat berdasarkan analisis sasaran, proses dan tujuan orang berfilsafat
  4. pengertian filsafat dari tokoh-tokoh masyarakat yang dianggap pakar filsafat
  5. pengertian filsafat yang dikemukakan penulis buku filsafat yang cukup terkenal
  6. pengertian filsafat hasil kolaborasi berbagai pendapat yang ada. (soegiono:2012,4)
dari beberapa point pengertian filsafat di atas, mari kita membahas dan memahami Memahami Pengertian Filsafat dari berbagai aspek.

1. Filsafat ditinjau dari asal kata

Filsafat berasal dari bahasa Arab yaitu falsafah yang dikaitkan dengan kata Sofiah yang berarti bijaksana dan dari kata Sufi yang berarti ahli berfilsafat. kemudian dari Eropa filsafat juga mempunyai istilah yang berbeda, dari bahasa latin atau Yunani, Filsafat merupakan penyatuan dua kata yaitu Philo dan Sophia, Philo berarti teman, atau sahabat sedangkan Sophia juga berarti bijaksana. itu kalau filsafat ditinjau dari segi bahasa, tetapi ada juga yang berpendapat bahwa sebenarnya filsafat bukanlah kebijaksanaan, tetapi adalah kebenaran, sehingga kata filsafat bisa diartikan sebagai cinta kebenaran. 

Kalau dilihat dari arti yang implisit maka filsafat mengandung makna adanya keinginan orang untuk berfilsafat yaitu makna tentang menjunjung tinggi kebenaran atau kebijaksanaan, yaitu agar manusia dapat hidup damai, baik bagi dirinya maupun hidup bersama orang lain.

Kemudian muncul lagi persoalan lain, yaitu apa yang dimaksud dengan kebenaran atau kebijaksanaan dalam konteks filsafat. lepas dari arti kedua kata tersebut bahwa filsafat mengandung misi moral. suatu pedoman hidup yang baik untuk dipedomani sehingga tidak salah kalau ditinjau dari segi makna arti kata filsafat berarti senang atau cinta kebijaksanaan. (soegiono:2012,5)

dikutip dari buku Filsafat Pendidikan, teori dan praktik oleh Drs. H. Soegiono, M.M dan Dr. Tamsil Muis
untuk aspek-aspek pengertian filsafat yang lain akan kita bahas pada postingan selanjutnya, sementara memahami pengertian filsafat dari berbagai aspek kita tutup dulu.
Wassalam

Penilaian Portofolio dalam Evaluasi Hasil Belajar

Penilaian Portofolio merupakan salah satu bentuk penilaian dalam evaluasi pendidikan, penilaian ini merupakan jenis penilaian non tes yaitu cara menilainya dengan menghitung atau menilai peserta didik melalui berbagai kegiatan yang telah dijalaninya, atau menilai dari berbagai tugas portofolio semacam koleksi ataupun tugas yang bersifat mengumpulkan, seperti dalam pengertian singkatnya tentang portofolio, contoh penilaian portofolio ini banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti suatu checklist kegiatan ibadah anak dalam sebulan di bulan Ramadhan, anak-anak harus mengisi list setiap dia selesai sholat 5 waktu, kemudian dia puasa, dan berbagai isian list lainnya, contoh yang lain dari penilaian portofolio seperti tugas siswa membuat kliping dari sebuah peta dunia, kemudian siswa mengatur secara teratur dari peta amerika, asia, afrika dan belahan dunia lainnya.

tujuan Penilaian Portofolio
ilustrasi penilaian portofolio foto:pendidikanumum.com

Depdiknas menegaskan bahwa tujuan portofolio adalah

•    Memperlihatkan perkembangan pemikiran
•    Menunjukkan suatu pemahaman dari konsep, topik dan isu
•    Mendemonstrasikan perbedaan bakat
•    Mendemonstrasikan kemampuan untuk berkreasi
•    Mendokumentasikan kegiatan selama periode waktu
•    Mendemonstrasikan kemampuan karya seni
•    Mendemonstrasikan  kemampuan mengintegrasikan teori dan praktik
•    Merefleksikan nilai-nilai individual atau pandangan secara lebih luas

Contoh portofolio
Hasil proyek penyelidikan
Hasil kerja siswa dengan menggunakan alat rekam
Gambar atau laporan hasil pengamatan
Deskripsi atau diagram pemecahan suatu masalah
Laporan kerja kelompok
Laporan tentang sikap siswa terhadap pelajaran
Penghargaan tertulis
Hasil karya berupa tulisan atau ringkasan

Prinsip penilaian portofolio
Mutual trust (saling mempercayai)
Confidentiality (kerahasiaan bersama)
Joint ownership (milik bersama)
Satisfaction (kepuasan)
Relevance (kesesuaian)
Penciptaan budaya mengajar
Refleksi bersama
Proses dan hasil

Jenis penilaian portofolio

Dilihat dari Jumlah peserta didik :
•    Perorangan
•    Kelompok

Dilihat dari sistemnya
•    Portofolio proses
•    Portofolio produk

Penilaian penampilan
Penilaian Portofolio
Penilaian Penampilan Portofolio



Lembar Penilaian dokumen
Lembar Penilaian Dokumen Portofolio

sumber Referensi tentang penilaian portofolio :
Sigit Pramono, Panduan Evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar. Diva Press: Jogjakarta, 2014.

Panduan Membuat Instrumen Penilaian Sikap

Kegiatan belajar mengajar tidak terlepas dari 3 ranah kemampuan anak didik : kognitif, afektif, dan psikomotorik. proses belajar mengajar dalam kurikulum 2013 sangat menekankan pembentukan karakter anak yang memuat semua aspek kemampuan tersebut.

sehingga sekarang ini, berbagai teknik penilaian digunakan untuk melihat bagaimana kemampuan anak dari ketiga ranah tersebut, tetapi berbagai tes penilaian hanya bisa mengetahui sisi kognitif anak, sedangkan sisi afektifnya masih terasa kurang.


untuk itulah penilaian afektif (sikap) ini mulai digunakan untuk terbentuknya karakter anak yang lebih baik.
cara Membuat Instrumen Penilaian Sikap
Panduan Membuat Instrumen Penilaian Sikap

Apa itu Penilaian Sikap?

penilaian sikap merupakan salah satu cara menilai anak didik dengan cara mengamati sikapnya, ada beberapa objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran :

  • bagaimana Sikap siswa terhadap materi pelajaran

  • bagaimana Sikap siswa terhadap guru ataupun pengajar

  • Sikap siswa terhadap proses pembelajaran

  • Sikap siswa berkaitan dengan nilai-nilai atau norma-norma tertentu berhubungan dengan suatu materi pelajaran

  • Sikap-sikap lain yang dimuat dalam tujuan pendidikan, baca juga tentang perencanaan evaluasi : tujuan penilaian

Teknik Penilaian Sikap

  1. Observasi perilaku siswa, Guru melakukan observasi siswa, cara lain bisa dengan menggunakan instrumen membuat buku catatan harian siswa

  2. Melalui laporan pribadi, misalnya siswa diminta membuat ulasan tentang berita terbaru yang ada

  3. Pertanyaan langsung

  4. Skala Sikap

instrumen membuat skala sikap
Pedoman Penskoran Skala Sikap

dalam melakuka penilaian skala sikap, kita tidak bisa menilai seperti tes objektik, sikap mempunyai cakupan yang luas, diperlukan berbagai dimensi yang menjadi indikator, sehingga memudahkan kita dalam menilai siswa.

Deskripsi Penetapan Skor Sikap

untuk mengetahui berbagai instrumen penilaian sikap, ada indikator-indikator yang harus diperhatikan dalam menilainya, silahkan download indikator instrumen penilaian sikap di sini, sumber otoseven.wordpress.com dengan tabel Depdiknas.

Tabel Daftar Penilaian Sikap

berikut ini contoh daftar penilaian sikap anak, ada 10 indikator, bisa dikembangkan tergantung kebutuhan dalam mengamati sikap dan tingkah laku anak didik.

dengan teknik penilaiannya :



Sumber buku : Sigit Pramono, Panduan Evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar. Diva Press: Jogjakarta, 2014. hlm. 131-148

cara membantu siswa mengelola mentalnya saat ujian

cara membantu siswa mengelola mentalnya saat ujian - dalam ujian siswa terkadang merasakan lelah, capek, hingga sakit, maka ada beberapa tips dari alice victors dalam membantu anak agar selalu bersemangat ketika masa-masa ujian. berikut tipsnya :
foto:bidanku.com

1. Jangan diam


Sebagai guru, Anda tahu bahwa siswa Anda mengekspresikan diri mereka dengan cara yang berbeda. Berbicara tentang mental mereka tidak berbeda dengan hal lainnya, jadi jangan abaikan komentar dari mereka, singkatnya, bahkan jika sesuatu tampaknya seperti agak malu di kelas. Setiap orang memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda, dan ketika kita mengabaikan apapun keluhan dari mereka maka itu bisa jadi masalah terbesar.
Jangan diam tentang hal itu, berdialog dengan anak tentang keluhan mereka.  sebuah hal kecil seperti bersimpatik dengan keluhannya mungkin mendorong mereka untuk berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih dalam.

2. Jadilah Terbuka


sangat jelas bahwa siswa menghormati Anda dan bahwa Anda mempertahankan senuah hubungan yang profesional. Namun, ketika berbicara tentang stres dan kesehatan mental, hal ini mengingatkan bahwa kita semua manusia. Berinteraksi dengan siswa seperti yang Anda lakukan dengan orang lain, dengan orang lebih tua, karena anda seumuran. tetapi Hindarilah menjadi seseorang yang merendahkan orang lain, meskipun dia anak kecil.

tanamkan pada diri kita sesuatu yang paling bermanfaat bagi saya selama waktu ujian adalah untuk mendengarkan kejujuran dan bisa juga kita berbagi dengan orang lain untuk mendapatkan masukan. sebuah contoh ketika dalam tekanan atau stres dan kita sedang down, maka berbagi dengan rekan-rekan saya dan dari orang-orang yang lebih dewasa kita bisa belajar.  Ini akan membantu kita untuk mengetahui bahwa aku tidak sendirian.

3. Jangan terlalu banyak memberikan tekanan pada anak


ketika saya pergi ke sebuah sekolah yang terkenal karena reputasi akademisnya. seluruh waktu saya di sana, saya merasa tekanan yang besar agar bisa melebihi harapan dari orang tua dan guru saya, dan hidup dengan berusaha mencapai keberhasilan. para siswa sangat peduli tentang masa depannya dan ingin melakukannya dengan baik di sekolah maupun di luar sekolah. Mereka memberikan tekanan yang cukup pada diri mereka sendiri, tanpa adanya tekanan dari orang lain.

4. memberikan dukungan yang praktis


Sangat penting untuk mengetahui ketegangan siswa ketika masa ujian, namun dukungan praktis hanya sebagai signifikan. Ketika saya sedang stres dalam ujian, hal yang paling sulit bagi saya adalah menemukan strategi sehari-hari untuk membantu saya mengatasi tekanan. tetapi saya menemukan taktik yang sangat jitu adalah:

  • merencanakan waktu yang pas untuk memperbaiki, aku merasa banyak hal yang harus dilakukan untuk memperbaiki.

  • Belajar untuk memiliki keyakinan pada kemampuan saya sendiri dan menargetkan revisi dimana tempatnya. Hal ini mungkin terdengar mudah, tetapi bisa jadi sulit ketika menerima hal-hal yang buruk, bahkan sulit untuk menempatkan waktu dan usaha dalam mendapatkan yang lebih baik dari pada mereka.

  • selain itu juga fokus dalam memperbaiki di bagian mana maka akan mengurangi tingkat stress kita. memang sebagai anak muda, kita akan terpengaruh oleh media sosial sehingga fokus kita akan berkurang.

5. Mendorong siswa agar mereka melebihi kemampuannya.


banyak teman-teman kita bahkan saya sendiri merasa stress dengan ujian, tetapi kita kembali lagi memfokuskan diri dan menjauhkan diri dari dunia luar maka kita akan bisa lebih baik.

kita bukanlah satu-satunya orang yang bisa mendukung siswa kita, banyak peran dari orang lain seperti orang tua, teman dan dokter kalau perlu. jika kita melihat siswa minta bantuan, maka secepatnya lah kita membantu mereka, di bagian mana yang mereka butuhkan.

sumber asli http://www.theguardian.com/teacher-network/2016/apr/17/help-students-manage-mental-health-exams

pendekatan dan jenis penelitian pada Bab 3

Pendekatan dan Jenis Penelitian - Point ini adalah point yang menjelaskan tentang penelitian tersebut menggunakan pendekatan apa, kemudian dengan jenis penelitian apa, karena pendekatan penelitian itu sangat banyak, seperti kuantitatif, kualitatif, penelitian literatur atau pustaka, dan lainnya, kemudian jenisnya yang bermacam-macam, ada yang deskriptif atau menggambarkan, ada yang PTK, ada yang eksperimen, atau juga pengembangan materi, dan lainnya. berikut contoh isi bab 3 pada point pendekatan dan jenis penelitian.
pendekatan dan jenis penelitian pada Bab 3 skripsi tesis
Pendekatan dan Jenis Penelitian pada Bab 3

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif.
Moleong mengungkapkan bahwa penelitian kualitatif merupakan penelitian yang didasarkan pada upaya membangun pandangan mereka yang diteliti secara rinci, dibentuk dengan kata-kata, gambaran holistic dan rumit. Definisi ini lebih melihat perspektif emik dalam penelitian yaitu memandang sesuatu upaya membangun pandangan subjek penelitian yang rinci yang dibentuk dengan kata-kata, gambaran holistic dan rumit.

Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Dalam arti penelitian difokuskan pada satu fenomena saja yang dipilih dan ingin dipahami secara mendalam, dengan mengabaikan fenomena-fenomena lainnya. Satu fenomena tersebut bisa berupa seorang pimpinan, sekolah atau pimpinan pendidikan, sekelompok siswa, suatu program, suatu proses, satu penerapan kebijakan, atau satu konsep, dan pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan multi situs karena meneliti pada dua sekolah, meskipun latar sekolah ini berbeda yaitu SDI dan MI, tetapi peneliti hanya meneliti satu fenomena saja, yaitu tentang membaca Al-Qur’an anak di kedua sekolah tersebut.

contoh di atas adalah penulisan dalam pendekatan dan jenis penelitian pada bab 3 metodologi penelitian skripsi dan tesis, meskipun banyak yang mengartikan pendekatan dan jenis penelitian yang berbeda beda, tetapi yang terpenting adalah tergantung bagaimana saran dari dosen pembimbing anda. karena salah satu kunci kesuksesan dalam menyelesaikan skripsi dan tesis anda adalah hubungan yang baik dengan dosen pembimbing.

Cara Membuat Kajian Pustaka

Kajian pustaka merupakan bagian penting dalam Bab 2 skripsi maupun tesis, mengapa kajian pustaka penting? karena kajian pustaka adalah point utama yang mengisi dalam bab 2, bahkan kajian pustaka ini halamannya banyak sehingga merupakan satu faktor untuk mempertebal skripsi dan tesis anda.
kajian pustaka bab 2
Kajian pustaka yang baik
kajian pustaka juga bagian untuk memperkaya sebuah skripsi dan tesis, karena dalam kajian pustaka seorang peneliti akan menggambarkan isi dari penelitiannya, dengan memasukkan berbagai sumber yang teruji validitas dan reliabilitasnya, sehingga dalam skripsi jenis penelitian library research atau penelitian pustaka maka pada bagian ini adalah bagian dia dalam mengupas isi teorinya dan menganalisisnya sehingga didapatkanlah hasil penelitiannya, tetapi dalam postingan kali ini kita hanya akan membahas kajian pustaka dalam jenis penelitian kualitatif saja.

Cara Membuat Kajian Pustaka

ada banyak cara dalam merumuskan bagaimana kajian pustaka yang baik, tentunya adalah harus bersesuaian dengan judul penelitian, atau bagaimana hubungannya dengan rumusan masalah penelitian. karena sebuah kajian pustaka yang baik adalah yang memiliki keterkaitan yang tinggi dalam penelitiannya, banyak orang yang terkecoh dalam memasukkan isi teori dalam kajian pustaka bab 2 ini, karena mereka hanya memasukkan bagian yang terkait tetapi secara umum saja, dan bagian khususnya kurang mengena. mari kita lihat cara membuat kajian pustaka yang baik :

  1. Rumuskan point-point dari umum ke khusus
Membuat point-point ini seperti kita membuat kerangka sebuah karangan, jadi rumuskan point-point ini secara lebih terperinci, sehingga kajian pustaka bab 2 ini menjadi lebih berbobot, bahkan bagi para pembaca skripsi maupun tesis anda akan merasa terbawa arus penelitian anda, dalam artian bahwa dia akan melihat dan mengikuti anda bagaimana cara menyusun skripsi dan tesis yang baik.

contoh point-point kajian pustaka yang baik, kita akan mengambil sebuah judul skripsi pembentukan karakter rasa ingin tahu siswa.

  1. Definisi karakter

  2. Karakter rasa ingin tahu

  3. Pembentukan karakter rasa ingin tahu di sekolah dan di rumah

  4. Dasar pembentukan karakter rasa ingin tahu

  5. Strategi membentuk karakter rasa ingin tahu

  6. Faktor-faktor yang membentuk karakter rasa ingin tahu.

dari enam point di atas, bisa kita analisis bahwa perumusan kajian pustaka yang baik dimulai dari umum ke khusus, bagian umumnya adalah tentang karakter sedangkan bagian khususnya adalah karakter rasa ingin tahu.

2. membuat kajian pustaka agar terhindar dari plagiat
plagiasi merupakan momok yang menakutkan dalam sebuah penelitian, sehingga hal tersebut harus dihindari oleh para peneliti, mengapa demikian, banyak kasus gara-gara plagiasi ini, sanksinya bahkan berupa pencopotan gelar akademik yang didapatkan bertahun-tahun hanya karena ada bagian plagiasi yang dilaporkan oleh seseorang yang tidak terima hasil penelitiannya diplagiasi. sebenarnya apa sih plagiasi itu? plagiasi merupakan sebuah kegiatan copy paste tanpa menyebutkan sumbernya sehingga sebuah karya seseorang diambil dan diakui.

sebenarnya bukanlah niat seseorang untuk melakukan plagiasi, dia hanya tidak sadar bahwa yang dia lakukan adalah kegiatan plagiat, sehingga bagian plagiat inilah yang menjadi bomerang bagi kehancurannya di masa yang akan datang.

Beberapa cara untuk menghindari plagiasi :

  1. memasukkan footnote atau endnote setiap akhir paragraf atau dua baris paragraf yang kita kutip.

  2. kalau kutipannya langsung, artinya tidak ada bagian yang dirubah maka penulisannya adalah satu spasi dengan menjorok kedalam, dan tetap mencantumkan sumber

  3. dalam mengutip teori orang lain kita harus menyesuaikan isinya dengan penelitian kita, sehingga isi kajian pustaka tersebut bersesuaian, dan juga mencantumkan sumbernya.
jadi intinya dalam penulisan bab 2 atau kajian pustaka adalah kita harus menghidari kegiatan plagiat atau plagiasi dengan cara mencantumkan sumbernya setiap dua paragraf. sehingga penulisan karya ilmiah kita berupa skripsi maupun tesis terhindar dari yang namanya plagiat.

Teknik penulisan bab 1 pada skripsi dan tesis

Teknik penulisan bab 1 pada skripsi dan tesis - Cara penulisan bab 1 pada skripsi dan tesis ada beberapa prosedur penulisan dalam sebuah bab 1 atau bab pertama skripsi dan tesis, dalam penulisannya ada perbedaan, khususnya yang membedakan adalah pada jenis penelitiannya yaitu kualitatif atau kuantitatif, untuk skripsi tesis yang berjenis kualitatif ada beberapa hal yang
membedakannya, meskipun hanya judul pointnya saja, tetapi dalam isi point tersebut sama saja dengan kuantitatif. bab 1 yang berisi judul pendahuluan ini ada beberapa point penting dalam penulisan bab 1 atau bab pertama dalam skripsi kualitatif, yaitu :
teknik penulisan bab 1
teknik penulisan bab 1
 Latar belakang atau konteks penelitian

beberapa kampus berbeda dalam menamakan point latar belakang ini, seperti konteks penelitian, jadi ikutilah buku petunjuk penulisan skripsi tesis pada masing masing kampus. latar belakang ini berisi tentang uraian atau gambaran umum secara singkat bagaimana sebuah penelitian akan dipaparkan, dengan berisi berbagai teori, fakta lapangan, dan juga hasil observasi awal peneliti atau penulis. selengkapnya bisa anda baca di latar belakang penelitian.

Rumusan masalah atau fokus penelitian
pada point ini berisi tentang beberapa pertanyaan yang merumuskan masalah dalam penelitian tersebut, atau lebih memfokuskan penelitian tersebut untuk apa, selengkapnya bisa anda baca di Rumusan Masalah penelitian

Tujuan penelitian
point tujuan penelitian ini sebenarnya hanya menjelaskan dari rumusan masalah tersebut, sedangkan penulisannya pun cukup simple, tinggal hapus kalimat tanya pada rumusan masalah yang ada, misalnya sebuah rumusan masalah adalah bagaimana cara membentuk karakter anak, maka dalam tujuan penulisan tinggal hapus kalimat tanya "bagaimana" dan ditambah dengan kalimat mendeskripsikan secara detail tentang cara membentuk karakter anak, ini contoh tujuan penelitian untuk skripsi kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
manfaat penelitian
dalam point manfaat penelitian ini ada dua jenis, yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis, untuk manfaat teoritis berisi tentang apa saja manfaat yang didapatkan bagi peneliti, instansi terkait, peneliti selanjutnya dan pihak lainnya. sedangkan manfaat praktis berisi tentang apa yang ingin dicapai dalam penelitian, atau semacam hipotesa atau dugaan sementara tentang hasil dari penelitian tersebut, lebih lanjut bisa anda baca contoh manfaat penelitian.

orisinalitas penelitian
point orisinalitas penelitian ini adalah point yang berisi tentang perbandingan skripsi tesis kita dengan orang lain yang jenis dan bentuk penelitiannya ada kesamaan, bisa subjek penelitian atau objek penelitian, dan hal apa saja yang membedakannya dengan penelitian orang lain, lebih lanjut bisa baca di orisinalitas penelitian.

definisi istilah
dalam point definisi istilah ini hanyalah menjelaskan secara detail atau memfokuskan penelitian kita untuk apa, jadi dalam definisi istilah skripsi dan tesis ini akan menggambarkan atau menjelaskan judul penelitian kita, alias menjelaskan judul skripsi dan tesis kita secara lebih detail.

sistematika penulisan
point terakhir ini yaitu point sistematika penulisan berisi tentang penjelasan bab-bab yang akan ditulis atau dibahas dalam penelitiannya, seperti bab 1 isinya ..... bab 2 isinya ..... bab 3 isinya..... dan seterusnya, lebih lanjut coba anda baca di sistematika penulisan

berikut penjelasan tentang teknik penulisan bab 1 pada skripsi dan tesis. untuk pertanyaan ataupun ada hal kurang jelas silahkan ditanyakan pada kolom komentar dibawah.
semoga bermanfaat.

Cara membuat soal essay atau soal uraian

Panduan membuat soal uraian -cara membuat soal essay atau soal uraian lengkap dengan rumus menghitung soal essay dan pedoman penskoran soal essay atau uraian.
cara membuat soal essay atau soal uraian terbatas dan tidak
cara membuat soal essay atau soal uraian

Tes uraian adalah tes yang mengedepankan nilai subjektivitas peserta didik. Tes uraian menuntut peserta didik untuk mengorganisir gagasan, menuangkan, mengekspresikan, dan menganalisis dalam bentuk tulisan.
Dalam tes uraian, siswa memilih, merespon dan menjawab pertanyaan.

Cocok untuk mata pelajaran : IPS, MTK, Sains.
Beberapa kemampuan yang dapat diukur :

  • Menyeleksi

  • Mengorganisasi

  • Menginterpretasi

  • Menghubungkan

  • Mengevaluasi

  • Menganalisis

  • Membandingkan

  • Menjelaskan hubungan sebab akibat

  • Mendeskripsikan aplikasi

  • Memberikan argumen yang relevan

  • Memformulasikan hipotesa

Selain dari hal tersebut, tes uraian juga dapat mengukur kemampuan menulis peserta didik, tidak semua peserta didik dapat menulis ide dan gagasan yang baik.

Jenis tes uraian

1. tes uraian terbatas
Bentuk soal yang mempunyai butir-butir soalnya mempunyai jawaban yang lebih pasti, bagi guru apakah soal yang dibuat sesuai dengan aturan atau tidak.

Contoh soal MTK
Sebuah bak penampung air berbentuk balok dengan ukuran 150 cm, lebar 80 cm, dan tinggi 75 cm, mampu menampung berapa liter kah penampungan tersebut?

Contoh soal uraian terbatas
Penjaskes
Mengapa seorang pemain sepakbola sangat membutuhkan unsur daya tahan tubuh?.........skor 2

IPS
2. Jelaskan dua situasi yang menunjukkan penggunaan hukum permintaan dan penawaran? ……………skor 2

Tes uraian tak terbatas

Tes ini menguji secara lebih kompleks, peserta didik mempunyai kebebasan untuk mengekspresikan gagasan, pemahaman, penafsiran, serta pemaknaannya dalam bentuk tulisan.
Peserta didik akan diuji pemahaman dan kemampuan menulis pemahaman.

Langkah penskorannya
Tuliskan garis garis besar jawaban sebagai kriteria jawaban
Tetapkan rentang skor untuk setiap kriteria jawaban
Pemberian skor tergantung pada kualitas jawaban siswa
Periksalah satu soal satu soal sebelum pindah ke soal lain, untuk menghindari pemberian skor berbeda.

Hitung nilai soal dengan rumus :
Nilai tiap soal :……… x bobot soal
skor maksimum tiap butir soal :………..
Jumlahkan semua nilai yang diperoleh dari semua soal, maka akan didapatkan nilai akhir.

Contoh soal uraian tak terbatas
Faktor apa saja yang membuat kita bangga sebagai bangsa Indonesia? Jelaskan dengan singkat! Skor 25
Buatlah uraian  tentang teori tata surya yang dikemukakan copernikus, dan bagaimana menurut kamu saat ini! Skor 30

Beberapa hal yang harus diperhatikan agar objektivitasnya terjaga

  1. Menyusun perencanaan yang baik

  2. Pertimbangkan ruang lingkup soal, kedalaman dan panjang jawaban peserta didik

  3. Ketika selesai menyusun soal, guru juga menyusun jawaban dan pedoman penskoran

  4. Ketika memeriksa usahakanlah menyembunyikan identitas siswa atau nama siswa diganti dengan kode.

Teknik penskoran tes uraian essay ada dua teknik :

  • Penskoran analitis yaitu caranya penskor menentukan daftar  unsur-unsur yang harus dinilai, daftar itu kemudian diberi angka. Contoh seperti tes uraian terbatas.

  • Penskoran holistik, ada beberapa langkah
    Menentukan kualitas, dengan cara guru menyesuaikan jawaban siswa kriteria jawaban kita.
    Menyediakan pedoman penskoran.

Pedoman penskoran soal essay uraian Bahasa Indonesia

berikut cara membuat soal essay atau soal uraian yang terbatas maupun yang tak terbatas lengkap dengan cara menghitung nilai soal essay uraian dengan pedoman penskorannya.

semoga bermanfaat

Contoh Orisinalitas Penelitian atau keaslian penelitian

Langkah dalam membuat orisinalitas penelitian atau originalitas penelitian dan bahasa lokalnya adalah keaslian penelitian, dalam point orisinalitas penelitian ini kita akan membandingkan skripsi/tesis kita dengan skripsi yang judulnya agak mirip dengan yang kita punyai, entah itu sama dalam subjeknya maupun objeknya, yang jelas mirip-mirip, selain itu dengan adanya orisinalitas penelitian ini, kita akan menggambarkan apa yang berbeda dari penelitian kita dengan penelitian orang lain tersebut meskipun judulnya hampir sama.
Orisinalitas Penelitian atau Keaslian penelitian
Berikut contoh orisinalitas penelitian tesis dengan judul pembentukan karakter gemar membaca Al-Qur'an, ada beberapa tema yang bisa diambil kesimpulan menjadi sehingga terlihat mirip, yaitu tentang karakter dan tentang membaca Al-Qur'an.

Untuk mengetahui sub-kajian yang sudah ataupun belum diteliti pada penelitian sebelumnya, maka perlu adanya upaya komparasi (perbandingan), apakah terdapat unsur-unsur perbedaan ataupun persamaan dengan konteks penelitian ini. Di antara hasil penelitian terdahulu yang menurut peneliti terdapat kemiripan, yaitu;

Hafiz Mubarak, tesis dengan judul Upaya Guru Al-Quran dalam mengatasi kesulitan belajar membaca Al-Quran di Sekolah dasar islam terpadu Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatak kualitatif. Sumber data tidak ditentukan jumlahnya melainkan berdasarkan pada snowball sampling. Kegiatan pengumpulan data menggunakan data menggunakan metode observasi partisipan, indepth interview, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pola deskriptvie analyzis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesulitan belajar yang dialami siswa kelas III dalam belajar membaca Al-Quran adalah (1) murid sulit konsentrasi atau memusatkan perhatian; (2) murid sangat akktif secara verbal; (3) murid lambat belajar; (4) murid dengan suara pelan; (5) murid susah melihat; (6) murid aktif bergerak; (7) murid pasif; (8) murid sulit belajar bersama dengan anak yang kemampuannya standar; (9) jumlah anak yang terlalu banyak dalam kelompok.[1]

Miftahul Husni, tesis dengan judul Implementasi pendidikan karakter pada pendidikan dasar (Studi di madrasah ibtidaiyah negeri tempel kecamatan ngaglik dan madrasah ibtidaiyah ma’arif bego maguwoharjo kabupaten sleman yogyakarta). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dan pengumpulan datanya dilakukan dengan metode observasi mutlak, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter yang dikembangkan di MIN tempel dan MI Ma’arif Bego adalah 18 nilai karakter, sebagaimana yang telah dirumuskan pemerintah. Kemudian hasil penelitian dari fokus penelitian selanjutnya adalah 1. Implementasi pendidikan karakter di MIN Tempel  dilakukan dengan 4 proses, antara lain : a). implementasi melalui proses pembiasaan dalam kegiatan belajar mengajar, b). implementasi melalui proses pembiasaan pada kegiatan, budaya dan lingkungan sekolah/madrasah, c). implementasi melalui proses pembiasaan pada kegiatan ektrakurikuler, d). implementasi pendidikan karakter melalui karya wisata. Kemudian 2). Implementasi pendidikan karakter di MI Ma’arif Bego dilakukan melalui 4 proses antara lain : a). implementasi/penanaman nilai melalui pembelajaran, b). implementasi melalui kegiatan madrasah, c) implementasi melalui kegiatan ekstrakurikuler, d). implementasi melalui budaya dan lingkungan madrasah.[2]

Saprun, Tesis yang berjudul Pengembangan modul pembelajaran baca Al-Qur’an berbasis otak kiri untuk orang dewasa di Universitas Muhammadiyah Mataram. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan modul pembelajaran baca Al-Quran berbasis otak kiri untuk orang dewasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan metode R&D dengan model desain kelompok pembanding prates-pascates berpasangan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi mutlak, wawancara yang mendalam dan dokumentasi dengan teknik analisis data yaitu editing data, reduksi data, deskripsi data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan analisa data kuantitatif adalah dengan menggunakan program SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) penerapan metode pembelajaran untuk orang dewasa relevan serta efektif digunakan untuk memecahkan persoalan yang terdapat di Universitas Muhammadiyah Mataram dalam pembelajaran Al-Qur’an. Hal ini dibuktikan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung, mahasiswa semakin aktif, kritik dan antusias serta mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam belajar membaca Al-Quran. berdasarkan uji hipotesis yang dilakukan bahwa nilai probabilitas (sig) uji regresi di Universitas Muhammadiyah Mataram adalah (0.000) < (0.025), sehingga Ho ditolak, ini artinya metode pembelajaran untuk orang dewasa berpengaruh positif terhadap kemampuan mahasiswa dalam membaca Al-Qur’an. Adapun kemampuan mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Mataram dipengaruhi metode tsabita adalah sebesar 32% (kategori sedang) dan sisanya dipengaruhi oleh metode pembelajaran Al-Qur’an untuk orang dewasa yaitu sebesar 88%. Sedangkan uji independent sampel t-tes yang dilakukan menunjukkan bahwa nilai probabilitas (sig) adalah (0.000) < antara kemampuan mahasiswa dalam membaca Al-Qur’an dalam menggunakan metode tsabita dan metode pembelajaran baca Al-Quran berbasis otak kiri.[3]

Secara rinci, letak persamaan, perbedaan dan orisinalitas penelitian ini dijelaskan sebagaimana tabel berikut;

Tabel 1.1

Orisinalitas Penelitian diantara Penelitian Sebelumnya
NoNama Peneliti, Judul dan Tahun penelitianPersamaanPerbedaanOrisinalitas Penelitian
1Hafiz Mubarak, Upaya Guru Al-Quran dalam mengatasi kesulitan belajar membaca Al-Quran di Sekolah dasar islam terpadu Banjarmasin.Pada objek penelitian tentang Al-QuranPada kajian penelitiannya,  substansi kajian, materi dan obyek penelitian yaitu tentang pembentukan karakter gemar membaca Al-Qur’an dalam pembelajaran SKISubstansi kajian yang mendeskripsikan pola pembentukan karakter gemar membaca Al-Qur’an, Obyek penelitian di SDI As-Salam Kota Malang Malang





Kajian yang diangkat terfokus pada karakter gemar membaca Al-Qur’an siswa.









2Miftahul Husni, Implementasi pendidikan karakter pada pendidikan dasar (Studi di madrasah ibtidaiyah negeri tempel kecamatan ngaglik dan madrasah ibtidaiyah ma’arif bego maguwoharjo kabupaten sleman yogyakarta). 2013Pada kajian karakter anakPada obyek penelitiannya, dan isi kajian, yaitu terfokus pada karakter gemar membaca Al-Qur’an.
3Saprun.  Pengembangan modul pembelajaran baca Al-Qur’an berbasis otak kiri untuk orang dewasa di Universitas Muhammadiyah Mataram.Pada subjek penelitianPada objek penelitian dan kajian penelitian yaitu tentang karakter dan pembentukan karakter gemar membaca Al-Qur’an.



Dari beberapa  hasil penelitian di atas, terdapat beberapa titik perbedaan yang sangat mendasar dengan penelitian ini, yaitu;

  1. Kajian pada penelitian ini ingin mendeskripsikan secara mendalam tentang pembentukan karakter gemar membaca Al-Quran.

  2. Penelitian ini khusus membahas karakter gemar membaca Al-Quran.

[1] Hafiz Mubarak,  Upaya Guru Al-Quran dalam mengatasi kesulitan belajar membaca Al-Quran di Sekolah dasar islam terpadu Banjarmasin. UIN Maulana Malik Ibrahim. Tesis tidak diterbitkan.

[2] Miftahul Husni, Implementasi pendidikan karakter pada pendidikan dasar (Studi di madrasah ibtidaiyah negeri tempel kecamatan ngaglik dan madrasah ibtidaiyah ma’arif bego maguwoharjo kabupaten sleman yogyakarta). Tesis, PPS Universitas islam negeri mauana malik ibrahim Malang. 2013

[3] Saprun,  Pengembangan modul pembelajaran baca Al-Qur’an berbasis otak kiri untuk orang dewasa di Universitas Muhammadiyah Mataram.Tesis PPS UIN Maulana Malik Ibrahim. Tesis tidak diterbitkan.

orisinalitas penelitian diatas bisa kita analisis bentuknya, yaitu

  1. yang membedakan nama, tahun, judul tesis, dan kampusnya.

  2. metodologi penelitiannya

  3. hasil penelitiannya

  4. objek penelitiannya.

  5. jadi yang dikaji dalam orisinalitas penelitian adalah bentuk persamaannya dimana, kemudian perbedaannya, dan orisinalitasnya dimana.
dengan adanya orisinalitas penelitian ini, maka hal-hal yang menjadikan plagiat dalam sebuah skripsi ataupun tesis terdahulu bisa dihindari, karena meskipun mirip ataupun banyak persamaan dengan hasil penelitian yang lain, tetapi skripsi ataupun tesis yang kita punyai ada sisi perbedaannya.

cara membuat sistematika pembahasan skripsi tesis


Sistematik pembahasan merupakan point terakhir dalam Bab 1 skripsi maupun tesis, apa itu sistematika pembahasan? dalam beberapa skripsi dan tesis, sistematika pembahasan merupakan bagian yang mirip seperti daftar isi, hanya saja tanpa halaman, sistematika pembahasan menerangkan apa saja yang akan dijelaskan setiap bab yang terdapat dalam skripsi ataupun tesis.
Sistematika Pembahasan Skripsi tesis
Sistematika Pembahasan Skripsi
Penelitian ini disusun dalam enam bab pembahasan sebagai acuan dalam berfikir secara sistematis, adapun rancangan sistematika pembahasan tesis ini sebagai berikut :

Penelitian ini disusun dalam enam bab pembahasan sebagai acuan dalam berfikir secara sistematis, adapun rancangan sistematika pembahasan tesis ini sebagai berikut :

  • Bab Pertama Pendahuluan yang merupakan gambaran umum isi penelitian yang terdiri dari : latar belakang masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian. originalitas penelitian, definisi istilah dan sistematika pembahasan.

  • Bab Kedua Kajian pustaka yang berisi teori yang berhubungan dengan penelitiannya.

  • Bab Ketiga Metode penelitian yang berisi pendekatan dan jenis penelitian, kehadiran peneliti, latar penelitian, data dan sumber data penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data dan pengecekan keabsahan data.

  • Bab Keempat Laporan hasil penelitian yang berisi tentang paparan data dan hasil penelitian

  • Bab Kelima Pembahasan, yakni diskusi hasil penelitian tentang isi dari skripsi ataupun tesis

  • Bab Keenam Penutup yang berisi tentang simpulan, implikasi dan saran.

dalam penulisan sistematika pembahasan skripsi ataupun tesis tidak terdapat tulisan point-point seperti di atas, hanya tulisan per paragraf,
baca juga

Abstrak

Latar Belakang

Rumusan Masalah

manfaat penelitian

instrumen observasi dan transkrip wawancara

tulisan di atas hanya untuk contoh saja, coba lihat contoh penulisan sistematika pembahasan pada foto diatas

dari contoh penulisan sistematika pembahasan skripsi diatas bisa dilihat bahwa penulisannya dengan bentuk paragraf, setiap awal paragraf setiap bab, dan untuk membuat sistematika pembahasan anda hanya memasukkan teori yang berhubungan. jadi sangat mudah bukan!

cara membuat manfaat penelitian skripsi tesis kualitatif

Cara membuat manfaat penelitian yang baik untuk skripsi dan tesis jenis kualitatif akan kami terangkan dalam postingan kali ini
Manfaat penelitian skripsi tesis
Manfaat Penelitian

Mengapa manfaat penelitian yang baik itu penting? Karena dengan manfaat penelitian yang baik kita akan memberikan informasi yang relevan untuk orang yang membaca penelitian kita ataupun bagi mereka yang ingin melanjutkan penelitian yang linier atau satu jalur.
Banyak orang yang salah mengartikan manfaat penelitian yang baik itu, sehingga kebanyakan dari mereka hanya meletakkan teori pada manfaat penelitian tersebut, padahal hal tersebut salah besar, teori itu letaknya hanya di Bab 2 saja, sedangkan di bab lainnya kita hanya mencontoh teknik penulisannya saja.


Berikut ini contoh manfaat penelitian yang menggunakan jenis penelitian kualitatif, manfaat penelitian yang kami sajikan ini adalah penelitian yang berhubungan dengan karakter gemar membaca anak, bisa juga diterapkan pada skripsi atau tesis yang lain, yang penting anda memahami cara membuat manfaat penelitian tersebut.
Yang terpenting dalam manfaat penelitian adalah anda harus memaparkan apa saja manfaat yang didapatkan dari penelitian tersebut, sehingga ini bukanlah hipotesa belaka, karena hipotesa atau dugaan sementara terletak di proposal, sedangkan untuk skripsi atau tesis harus bersifat hasil yang diteliti

berikut contoh manfaat penelitian :
Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan berguna bagi pembentukan karakter gemar membaca Al-Quran di sekolah dasar maupun madrasah ibtida’iyah, baik yang berada di pedesaan dan perkotaan, dan dapat dijadikan dasar untuk menyusun hipotesis bagi penelitian-penelitian kemudian dalam wilayah kajian yang sama, serta menambah khazanah keilmuan dalam membentuk karakter gemar membaca Al-Quran anak.

2. Manfaat Praktis
Dengan pembentukan karakter gemar membaca Al-Quran maka akan dapat diketahui berbagai pola-pola yang harus ditingkatkan dan dikembangkan.
Dengan penelitian pola pembentukan karakter gemar membaca Al-Quran, maka hal tersebut dapat memberikan pengetahuan yang besar agar bisa menjadi acuan untuk mengembangkan karakter gemar membaca Al-Quran.
Dan adapun manfaat lain dari penelitian ini, bahwa hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan untuk pengambilan kebijakan bagi pemerintah, praktisi pendidikan, kepala sekolah, para pendidik, untuk kemajuan dan pengembangan serta perbaikan terkait dengan karakter gemar membaca Al-Quran.

Proses Pelaksanaan Evaluasi : Prosedur Penilaian

Prosedur Penilaian ataupun proses pelaksanaan evaluasi dalam kegiatan belajar mengajar tergantung pada pelaksanaan evaluasi, pemilihan model penilaian (tes atau nontes)
dan tujuan evaluasi

Prosedur penilaian

  1. Perencanaan penilaian
  2. Pelaksanaan penilaian
  3. Analisis hasil penilaian
  4. Tindak lanjut hasil penilaian
  5. Pelaporan hasil penilaian
Proses Pelaksanaan Evaluasi : Prosedur Penilaian
Proses Pelaksanaan Evaluasi : Prosedur Penilaian
Perencanaan penilaian
Awal tahun guru membuat pemetaan tentang jenis penilaian yang akan digunakan pada semua kompetensi
Menyusun indikator dan mengembangkan alat penilaian
Merancang strategi pelaksanaan penilaian
Pembuatan rancangan program remedial
Penetapan kriteria ketuntasan minimal (KKM)
Kontrol pelaksanaan evaluasi
Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya simpang siur dalam pelaksanaan evaluasi serta untuk menyelaraskan antara perencanaan evaluasi dengan pelaksanaan evaluasi.
Contoh seorang anak yang mencontek, maka hal ini sebagai refleksi, antara guru, sekolah dan orang tua, bagaimana guru mampu mengamati sikap dan prilaku anak didik
Mengolah data evaluasi
Data diolah menjadi lebih simpel dan sederhana
Data bersifat kuantitatif, maka mengolah data dengan bantuan statistik, kemudian dijadikan tabel ataupun diagram.

Ada beberapa langkah dalam pengolahan data
Memberikan skor terhadap hasil siswa
Mengganti skor yang mentah menjadi standar
Mengubah skor standar ke dalam bentuk nilai, bisa angka ataupun huruf
Menganalisis soal, entah itu aspek kesukaran maupun lainnya.
Langkah selanjutnya menafsirkan data, kemudian melahirkan keputusan yang membutuhkan pertimbangan norma, dan norma berdasarkan kesepakatan bersama oleh guru di sekolah

Pelaporan hasil
Hasil evaluasi tidak hanya bagi guru dan siswa, tetapi juga kepada kepala sekolah, pengawas, pemerintah, mitra sekolah dan orang tua.
Isi laporan dilaporkan ke pemerintah sebagai salah satu alat pemetaan.
Isi laporan memuat beberapa komponen, profil belajar siswa, akademik, fisik, sosial, emosional, perkembangan belajar, serta peran dan kontibusi dalam pembelajaran, aktif atau tidak.

Yang perlu diperhatikan
Tes lisan, aspek :
  • Tempat
  • Cara berkomunikasi dan bertanya
  • Teknik pembagian soal
  • Berbagai teknik persoalan lainnya (kelompok, perorangan, waktu, dll)
Tes lisan
  • Guru harus membangun suasana yang mengalir, membuat peserta didik bicara tanpa rasa beban dan gugup
  • Guru membangun suasana yang menyenangkan
  • Guru tidak boleh merasa simpati/kasihan ketika anak tidak bisa menjawab
  • Biarkanlah peserta didik duduk 2menit , dengan memulai percakapan, pengalaman, identitas. dll
Tes Tertulis
Dengan mengikuti prosedur dan perencanaan tersendiri, guru harus memahami model-model instrumen soal serta teknik melaksanakannya
                                                                                                                           
Sumber Buku : Sigit Pramono, Panduan Evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar. Diva Press: Jogjakarta, 2014.
 Baca juga

  • Makna evaluasi dan perbedaanya dengan penilaian dan pengukuran
  • Perencanaan evaluasi
  • Peran dan fungsi evaluasi
Berikut ini Slide Power Point tentang Proses Pelaksanaan Evaluasi : Prosedur Penilaian


Semoga artikel tentang Proses Pelaksanaan Evaluasi : Prosedur Penilaian kali ini membantu, silahkan share kalau bermanfaat
Salam

contoh rumusan masalah skripsi tesis penelitian kualitatif

contoh rumusan masalah skripsi tesis penelitian kualitatif - Rumusan masalah merupakan salah satu point penting yang berupa pertanyaan yang menggambarkan inti atau point penting dari penelitian tersebut, sehingga membuat rumusan masalah kadang membingungkan dalam hal pemilihan kalimat tanya yang merumuskan dari masalah yang akan diteliti.

berikut contoh rumusan masalah skripsi tesis jenis penelitian kualitatif. Rumusan masalah terletak setelah Latar belakang masalah
berikut contoh rumusan masalah penelitian kualitatif :

Penelitian ini difokuskan pada pembentukan karakter gemar membaca Al-Quran. fokus penelitian tersebut dijabarkan melalui rumusan masalah berikut:

1.    Bagaimana pembentukan karakter gemar membaca Al-Quran anak di SDI As-Salam  kota Malang dan MI Sunan Gunung Jati Sukun?
2.    Apa yang memotivasi anak sehingga menumbuhkan karakter gemar membaca Al-Quran pada di SDI As-Salam kota Malang dan MI Sunan Gunung Jati Sukun?

dari dua rumusan masalah di atas maka dua point tersebut akan dijawab lengkap di hasil penelitiannya, sehingga nanti pada Bab 4 atau Bab hasil penelitian harus terfokus pada dua rumusan masalah yang diteliti, semakin banyak rumusan masalah yang dibuat maka hasil penelitian pun juga semakin banyak.
banyak pertanyaan yang bisa dimasukkan dalam rumusan masalah, dalam beberapa kasus point lainnya bisa berupa pertanyaan seperti faktor apa saja? dan hal lainnya.

cara membuat latar belakang skripsi tesis penelitian kualitatif

Latar belakang merupakan bagian terpenting dalam memulai sebuah skripsi maupun tesis, kunci keberhasilan seseorang dalam menyelesaikan skripsinya dan kunci keberhasilan saat sidang proposal adalah terletak dalam kualitas penulisan latar belakang yang baik, sehingga mendorong penguji untuk menjadi tertarik terhadap penelitian skripsi maupun tesisnya, latar belakang yang kami bahas kali ini adalah latar belakang dengan jenis penelitian kualitatif, bagi sebagian kampus latar belakang ini disebut juga dengan konteks penelitian.

Ada beberapa kunci penting dalam membuat latar belakang yang baik :

  1. Penuturan yang runut, bisa berupa dari umum ke khusus, tetapi ada juga beberapa ahli yang menyarankan seperti pola pyramid, yaitu dari titik kecil kemudian melebar.

  2. Memuat fakta-fakta yang berhubungan dengan penelitiannya

  3. Fakta-fakta tersebut menguatkan judul penelitiannya

  4. Observasi awal atau penelitian terdahulu, bisa berupa aktivitas mengamati ataupun wawancara singkat dengan tujuan yang ingin diteliti, sehingga menjadikan latar belakang semakin kuat, karena bukan sekedar hipotesis belaka.

  5. Untuk Kampus yang berbasis Islam maka latar belakangnya lebih baik yang berintegrasi dengan islam, artinya mengaitkan kajian latar belakangnya dengan ayat Al-Qur'an dan Hadits sehingga latar belakang lebih berbobot nilainya.

Lebih rincinya, kita akan menganalisis sebuah latar belakang yang membahas tentang pembentukan karakter gemar membaca Al-Qur'an anak di Sekolah.Latar belakang penelitian ini bersifat kualitatif, sehingga data yang diterangkan lebih panjang dan terarah, berbeda dengan latar belakang penelitian kuantitatif yang bersifat lebih singkat tetapi menjelaskan dengan tepat dan lugas, karena dalam kuantitatif inti dari penelitiannya terletak di hasil penelitiannya. Berikut contoh latar belakang kualitatif :









cara membuat latar belakang skripsi tesis penelitian kualitatif
cara membuat latar belakang skripsi tesis penelitian kualitatif

1. Latar Belakang 
#1. Penuturan yang runut, bisa berupa teori-teori yang mengarah ke penelitian.
Pembentukan karakter kepada
setiap individu  merupakan fungsi dan
tujuan pendidikan nasional, seperti yang tertuang di dalam Undang-Undang
Republik Indonesia Pasal 3 nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
(UU Sisdiknas) yang menyebutkan bahwa, “Pendidikan nasional berfungsi
mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi
peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi
warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Tujuan pendidikan
nasional itu merupakan rumusan mengenai kualitas manusia Indonesia yang harus
dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. Oleh karena itu, rumusan tujuan
pendidikan nasional menjadi dasar dalam pengembangan pendidikan budaya dan
karakter bangsa. [1]









Sementara kita memahami bahwa karakter bukanlah semata-mata talenta
bawaan individu, akan tetapi merupakan hasil bentukan manusia dan lingkungan
tempat ia tinggal, hidup, dan dibesarkan. Dan bagaimana cara membentuk karakter
tersebut, secara akademis tentu jawabannya hanya satu, yaitu “pendidikan”.
Pendidikan memungkinkan untuk membentuk karakter selaku manusia seperti yang
diharapkan. [2]
Aqib menjelaskan pendidikan karakter menanamkan nilai-nilai karakter kepada
siswa yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan
untuk melaksanakan nilai tersebut. Pendidikan karakter adalah pendidikan yang
menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa pada diri peserta
didik, sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya,
menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, keluarga, maupun dalam
masyarakat, dan warga negara yang religious, produktif dan kreatif.


Atas dasar pemikiran itu,
pengembangan pendidikan karakter sangat strategis bagi keberlangsungan dan
keunggulan bangsa di masa mendatang. Pengembangan itu harus dilakukan melalui
perencanaan yang baik, pendekatan yang sesuai, dan metode belajar serta
pembelajaran yang efektif. Sesuai dengan sifat suatu nilai, pendidikan karakter
bangsa adalah usaha bersama sekolah; oleh karenanya harus dilakukan secara
bersama oleh semua guru dan pemimpin sekolah, melalui semua mata pelajaran, dan
menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya sekolah.[3]

Implementasi pendidikan karakter
di Indonesia hendaknya dilaksanakan secara menyeluruh yang meliputi konteks
makro dan mikro. Konteks makro lebih bersifat nasional dan melibatkan komponen
dan pemangku kepentingan secara nasional dan bertujuan jangka panjang.
Sedangkan konteks mikro berlangsung dalam satu satuan pendidikan secara
menyeluruh, atau dapat diartikan hanya difokuskan pada sekolah.[4]
Sekolah merupakan sektor utama yang secara optimal memanfaatkan dan
memperdayakan semua lingkungan belajar yang ada untuk manginisiasi,
memperbaiki, menguatkan, dan menyempurnakan secara terus menerus proses
pendidikan karakter disekolah. Adapun implementasi pendidikan karakter secara
mikro dapat dibagi dalam empat pilar, yakni belajar mengajar di kelas;
keseharian dalam pengembangan budaya sekolah; ko-kurikuler dan atau
ekstrakulikuler; serta keseharian di rumah dan masyarakat.[5]

#2 Mencantumkan ayat Al-Qur'an yang berhubungan dengan penelitiannya.
Karakter sebagai suatu yang
sifatnya khas dalam islam sendiri mengarah kepada Akhlakul karimah,
karakteristik ajaran akhlakul karimah dalam bidang kebudayan dan ilmu
pengetahuan dijelaskan oleh Allah SWT :


1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, 2.
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. 3. Bacalah, dan Tuhanmulah
yang Maha pemurah, 4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam  5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak
diketahuinya.[6]

Pada ayat tersebut terdapat kata iqra diulang sebanyak dua kali. Kata
tersebut menurut A. Baiquni berarti membaca dalam arti biasa, menelaah,
mengobservasi, membandingkan, mengukur, mendeskripsikan, menganalisis, dan
menyimpulkan secara induktif. Hal itu merupakan cara yang dapat mengembangkan
ilmu pengetahuan dengan cara menggunakan akalnya untuk berpikir dan merenung.[7]

Mengingat betapa pentingnya
membaca Al-Quran pada saat ini, melihat dari kemerosotan akhlak anak sendiri,
berbagai ayat  menjelaskan betapa
pentingnya membaca Al-Quran karena merupakan petunjuk hidup seorang muslim. Al-Quran
yang menjadi pedoman dalam tatanan ilmu agama sudah seharusnya menjadi amalan
wajib bagi setiap umat manusia, melihat dari berbagai kasus bahwa Al-Quran
sekarang lebih sering ditinggalkan dan hanya menjadi pajangan di tempat buku
maupun dalam rumah, orang-orang lebih suka membaca berita maupun berbagai hal
yang ada di gadget mereka, sehingga Al-Quran pun mulai terlupakan.

Sudah seharusnya membaca Al-Quran
diterapkan sejak dini, sehingga anak pun lebih terkontrol dalam kehidupannya,
membaca dan menerapkan adalah suatu kewajiban bagi orang tua untuk anaknya,
sehingga anak bisa menjadi lebih baik. Sangat jarang sekolah-sekolah menerapkan
kewajiban membaca Al-Quran di sekolahnya terkecuali pada waktu-waktu tertentu,
seperti hanya di hari jumat. Terlebih lagi sekolah yang umum yang kewajiban membaca
Al-Quran sangat kurang sehingga anak didik pun jauh dari keinginan untuk selalu
membaca Al-Quran. tidak jarang hingga mencapai usia dewasa masih banyak orang
yang belum bisa membaca Al-Quran, padahal ini adalah sebuah kewajiban bagi
seorang yang beragama islam. 

 #3 Berisi Fakta-fakta yang relevan dengan penelitian, fakta bisa diambil dari berita

Fakta saat ini menyebutkan bahwa
berbagai penyebab kemerosotan akhlak adalah karena kelalaian orang tua dalam
mengasuh mereka, di tengah terus berkembangnya peradaban dunia, teknologi
informasi sudah masuk ke desa-desa. Bahkan, gadget pun sudah bukan barang yang
asing lagi. Ironisnya, orang tua semakin sibuk sehingga lupa mengajarkan anak
berbagai ilmu agama. Anak tidak bisa mengaji sangat mudah dijumpai pada era
sekarang ini. Orang tua lebih memilih menyenangkan anak dengan berbagai hal
yang berbau duniawi daripada akhirat. Pemerintah melakukan berbagai kegiatan
untuk mengurangi berbagai hal penyebab kemerosotan anak tersebut, dalam laman
Koransindo.com disebutkan bahwa Pemerintah Kota Medan meluncurkan satu program
Gerakan Masyarakat Maghrib atau disingkat Gemmar Mengaji di setiap masjid pada
lingkungan masing-masing. Program ini dimaksudkan untuk membudayakan membaca
Alquran setelah salat magrib di kalangan masyarakat. Mengaji yang dulu telah
menjadi budaya masyarakat Indonesia, terutama di masjid dan mushala akan
kembali dihidupkan lagi. Hal ini bukan tanpa sebab, sekarang ini ketika selepas
magrib, orang-orang lebih memilih berada di depan televisi daripada mengaji.[8]

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara
pun melakukan hal yang sama, seperti dalam laman Kiblat.net Pemerintah
Kabupaten Aceh Utara beberapa hari terakhir menggalakkan program mengaji ba’da
Maghrib, khususnya untuk pelajar. Program ini sebagai bagian dari realisasi
pelaksanaan syariat Islam yang dituangkan dalam Peraturan Bupati.



Saat ini kami sangat serius menggalakkan program
mengaji ba’da Maghrib. Seluruh jajaran pimpinan kecamatan diharapkan dapat
bekerjasama melaksanakan program ini dan mengawasinya,” kata Bupati Aceh Utara,
Muhammad Thaib, saat menggelar sosialisasi penguatan pelaksanaan syariat Islam
di Aceh Utara, di Aula Setdakab, seperti dinukil dari koran lokal, Serambi
Nusantara, Jumat. Thaib menambahkan, pihaknya akan menempatkan 10 personel WH
di setiap kecamatan untuk mengawal pelaksanaan program ini. Selain masyarakat
umum, yang lebih utama sasaran program ini adalah para pelajar.

Supaya ke depan mereka tak lagi berkeliaran pada
malam hari, ujar Bupati Thaib.[9]



Program gerakan masyarakat maghrib
membaca Al-Qur’an di atas sudah berlangsung selama beberapa tahun hingga
sekarang, dan tersebar di seluruh kepulauan Indonesia, seperti penuturan wakil
Menteri agama dalam wawancara dalam laman Republika.co.id :



Saat ini, sudah banyak yang menjalankan program
gerakan masyarakat maghrib mengaji. Bahkan, sudah sampai ke pedalaman
Kalimantan. Ada juga di Sulawesi yang sudah terlebih dahulu mengembangkan.
Apalagi yang ada di Pulau Jawa. Rata-rata sudah menyebar, tetapi sporadis. Di
mana-mana ada, di setiap provinsi. Sampai ke Papua juga ada dan masih ada
programnya. Kementerian Agama selalu mengimbau soal program ini ke daerah.[10]



Beberapa program gemar mengaji
tersebut meskipun diprogramkan di seluruh pelosok nusantara, tetapi pada
kenyataanya berbalik, selama pengamatan peneliti yang tinggal di daerah
perbatasan batu dan malang, program tersebut sama sekali tidak ada, para
anak-anak maupun masyarakat setelah selesai maghrib selalu beraktifitas kembali
di rumahnya.[11]

#4 Observasi Awal peneliti dengan melakukan wawancara ataupun pengamatan

Dewasa ini, berbagai jenis
sekolah islam memberikan berbagai program yang mampu mengembangkan karakter
anak secara islami, salah satunya adalah sekolah dasar islam yang menerapkan
berbagai keunggulan program mereka dalam pembelajaran, salah satu program
tersebut adalah program membaca Al-Quran, dari program ini sehingga menarik
minat yang besar bagi para orang tua untuk memasukkan anaknya ke sekolah
tersebut. Seperti sekolah dasar islam (SDI) As-Salam yang terletak di kota
Malang, sekolah ini menerapkan wajib membaca Al-Quran dari hari senin hingga
kamis dengan program unggulan sekolah mereka yaitu program Tahfidzul Qur’an. Begitu
pula dengan MI Sunan Gunung Jati Sukun juga menerapkan program membaca Al-Quran
bagi siswanya, kedua sekolah ini sama-sama menggunakan metode ummi, metode ini
adalah metode yang berhasil membuat anak didik mampu membaca Al-Quran lebih
cepat dari metode yang lainnya, sehingga metode ini metode yang digunakan di
berbagai sekolah di Malang, berbagai hal yang diterapkan dalam pengembangan
anak di sekolah khususnya dalam membaca Al-Quran sangatlah bagus, mengingat
betapa pentingnya memberikan pendidikan Al-Quran kepada anak sejak dini,
sehingga tidak ada istilah seorang anak tidak mampu membaca Al-Quran setelah
dewasa nanti.

Peneliti melakukan observasi awal
untuk melihat bagaimana aktivitas membaca Al-Quran di sekolah, dari hasil
pengamatan peneliti, bahwa anak terlihat sangat antusias dalam mengikuti
pembelajaran membaca Al-Quran, karena anak dipisah-pisah berkelompok dalam
sebuah pembelajaran dan dikumpulkan di tempat-tempat tertentu, dan setelah
beberapa kali pembelajaran anak akan lanjut pada kenaikan jilid dan pada tahap
ini anak akan dites oleh guru yang mengkordinator masalah kenaikan bacaan ini,
saat itu terlihat anak pun tertib dalam menunggu antrian agar bisa ikut ujian
yang akan diikutinya, beberapa anak terlihat sangat lancar dalam membaca   Al-Quran. Rauf salah seorang siswa kelas III
di MI As-Salam yang pernah menjuarai tartil tingkat Jawa Timur mengatakan bahwa
dalam kesehariannya membaca Al-Quran dia tidak perlu disuruh lagi oleh orang
tua, dia membaca Al-Quran dari kesadaran dia sendiri. Melihat dari aktifitas
mengaji tersebut peneliti pun ingin mengetahui lebih dalam bagaimana
pembentukan karakter gemar membaca Al-Quran bagi anak.




[1] Kementerian Pendidikan Nasional Badan
Penelitian Dan Pengembangan Pusat Kurikulum, Bahan Pelatihan : Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan
Nilai-Nilai Budaya Untuk Mebentuk Daya Saing Dan Karakter Bangsa
. (Jakarta:
Pusat Kurikulum, 2010), hlm. 2



[2] Syukri Hamzah, Pendidikan Lingkungan: Sekelumit Wawasan
Pengantar,
(Bandung: Refika Aditama, 2013), hlm. 43



[3] Kementerian Pendidikan Nasional Badan
Penelitian Dan Pengembangan Pusat Kurikulum, Bahan Pelatihan : Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan
Nilai-Nilai Budaya Untuk Mebentuk Daya Saing Dan Karakter Bangsa
. (Jakarta:
Pusat Kurikulum, 2010), hlm. 4



[4] Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Karakter Persepektif Islam,
(Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011) memahami hlm. 38-40



[5] Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Karakter Persepektif Islam. hlm
40-41



[6] Kementerian Agama RI. Mushaf Al-Qur’an.
Mikraj khazanah ilmu;Bandung. Hlm. 302



[7] Yatimin Abdullah, Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Quran. (Pekanbaru;Amzah,2006).
Hlm. 117



[8] Jelia Amelida,
“Komitmen Program Gemmar Mengaji Harus Dimantapkan”,
http://www.koran-sindo.com/read/1017757/151/komitmen-program-gemmar-mengaji-harus-dimantapkan-1435463598.
Diakses pada 6 juli 2015



[9] Sulhi El-Izzi,
“Pemkab Aceh Utara Galakkan Program Mengaji Ba’da
Maghrib”, http://www.kiblat.net/2015/05/29/pemkab-aceh-utara-galakkan-program-mengaji-bada-maghrib/,
diakses pada 5 juli 2015



[10] Dialog Jumat,
http://www.republika.co.id/berita/koran/dialog-jumat/14/06/06/n6qgo72-prof-dr-nasaruddin-umar-mengembalikan-budaya-mengaji-umat-islam,
diakses pada 6 juli 2015



[11] Hasil observasi
peneliti dengan melakukan  pengamatan
secara tidak langsung di mesjid al-Falah Junrejo, mesjid Sabilil muttaqin
Junrejo dan mushola Areng-areng selama tinggal di Areng-areng Batu.


Ada beberapa hal yang harus digarisbawahi dari sebuah latar belakang di atas, yaitu setiap peragraf yang berisi teori maupun fakta dan hasil observasi harus mencantumkan footnote ataupun sumber dan catatan penelitiannya, mengapa harus mencantumkan footnote, karena dengan adanya footnote tersebut penelitian kita bisa dipertanggungjawabkan dan bukan hasil dari copas alias plagiat.


Latar belakang kadang menjadi penentu dalam keberhasilan peneliti dalam menarik hati dosen pembimbing dan penguji, sehingga kalau latar belakangnya bagus dan spesifik, maka dosen penguji dan dosen pembimbing pun akan memberikan tanda Acc sebagai tahapan untuk melanjutkan penelitian ke tahap selanjutnya.

semoga artikel tentang latar belakang skripsi tesis jenis penelitian kualitatif ini bisa memberikan masukan kepada anda yang lagi berjuang menyelesaikan skripsi dan tesisnya, semangat terus pantang menyerah, karena wisuda sudah di ujung jalan.

Salam.

Peran dan Fungsi Evaluasi Pendidikan

Peran dan Fungsi Evaluasi Pendidikan - pembelajaran kegiatan belajar mengajar, dan evaluasi sekolah, bagaimana evaluasi itu berperan dalam keberhasilan sekolah dan kesuksesan pembelajaran,

Peran dan Fungsi Evaluasi Pendidikan
Peran dan Fungsi Evaluasi Pendidikan
Berikut penjelasannya

Fungsi Penilaian
Penilaian berfungsi sebagai refleksi keberhasilan perencanaan dan proses pelaksanaan pembelajaran.
Penilaian sebagai proses pengukur suatu tindakan mempunyai 3 fungsi :
  • Mengukur kemajuan
Menunjang penyusunan rencana
Memperbaiki atau menyempurnakan kembali
  • Bagi Guru
Penilaian berfungsi untuk mendiagnosis kesulitan peserta didik.
Berfungsi sebagai bimbingan, guru dapat memberikan petunjuk dan bimbingan.
  • Bagi Siswa
Alat ukur untuk mengukur prestasi belajar siswa setelah menempuh proses belajar mengajar
Setelah hasil penilaian, dapat berfungsi sebagai motivator dalam pembelajaran (feedback).

Penilaian dalam kelas harus berfungsi untuk :
  1. Mengidentifikasi ketuntasan keterampilan yang dicapai siswa

  2. Memotivasi keterlibatan siswa dalam belajar

  3. Mengembangkan sikap positif siswa

  4. Memberi balikan kepada siswa

  5. Menentukan tingkatan pencapaian siswa

  6. Mengevaluasi keefektifan belajar siswa
Penilaian dalam pembelajaran hendaknya diarahkan pada :
#1 Keeping track,
Untuk menelusuri agar proses pembelajaran anak didik sesuai dengan rencana
#2 Checking up
Untuk mengecek kelemahan-kelemahan anak didik dalam pembelajaran
#3 Finding out
Untuk mencari dan menemukan hal-hal yang menyebabkan kelemahan dan kesalahan dalam pembelajaran
#4 Summing up
Untuk menyimpulkan apakah anak didik telah mencapai kompetensi yang ditetapkan atau belum

Hasil penilaian berguna untuk :

  1. Umpan balik bagi siswa untuk mengetahui kekurangan dan kelemahannya sehingga termotivasi untuk memperbaiki hasil belajarnya
  2. Memantau kemajuan dan mediagnosis kemampuan belajar siswa sehingga memungkinkan dilakukannya pengayaan dan remediasi untuk memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan kemajuan dan kemampuannya
  3. Memberkan masukan kepada guru untuk memperbaiki program pembelajarannya di kelas
  4. Memungkinkan siswa mencapai kompetensi yang telah ditentukan walaupun dengan kecepatan belajar yang berbeda beda
  5. Memberikan informasi yang lebih komunikatif kepada masyarakat tentang efektivitas pendidikan sehingga mereka dapat meningkatkan partisipasinya di bidang pendidikan.



Peran dan Fungsi Evaluasi Pendidikan ini bersumber dari Buku Sigit Pramono, Panduan Evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar. Diva Press: Jogjakarta, 2014
moga postingan ini bermanfaat bagi pembaca, Salam pendidikan